
Charles POV ( point' of view)
semilir angin menerpa tubuh Charl yang berdiri kokoh. matanya menerawang jauh keawan awan yang nampak begitu pekat saat malam, hanya beberapa taburan bintang yang menghiasi. seperti malam sebelumnya dia mengalami insomnia ( sulit tidur). perasaan rindu pada istrinya benar benar menyiksanya. dulu kekasihnya pergi meninggalkan Charl sendiri. sekarang isteri dan anak yang sedang di kandungnya juga meninggalkan dirinya.
Dahulu saat Tiara meninggalkan diriku, maka aku akan melampiaskan pada ONS, tapi setelah kedatangan Lou dalam kehidupanku yang tergolong sebentar mampu mengubah kebiasaanku itu, aku mampu bertahan hingga saat ini. entahlah mengapa aku tidak berminat lagi untuk melakukannya.
sebenarnya pergi kemana kamu, Lou, pulanglah! aku benar-benar merindukanmu, sudah selama ini kamu pergi, apa kamu tidak merindukanku, apa sebegitu bencinya kamu padaku sampai tak ingin berjumpa dengan suamimu.
Charles masih terus berusaha mencari Lou sampai sekarang, apapun dia lakukan, baik lapor polisi bahkan sampai dicari ke tempat nenek yang mengusirnya, tapi tetap belum juga ditemukan.
"sembunyi di mana kamu Lou? mengapa seperti ditelan bumi saja"
Charles mengambil sebotol wine yang sering menemaninya saatalam seperti ini.
...
"Mah, aku berangkat dulu, jangan lupa jaga kesehatan dan istirahat yang baik, jangan sampai mamah sakit, aku akan menelpon kakak agar mau menjenguk mamah di sini." Ucap Alexa sambil mencium pipi kiri dan kanan mamahnya.
Alexa pergi keluar kota ditemani oleh Axel. Alexa merasa lebih nyaman dan save kalau Axel yang menemaninya, walaupun beda tempat bekerja tapi ia meminta pada kakaknya agar mengizinkan Axel ikut dengannya keluar kota.
Alexa tidak jadi kembali ke Aussie, dia menggantikan Charl yang tidak mau lagi bekerja di perusahaan Beird Group akibat kekecewaannya pada orang tuanya. dia tidak jadi menyelesaikan kuliah di Aussie. tapi menyelesaikan di universitas Airlangga.
"Axel ayo kita berangkat sekarang ke bandara, pesawat take off jam sembilan pagi, pertemuan dengan perusahaan Elang perkasa akan diadakan nanti siang pukul sebelas, jadi ayok buruan!" ucap Alexa sambil membuka pintu mobil, diikuti oleh Axel.
Axel langsung membuka pintu, kemudian membukakan pintu untuk kekasihnya. mereka saling berpegangan tangan kemudian masuk menuju ruang transit di bandara. setelah menunggu hampir sepuluh menit akhirnya panggilan untuk penumpang pesawat dengan tujuan penerbangan ke kota Semarang untuk masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Setelah perjalanan selama satu jam mereka akhirnya tiba di bandara Ahmad Yani Semarang. perwakilan dari perusahaan Elang perkasa sudah menjemputnya.
Axel melihat seseorang yang memegang kertas bertuliskan Alexa, dan mereka pun mendekati Lelaki itu.
"apakah anda nona Alexa?" sapa lelak yang memegang kertas.
"saya Andri, saya disuruh tuan Budiono untuk menjemput nona dan tuan, mari!" ucapnya lagi sambil berjalan menuju mobil yang terparkir di parkiran.
"terima kasih pak Andri," balas Alexa yang langsung masuk ke dalam mobil pribadi milik direktur. mobil melaju menembus kepadatan kota Semarang, mereka menuju ke kantor perusahaan tersebut.
mereka tiba di kantor setelah lima belas menit perjalanan dengan mobil mewah itu.
"selamat datang di perusahaan Elang Perkasa, bagaimana perjalananmu nona, apakah menyenangkan? tanya direktur utama yang menyambut kedatangan Alexa dan Axel.
"Terima kasih atas sambutannya pak Budi, perkenalkan ini adalah teman sekaligus asisten saya, ucap Alexa memperkenalkan Axel yang berada di sampingnya.
"Oh iya, mari ke ruang transit perusahaan, biar anda bisa istirahat sejenak dan menikmati hidangan sebelum kita mulai membicarakan tentang kerjasama kita." ucap pak Budi mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan.
Alexa sangat menikmati hidangan yang disajikan, dia mengingat ingat, rasa masakan yang sepertinya pernah ia rasakan. ia tersenyum kecut, mengingat kakak iparnya. ya... masak yang dia nikmati saat ini memang sangat mirip dengan masakan kakak iparnya.
" Pak Budi, masakan yang anda hidangkan sungguh enak. terima kasih, ini sungguh lezat," ucap Alexa yang hampir menangis mengingat kakak iparnya.
"Ah... nona Alexa terlalu memuji, ini hanya masakan Resto biasa, bukan resto bintang Lima.
"boleh saya tahu anda pesan di mana? biar Sebelum pulang nanti saya ingin mengunjunginya." pinta Alexa yang masih menyantap masakan di depannya.
__ADS_1
" ini masakan dari resto yang letaknya di sebelah kiri gedung ini." jawab pak Budi jujur.
Setelah beristirahat selama tiga puluh menit, mereka menuju ke ruang meeting. rencananya hari ini akan membahas proyek kerjasama pembangunan antara dua perusahaan. kemudian besok akan meninjau tempat dan hari ke tiga berniat pulang.
setelah selesai membicarakan rancangan proyek, Alexa berniat untuk ke hotel Oak tree, karena lebih dekat dengan kantor.
Saat keluar dari perkantoran, Alexa berniat mengunjungi, Resto yang tadi diceritakan oleh Pak Budi. "Axel kita mampir dulu ke restoran sebelah kiri dari gedung ini." pinta Alexa.
"baiklah sayang, apa kamu sudah lapar lagi?"tanya Axel sambil merapikan rambut kekasihnya.
"eh itu restonya, ternyata ramai sekali, ayo kita duduk dipojok ada dua tempat kosong!"
Susi datang dan menawarkan berbagai menu.
Mata Alexa menginginkan tumis kangkung seafood, nasi putih, rica ayam dan minumnya juz jambu, gulanya sedikit saja, eh .. Axel, kamu mau pesen apa." ucap Alexa dan bertanya juga pada Axel.
" samakan saja yang dengan pesananmu." sahut Axel.
setelah beberapa saat, datanglah Susi membawa pesanan ke meja Alexa.
"silahkan menikmati nona, tuan!
"Tante Cuci, ayo main tama Valo," panggil suara anak kecil yang suaranya masih cadel. dan menghampiri Susi.
"Eh ada Adek ganteng, ayok kita main di belakang ya!" balas Susi.
__ADS_1
tanpa sadar Alexa menoleh kearah suara, dia melihat seorang anak kecil, raut muka Alexa langsung berubah, Axel yang tahu hal itu pun langsung ikut menoleh pada anak kecil yang baru datang.