Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.7


__ADS_3

"Terimakasih, atas pertolongannya," ucap Naura sambil melepaskan diri dari rengkuhan orang tersebut.


Naura menatap seorang pemuda karismatik yang menolongnya,


" Kenalkan saya Reyhan Subroto," pemuda pendiam yang selama pesta berlangsung selalu melihat ke arah Naura.


"Saya Naura Beird, sekali lagi terimakasih telah menolong saya.


***


Pukul sepuluh malam Varo dan Naura pamit pulang terlebih dahulu, walaupun acara belum selesai, mengingat Naura belum mengerjakan PR dan juga mereka harus sekolah keesokan harinya.


Varo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena jalanan agak lengang, jadi dua puluh menit dia sudah sampai ke rumah.


Naura bergegas menuju kamarnya, secepatnya mengerjakan PR, jam dua belas malam baru selesai . setelah meregangkan otot tubuhnya, dia berjalan menuruni tangga menuju kulkas besar yang ada di dapur. Diambil botol air dingin dari dalam kulkas kemudian menuangkan ke dalam gelas, Nau duduk di kursi meja makan sambil menenggak habis air minum di gelas.


Melihat kamar Kak Varo masih terang Nau mengetuk pintu dan membuka gagang pintu.


"Kak, apa momy dan papi belum pulang, apa iya, pestanya belum selesai?"tanya Naura penasaran.


" Mungkin belum atau ada urusan lain, sana Kamu pergilah tidur dulu, agar besok tidak bangun kesiangan," ucap Varo pada adiknya yang sedari tadi sudah beberapa kali menguap.Naura mengangguk dan kembali menuju kamarnya.


...


Pukul dua dini hari hp Varo berdering, Varo yang baru tidur pukul setengah satu malam masih merasa ngantuk, tangannya meraba nakas untuk mengambil gawai yang terus berdering. dengan mata menyipit Varo berusaha memencet tombol hijau.

__ADS_1


"Halo,ini siapa?" tanya Varo yang menanyakan pemilik nomer baru yang menghubunginya dini hari begini.


Varo nampak sangat terkejut dengan berita yang di dengarnya dari orang yang tidak dikenal. Mata yang awalnya mengantuk langsung terbuka lebar. Varo berusaha mengambil nafas diantara pacuan detak jantung yang tiba tiba menggila.


Varo langsung menelpon nomer Papi, tapi tidak diangkat, kemudian menghubungi gawai momy juga tidak diangkat, peluh membanjiri dahi Varo, secepatnya dia menghubungi Om Axel menanyakan keberadaan Papi dan Momy.


Om Axel mengatakan kalau momy dan papi pulang pukul sebelas malam.


Varo semakin panik, kemudian dia menceritakan kejadian yang barusan terjadi.


"Ya sudah Om, Varo coba menuju rumah sakit yang disebutkan si penelpon," ucap Varo segera menyambar jaket dan keluar dari rumah menuju tempat yang disebutkan di penelfon.


Axel yang juga mengalami kepanikan segera menuju ke TKP setelahnya akan menuju rumah sakit yang disebutkan Varo.


Flashback on


"Halo,"sapa Varo setelah menekan tombol hijau.


Selamat malam, bisa bicara dengan keluarga dari bapak Charles?" ucapnya.


"Iya, saya anaknya, ada keperluan apa bapak menelfon malam malam?" tanya Varo


Mau menginformasikan, bahwa mobil yang beliau tumpangi mengalami kecelakaan di jalan karena tertabrak truk. sekarang dirawat di ICU rumah sakit permata.


"Terimakasih atas informasinya," tutup Varo yang panik, tapi akalnya masih berjalan.

__ADS_1


Varo tidak begitu saja percaya dengan berita yang di dengarnya karena sekarang banyak modus penipuan yang mengatas namakan seseorang yang mengalami kecelakaan. Secepatnya dia menghubungi gawai papi dan momy. setelah tidak diangkat, Varo baru menghubungi Axel.


flashback off


Varo benar benar merasa tidak tenang, saat sampai di lobi rumah sakit Varo langsung menghubungi bagian informasi dan menanyakan korban kecelakaan atas nama Charles dan Louisa.


Lurtutnya terasa lemas saat mendengar kedua orang tuanya sedang berada di ICU.


Varo berusaha menarik kakinya yang gemetar menuju ruang ICU.


"Momy," ucap Varo yang melihat Lou terbaring belum sadarkan diri, kakinya mendekati bed tempat momy terbaring, dahi Louisa sudah di perban begitu juga kakinya.


Varo mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan, tapi belum berhasil menemukan papinya.


"Mohon maaf apakah anda keluarga dari pasien bernama Charles Beird," tanya seorang lelaki berseragam putih.


"Iya, saya anak sulungnya,"


"Jadi begini, tuan Charles mengalami luka yang serius, harus secepatnya mendapatkan penanganan dari medis. beberapa tulang mengalami patah dan retak. jadi silahkan tanda tangan untuk penanganan selanjutnya.


"Lakukan yang terbaik untuk papi saya dok," ucap Varo sambil menandatangani persetujuan untuk operasi


###


Oh iya, novel "Sejuta pesona Nana" dah mulai up lagi, banyak eps yang sdh direvisi ( maklum awal belajar nulis jd tulisannya acak adul).

__ADS_1


mampir juga ke "bukan suami kontak"


jangan lupa tetep dukungannya berupa like, fav, komen, vote


__ADS_2