Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
delapan puluh


__ADS_3

lalu lalang orang yang berada disekitar seolah tidak mereka hiraukan. mereka berdua berjalan dengan tidak memperhatikan sekeliling, mata Charl hanya tertuju pada bola mata cantik milik Louisa.


Charles memasuki lift dan menekan tombol 17. sementara Lou masih dalam gendongannya.


"Lepaskan aku mas, aku bisa jalan sendiri," ucap Lou yang malu karena semua orang menatap ke arah mereka.


"Aku tidak mau melepaskanmu, sudah cukup waktu itu aku melepasmu, sayang," ucap Charles sambil mencium pucuk kepala Louisa.


Charles akhirnya sampai di kamar 1023. setelah memasukkan kartu, pintu pun terbuka dan Charl berjalan ke arah ranjang besar yang ada ada di tengah ruangan. Charles meletakkan Lou di atas ranjang.


"Sayang aku ingin mengganti honeymoon yang sempat tertunda, walaupun ini tidak mewakili tapi setidaknya kita akan memaksimalkan hasilnya. mari kita wujudkan keinginan Varo untuk mempunyai seorang adik perempuan." ucap Charles sambil menikmati bibir seksi milik istrinya.


***


"Apakah kamu sudah menemukan di mana keponakan sialan itu berada?" ucap seorang lelaki pada orang sewaannya yang duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Belum Tuan, keponakan tuan memang sempat berada di Surabaya selama setahun, kemudian dia menghilang tanpa kabar sejak tiga tahun lalu.


"Dia sempat bekerja di cafe, kuliah di universitas X, tapi setelah itu entah apa yang terjadi beritanya hilang,dia keluar dari kerjaan, kemudian keluar dari kampusnya juga. Oh iya tuan, nyonya Carissa Lutfiana sudah meninggal akibat kecelakaan tertabrak mobil. Jadi selama setahun di sana, nona Louisa tinggal sendiri."ucap orang itu memberikan penjelasan.


"Baguslah! Cari lagi sampai ketemu, aku tunggu kabar baiknya. sekarang pergilah dari hadapanku," ucap lelaki yang ingin secepatnya menemukan Louisa.


Lelaki yang sedang mencari Lou adalah paman Lou , Arman, lelaki yang ingin menguasai harta peninggalan ayah Louisa.


Arman membanting benda yang ada di hadapannya. hatinya kesal orang suruhannya yang hampir satu Minggu pencarian tapi belum bisa menemukan keberadaan Louisa.


***


Axel mengetuk pintu rumah, Alexa bergegas membuka pintu. Axel memeluk calon istrinya sambil mencium pucuk kepalanya, "Kamu sudah siap berangkat sayang, ayo kita berangkat, sini jagoan kecil biar om yang menggendongmu!" ucap Axel sambil menggendong keponakan barunya.


"Oh iya, dimana papa dan Mamahmu?" tanya Axel penasaran karena rumah terlihat sepi.

__ADS_1


"Biasa mereka sedang kencan, ini kan weekend jadi mereka pergi dinner berdua di luar," ucap Alexa menjelaskan.


Axel tersenyum mendengar cerita Alexa.


"orang tuamu romantis juga ya, sayang!"


ya sudah ayo Sekarang kita berangkat selalu terlalu malam kasihan juga dengan Fahrul Axel membuka pintu mobil untuk Alexa kemudian menyerahkan Varo untuk duduk dipangkuan Alexa. Setelah menutup pintu mobilnya Axel berjalan menuju ke pintu dekat kemudi, kemudian memasukinya.


mobil Axel berjalan menyusuri jalanan yang padat karena ini adalah malam Minggu mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan tepatnya ke toko perhiasan yang menyediakan cincin pernikahan.


Axel ingin memakaikan cincin itu pada hari Senin besok saat mendaftarkan pernikahannya ke catatan sipil. sehingga dia bisa menikmati kehidupan suami istri dengan Alexa sebelum resepsi pernikahan.


***


"sayang aku ingin lagi," ucap Charl pada istrinya yang sudah terlihat agak lelah.

__ADS_1


"Ayo, istirahat dulu, kita sudah berolahraga dua kali, jangan terlalu diforsir, nanti lagi! malam ini masih sangat panjang, sayang," ucap Lou. tapi seperti biasa Charl tidak bisa menahan diri.


" sekali lagi, habis itu kita istirahat, oke sayangku," ucap Char yang tangannya sudah merayap kemana mana, dan bibirnya juga sudah menyisir ke leher jenjang milik Louisa.


__ADS_2