Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
empat belas


__ADS_3

"Sudah ah lepasin dulu pelukan kamu. aku lanjutkan masak dulu, kalau kamu mengganggu terus nanti masaknya tidak selesai-selesai, oh iya nanti aku bawakan bekal makan siang untukmu, jika kamu suka ya silahkan di makan, kalo tidak suka buang saja atau berikan ke orang."ucap Lou.


"Iya, pasti ku makan bekal darimu."


Lou meletakkan masakan bubur ayam spesial dan ayam kecap di atas meja makan.


Charlesyang sudah melepaskan pelukannya berjalan ke arah meja makan dan bersiap untuk sarapan. di saat bersamaan terdengar bunyi HP Charl


"kring... kring...kring...'


Handphone milik Charl berbunyi dengan nyaring. " siapa sih... yang pagi pagi menelpon?" gerutu Charl sambil mengambil HP yang ada di depannya.


Charles :"halo... Selamat pagi?


Penelpon:" Charl, nanti malam datanglah ke rumah kediaman Tuan Henry pukul tujuh malam, jangan sampai tidak datang dan jangan telat.


Charles:" ada apa sih mah...,"


penelpon:" keluarga Henry mengundang keluarga besar Beird datang untuk makan malam bersama, jadi kamu harus datang."


Charles:" ku usahakan datang tepat waktu! ya udah mah, Charl mau sarapan dulu. by..."


Charles menutup panggilan telpon dari mamahnya.

__ADS_1


" Lou nanti malam kamu gak usah masak, dan aku mungkin pulang agak malam karena aku mendapat undangan makan malam bersama orang tuaku di rumah kediaman Henry," ucap Charl pada Lou yang sudah selesai memasak, dan duduk di sebelah kursi Charl.


" ya baiklah, oh iya... nanti aku juga akan pergi ke universitas XX untuk mencari informasi tentang pendaftaran masuk kuliah, setelah itu aku langsung ke kafe," balas Lou.


***


siang tadi Lou pergi ke universitas xx untuk info pendaftaran mahasiswa baru, karena ia belum membawa persyaratan, Lou berencana untuk mendaftaran besok pagi karena ternyata pendaftaran sudah dibuka seminggu yang lalu. Lou melihat jam tangannya ternyata sudah pukul setengah sebelas, dengan kecepatan tinggi Lou melajukan motornya menuju ke arah kafe.


Bersyukur sekali karena Lou tiba di kafe pukul sebelas kurang sepuluh menit. Lou bergegas ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan seragam kafe.


Lou mulai membersihkan dan merapikan meja dan kursi sebelum kafe dibuka.


Tamu yang pertama kali datang ke kafe adalah Adi. Dia datang seorang diri tanpa teman wanitanya yang datang kemarin. Sebenarnya Lou malas menemui Adi, tapi karena tuntutan pekerjaan sehingga ia berusaha bersikap manis.


" selamat siang tuan,... ada yang bisa saya bantu?"sapa Lou pada Pelanggan.


" tidak usah terlalu formal Lou, kayak sama siapa saja! ucap Adi sambil tersenyum manis.


" professional kerja Adi, harus sesuai SOP yang berlaku," balas Lou yang tidak terlalu menanggapi celotehan Adi.


" Lou, aku mau minta maaf atas kesalahan yang ku lakukan padamu dulu, sekarang aku sudah tidak bersama Rossa lagi, aku sudah putus dengannya." ucap Adi yang merasa bersalah terhadap Lou karena dulu sudah menghianatinya.


" sudahlah, itu semua sudah berlalu, sekarang mau pesan menu apa? aku harus kerja dulu," ucap Lou.

__ADS_1


"Aku pesan mocaccino dan cake pelangi dan waffel,"


'silahkan tunggu sebentar, pesanan akan diantarkan." ucap Lou dengan bahasa formal.


Setelah beberapa saat Lou kembali membawa pesanan ke meja Adi.


"Lou ... bisakah kita kembali seperti dulu lagi," ucap Adi dengan suara lirih tapi masih terdengar dengan baik oleh Lou, Namun Lou lebih memilih pura pura tidak mendengarnya


Lou hanya menjawab" selamat menikmati


malam harinya


Charles tiba di kediaman Henry pukul setengah delapan, di sana sudah berkumpul keluarga Henry dan keluarga Beird.


"Malam, Om Henry dan Tante Sarah, malam Pah... Mamah, maaf Charl terlambat," tadi jalanan macet.


"tidak papa Charl, duduklah dulu, Oh iya...tuan john kenalkan anak saya yang pertama bernama Lohita Henry Putri, dia baru lulus kuliah di Australia, baru kemarin dia pulang dari Ausy dan itu Adiknya lohita bernama Dava Henry Putra, dia masih duduk di Bangku SMA kelas XII," ucap Tuan Henry memperkenalkan putra dan putrinya.


Lohita terlihat mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan papa, mama dan dengan Charl.


Om Henry adalah relasi bisnis papah. memiliki beberapa perusahaan besar ternama.


"Mas Henry kita semua tahu , anakku sudah sebesar ini tapi belum juga menikah, bagaimana kalau kita menjodohkan lohita dengan Charles, ucap Mama Charl.

__ADS_1


...


__ADS_2