Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
142


__ADS_3

Malam ini angin bertiup kencang, disertai suara petir dengan kilatan cahaya yang menyambar, tak ingin ketinggalan air hujan pun turun dengan derasnya, hampir satu jam namun hujan belum menunjukkan tanda-tanda mau mengakhiri.


sesaat kemudian Lampu pun padam, terdengar teriakan nyaring dari kamar mandi,


" kakak.... mengapa lampunya mati, gelap sekali di sini, toloin ambil baterai dari hp," ucap seorang perempuan muda yang sedang menuntaskan hajatnya di kamar mandi.


"haist... kemana lagi dia ah... aku tidak bisa melihat apapun, aku harus berusaha sendiri untuk keluar dari kamar mandi ini," gumamnya sambil berjalan dengan meraba dinding untuk mencari pintu.


Setelah sekian lama akhirnya gagang pintu ketemu juga, gadis itu membuka pintu dengan pelan, kemudian menyusuri tembok untuk mencari ranjang.


"Prank," terdengar bunyi benda jatuh akibat tertabrak tubuh Naura,


"Apa ini yang jatuh, awww.... ," tubuh Naura terhuyung dan terjatuh ke lantai, Naura melepas kaos yang dipakainya kemudian berusaha meraba telapak kakinya, ada pecahan kaca yang menancap di telapak kaki kakinya. setelah berusaha mencabut dan menutup luka dengan kaos tadi, Naura merangkak ke arah tengah, beruntung cahaya dari kilat sempat menerobos jendela sehingga dia bisa melihat posisi ranjang. setelah dirasa hampir sampai tubuhnya kembali menabrak sesuatu, dia kembali berteriak.


" Nau ini kakak, kenapa kamu merangkak?" sambil tangannya menggapai nakas untuk mengambil hp.

__ADS_1


sesaat kemudian mode senter menyala.


Dimas terkejut melihat keadaan istrinya yang setengah telanjang, dengan tatapan yang sulit diartikan mengarah ke bagian dua buah gunung kembar yang menggantung indah, Naura refleks meletakkan tangan ke dadanya.


satu detik...


dua detik ...


tiga detik...


Dimas langsung panik melihat kondisi istrinya.


"Ya Tuhan, Naura apa yang terjadi kenapa kakimu sampai seperti ini?" ucap Dimas yang langsung mengangkat Naura dan memindahkan ke atas ranjang.


Dengan bergegas Dimas membawa senter pada hp-nya berjalan menuju ke lemari pakaiannya untuk mengambil kaos dan mengambil kotak obat. Dengan langkah cepat dia memakaikan kaos bergambar siluet macan ke tubuh istrinya.

__ADS_1


" Ayo, kupakaikan baju, biar badanmu hangat dan tidak kedinginan." ucap Dimas takut kalau sampai istrinya masuk angin apalagi melihat kondisi sekarang bisa kebablasan karena melihat kemolekan tubuh istrinya. dengan telaten Dimas membersihkan pecahan kaca yang masih menancap di kaki Naura. setelah membersihkan luka, memberi obat dan membalut luka.


Walaupun sudah menikah secara sah secara agama namun mereka belum melakukan hubungan suami istri, Dimas ingin menunggu hingga istrinya lulus SMA terlebih dahulu.


Biarlah masa masa sekarang ibarat pacaran dan saling mengenal satu diantara mereka. begitu keyakinan Dimas terhadap Naura.


"Istirahatlah dulu cintaku, besok pagi baru kita periksakan kakimu," ucap Dimas sambil membelai rambut panjang Naura, kemudian mengecup kening, pipi dan tidak lupa ******* pada bibir padat dan penuh milik Naura.


###


"Varo, ayo kita menuju tempat yang ditunjukkan oleh Mr X. kemungkinan besar Arman bersembunyi di sana. paman sudah mengirim orang orang terbaik kita untuk mengawasi daerah itu," ucap Axel yang langsung menutup panggilan telepon pada keponakan nya.


Varo bergegas keluar rumah, tidak lupa membawa senjata dan memakai jaket kulit miliknya.


Varo menelpon David dan bodyguard nya agar segera berkumpul di markas yang terletak di sebelah rumah besar mansion milik Charles.

__ADS_1


__ADS_2