
Charl mengajak Lou makan malam. bukan makan malam tapi makan mendekati tengah malam. tanpa perbincangan, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri sendiri.
Lou menghabiskan makan dan masih pada posisi duduk di sebelah Charl. dia ingin menanyakan tentang pekerjaannya yang masih ambigu menurutnya.
"Charles, emm ... sebenarnya apa yang harus aku kerjakan sebagai asisten pribadimu, kalo tidak ada pekerjaan mending aku kembali bekerja di kafe." ucap Lou tertunduk.
"tugas utamamu sebagai Aspri adalah menjadi pendamping, mendukung, mempermudah dalam semua sisi kehidupanku. jawab Charl sambil menatap kesal ke arah Lou yang mengucapkan kata kembali ke kafe.
"dan tugas utamamu sekarang adalah ini," Charles mengangkat tubuh Lou yang berada di kursi dan membawanya naik menuju ke kamarnya tugas utamamu adalah di sini melayani ku sampai aku merasa puas, "ucap Charl dengan senyum jahilnya.
" gila kamu ya! tadi kan kita baru selesai melakukan olahraga, kenapa sekarang kita harus bermain olahraga lagi, tidak mau, mending sekarang kita tidur saja sudah sangat malam Charl, aku ngantuk sekali, kalo mau olahraga sana sendiri saja!" ucap Lou ketus.
Charles meletakkan tubuh Lou di ranjang diikuti dirinya yang memeluk erat Lou.
Loupun tidur dalam dekapan Charles hingga pagi menjelang hari.
Lou bangun dengan pelan takut membangunkan si singa tidur, bisa dicengkeram dan dilumat habis nanti dirinya. dia berjalan ke arah kamar mandi, setelah menguncir rambut panjangnya, dia mengendap-endap keluar dari kamar.
Ah, rasanya aku seperti maling saja, harus mengendap-endap keluar dari kamar.
Lou menyiapkan sarapan seperti biasa, hari ini menunya pancake dengan saus tiramisu. ia juga sudah membuatkan kopi untuk Charl dan dan air putih hangat untuk dirinya.
sudah pukul setengah tujuh pagi, tapi Charl belum bangun juga, Lou berniat membangunkan Charl untuk sarapan. Lou berjalan ke arah kamarnya, dia melihat Charl masih tidur dan bergelung dengan selimutnya.
Lou menggoyang tubuh Charl, setelah itu dia agak mundur, takut kalo Charl bangun dan menarik tubuhnya. Lou kembali menggoyang tubuh Charl dan diulang beberapa kali. namun Charl tidak bangun juga.
Charles sebenarnya sudah bangun, tapi dia berniat menggoda Louisa.
__ADS_1
Lou kembali mendekat dan menggoyang tubuh Charles, saat mau mundur tiba tiba tangan Charles menarik tangan Louisa sehingga tubuh Lou jatuh ke atas ranjang, lebih tepat lagi tubuh loh menindih tubuh Charles, dan disambut dengan senyum seringai dari mulut Charl yang penuh kemenangan, dan melanjutkan dengan olahraga pagi.
" aku membangunkan Charl seperti menggali kuburan sendiri."gumam Lou yang menyesal membangunkan macan tidur.
Hari Sabtu ini Lou kuliah siang, jadi dia akan ikut Charl ke kantor dulu baru siangnya kuliah.
Charles terlihat keluar dari kamar mandi dan Lou yang masih di atas ranjang hanya melihat sekilas. kemudian dia bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi yang kedua kalinya.
setelah keduanya rapi, mereka menuju ruang makan dan menghabiskan pancake dan kopi yang sudah dingin.
"Sebelum ke kantor kamu ikut denganku ke suatu tempat dulu," ucap Charl pada Lou yang hanya diam tak menjawab.
mobil yang mereka tumpangi berbelok arah dari jalan biasanya. setelah hampir setengah jam, mobil berhenti disebuah butik terkenal.
"mau apa kita ke sini kayaknya tidak ada acara kerja sama dengan sebuah butik deh," ucap lo membuka percakapan.
" kamu masih perlu baju lagi? bajumu di lemari sangat banyak ngapain beli lagi?" tanya Lou yang gagal paham.
"bukan buat aku Tapi buat kamu, lihat aja penampilanmu, seorang asisten direktur Perusahaan Beird Group memakai pakaian tidak pantas pakai ke kantor," ucap Charl yang memandang penampilan Lou yang hanya berkemeja putih dan rok sepan warna hitam, dan sepatu pantofel tanpa heels.
Seorang pelayan dan manager butik menghampiri mereka berdua," ada yang bisa saya bantu tuan? ucap manager butik pada Charl.
" Carikan beberapa pakaian kerja yang resmi untuknya!" ucap Charl menunjuk ke arah lou.
"Baik tuan, mari nona ikut saya memilih,"ajak pelayan itu ramah.
" kamu saja yang mencarikan pakaiannya, biar dia tetap di sini bersama saya," ucap Charl melarang Lou meninggalkannya.
__ADS_1
Manager menyuruh Pelayan itu mulai memilih beberapa pakaian, dan beberapa saat kemudian kembali dengan membawa beberapa pasang baju. Charles menyuruh Lou untuk mencoba semua baju itu di kamar pas dan menunjukkan kepada Charl.
setelah baju yang ke tujuh dicoba, Charl baru mengangguk dan menyuruh mendekat.hari ini kamu ke kantor pakai baju ini.
"mbak! tolong bungkus semua baju yang sudah dicoba nona ini, dan tolong antarkan ke alamat ini!" ucap Charl sambil mengeluarkan kartu debit miliknya. "oh iya satu lagi, tolong Carikan juga dua gaun pesta untuknya," ucap Charl menambahkan.
Charles melewati deretan gaun pengantin, dia berhenti sebentar kemudian melirik ke arah Lou yang sedari tadi hanya diam saja.
"Ayok kita mencoba baju pengantin ini! ajak Charl pada Lou yang menggelengkan kepalanya bertanda tidak mau. bukan Charl namanya kalau tidak bisa memaksakan kehendak.
Dia meminta pelayanan mendandani Louisa dan memakai gaun pengantin berwarna putih yang terbuat dari satin sutra dengan hiasan Payet mutiara nan indah.begitu juga Charl memakai jas pengantin warna putih.
Charles melihat Lou yang sudah berganti dengan gaun pengantin tanpa berkedip.
" Cantik sekali istriku," gumam Charles yang masih bisa di dengar oleh Lou dan si pelayan.
Charles mengambil ponselnya dan meminta sang manager untuk memfoto dirinya dan lou dengan beberapa pose.
*louisa pov
Charles bukan mengajak ke kantor tapi malah mengajak mampir ke butik dan memborong semua baju yang ku coba. aku bolak balik seperti setrika ganti pakaian sampai delapan kali dengan yang kupakai sekarang.
berapa uang yang dikeluarkan untuk membeli semua pakaian dan perlengkapan ini, Haish... pasti banyak sekali. horang kaya beli baju tanpa mikir dana mungkin.
lebih parah lagi saat melewati deretan gaun pengantin, dia menyuruhku mencoba gaun pengantin. aku menolak, tapi seperti biasa dia memaksaku juga, dan akhirnya aku memakainya juga gaun putih dengan Payet mutiara yang pas di badan, sangat cantik sekali.
dulu kubayangkan aku akan menikah di Altar memakai gaun pengantin berwarna putih dengan orang yang kucintai*.
__ADS_1
...