
*mohon maaf pemirsah thornya sibuk urus kuliah online dengan tugas sak kemenge jadi lupa up.
Hari Minggu ini keluarga besar Beird berkumpul di Villa. dalam sejarah 5 tahun terakhir, mereka baru bisa berlibur bersama keluarga besar mereka yang sekarang bertambah dengan Louisa, Varo dan juga Axel adalah hari ini.
Lou menyambut kedatangan papa Dan Mamah mertua juga adik iparnya. Lou sangat bersyukur sekarang mamah mertua sudah bisa menerima dirinya dan juga anaknya.
Varo berlari ke arah kakek dan neneknya, sambil meminta gendong kakeknya.
"Varo, jangan minta gendong kakek, ayo turun, kasihan kakek, Varo kan berat," ucap Lou yang mendekat mau mengambil Varo dari kakeknya.
"tidak apa Lou, biar Varo sama kakek dan nenek dulu, kami kangen dengan cucu kesayangan kakek yang ganteng dan pintar," ujar tuan Beird dan Varo akhirnya menggandeng tangan kakeknya ke halaman samping.
Kakek halaman cini cangat indah, banyak kupu dan belalang, Valo bica nangkep belalang, ini buat kakek dan ini buat nenek," ucap Varo yang berteriak-teriak sambil berlari menangkap belalang dan kupu-kupu yang kemudian diberikan pada kakek neneknya.
Charles mendekati kedua orang tuanya diikuti oleh Alexa dan Axel. mereka duduk di gazebo besar dan duduk melingkar menjadi satu. Lou datang belakangan sambil membawa minuman dan makanan ringan. sementara Varo masih sibuk dengan dunianya berlari dengan kupu dan belalang.
"Lou, mamah minta maaf atas perbuatan mamah selama ini." ucap mamah Arina pelan namun masih bisa terdengar oleh semua yang ada di gazebo.
__ADS_1
semua yang ada di sana nampak terkejut dengan ucapan mamah Arina yang dulu sangat membenci lou. bahkan mengusir lou dari rumah anaknya.
"Mamah, jangan berkata seperti itu, sangat wajar seorang ibu menginginkan kebahagiaan untuk anaknya mah, Lou juga sudah memaafkan mamah dari dulu." ucap Lou yang mendekati mamah Arina dan memeluknya.
"Terima kasih Mah, karena sudah mau menerima Lou dan Varo." ucap Lou melanjutkan kalimatnya.
Tak terasa Alexa yang berada bersebelahan dengan mamahnya juga ikut menitikan air mata bahagianya. begitupun dengan Charl dan Axel yang merasa sangat bahagia.
"oh iya... mah...Pah... habis ini kita mau ke Jatim Park 2. nanti mamah dan papah ikut ya! seru Alexa." yang diikuti anggukan kecil oleh keduanya. tuan Beird menggenggam tangan istrinya ada rasa bahagia, semua anggota keluarga berkumpul.
dua Minggu setelahnya.
Charles sudah berangkat ke kantor seperti biasanya. dan louisa juga ikut ke kantor. rencananya ini adalah Minggu terakhir dia membantu suaminya. Lou tidak tahu rencana Charl dan Axel yang hendak menghancurkan perusahaan keluarga Wijaya.
Hari ini datang Arman dan sekertarisnya dari perusahaan Wijaya datang untuk meminta bantuan tentang permasalahan pelik yang dihadapi perusahaan itu kepada Charles.
izin pembangunan yang semula sudah disepakati ternyata dicabut ditengah jalan. karena ternyata tanah yang hendak dibangun masuk dalam sertifikat lahan hijau, padahal semua bahan dan lainnya sudah siap dan sudah mulai dikerjakan Minggu kemarin. sekarang proses pembangunan berhenti total.
__ADS_1
perusahaan Wijaya mengalami kerugian yang sangat besar.
Arman benar benar bingung menghadapi masalah ini. dana yang masuk dalam proyek ini sangat besar. tapi pembangunan harus berhenti total dan terjadi pembatalan kontrak oleh perusahaan C&L dengan sendirinya.
Charles dan Louis berjalan ke arah lift untuk menuju ke ruangannya. belum sampai ke ruangannya Axel sudah mencegat keduanya.
"boss sudah ditunggu oleh Arman di ruang meeting," ucap Axel.
" oke Axel , ayo kita temui mereka! dan sayangku... kamu tunggu aku di kantor yah," ucap Charles pada Louisa yang berjalan menuju ruang meeting.
meeting antara Charl dan Arman hampir membutuhkan waktu 2 jam.
Arman keluar dengan wajah tidak senang, berbeda dengan Charl yang terlihat sangat senang.
Sesaat bunyi ponsel Arman berbunyi, Arman pamit pulang dan mengangkat ponsel sambil berjalan. terlihat senyum seringai keluar dari sudut bibir Arman.
...
__ADS_1