Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
empat puluh sembilan


__ADS_3

Aku menyayangi mamah dan aku juga mencintaimu, jadi aku tidak akan melepaskanmu juga.


pelayan datang membawa makanan yang sudah mereka pesan. Restoran ini sangat ramai pembeli, tapi pelayan sangat cepat dan profesional.


belum sempat Lou mencicipi makanan yang dipesan, perutnya sudah seperti diaduk aduk karena mual saat mencium bau makanan.


Louisa berjalan ke arah pelayan dan menanyakan letak toilet. setelah pelayan memberitahu letak toilet, Lou bergegas ke sana.


Sementara itu Charl yang melihat kondisi Lou berfikir kalo penyakit mag Lou kambuh karena hari ini terlambat makan siang. Charles mengikuti Lou menuju toilet, dia memegang tengkuk Lou sambil memijit mijitnya.


Lou mengeluarkan semua isi perutnya. tubuhnya rasanya lemas, di bersandar di dinding toilet. kemudian dengan dipapah oleh Charl ia kembali ke tempat duduk.


"Ya Tuhan, kamu kenapa Lou, apa perlu kita ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu, aku takut terjadi sesuatu padamu." ucap Charl yang masih kawatir melihat muka pucat Louisa.


Aku tidak papa Charl, mungkin hanya masuk angin saja, tidak perlu ke rumah sakit juga, jangan berlebihan deh," ucap Lou sambil mencoba tersenyum agar Charl tidak terlalu kawatir.


"Ayo coba makan lagi biar perutnya tidak kosong, kamu pingin makan apa?" tanya Charl mencoba menawarkan makanan.


"Aku ingin minum jeruk anget dan makan onigiri saja, aku tidak mau makan sushi, mungkin karena itu ikan mentah jadi tadi aku mual." Jawab Lou.

__ADS_1


saat Lou dan Charl makan, terlihat seorang perempuan cantik, dan sederhana masuk ke dalam resto tersebut, perempuan tersebut duduk tidak jauh dari meja Charl. terlihat perempuan itu memanggil waitres dan memesan makanan. perempuan itu berjalan ke arah thoilet. saat melewati meja Charl perempuan itu langsung memanggil namanya.


"Charles.... kamu ada di sini, ternyata kamu masih ingat tempat makan favorit kita, "ucap perempuan itu sambil tersenyum manja ke arah Charl.


Charles hanya mendengus kesal melihat kedatangan Tiara.


"Tiara, kami sudah selesai makan, kami duluan," ucap Charl sambil mengambil tangan Louisa Hendak membantu berdiri.


Spontan Tiara melihat ke arah perempuan yang dipegang tangannya oleh Charl.


' Kamu... Louisa kan, bagaimana bisa kamu bersama Charles," ucap Tiara setengah berteriak karena terkejut membuat pengunjung lain melihat ke arah mereka.


Lou juga sama terkejut dan kaget melihat peremuan yang mendatangi suaminya itu. "mbak Tiara," ucap Lou.


"Kenalkan Tiara, Louisa ini adalah istriku, kami sudah menikah hampir setengah tahun, sepertinya kalian sudah saling mengenal," ucap Charl.


"Apa... dia is... istrimu, tidak... tidak mungkin, kamu pasti bercanda kan, apa karena kamu ingin membalaskan perbuatan ku dulu sehingga kamu bersandiwara ?" Isak tangis dan air mata Tiara mulai berjatuhan.


"Maaf Tiara, aku sudah melupakanmu, sejak kepergianmu dahulu, sekarang lupakan aku, dan mulailah hidup baru dengan yang lain," ucap Charl dengan muka datar dan memeluk pinggang louisa.

__ADS_1


setelah menghabiskan makanannya, dan meninggalkan Tiara, Charl berencana pulang ke kantor, tapi melihat kondisi Lou, Charl lebih memilih mengantarkan istrinya pulang.


Charles berjalan dengan mobilnya dengan kecepatan rendah, Saat melewati rumah sakit Charl memarkirkan mobildi halaman rumah sakit.


"Ayo turun Lou, kau akan ku ajak menemui temanku," ajak Charl sambil memegang tangan istrinya untuk membantu turun dari mobil.


Lou mendengus kesal pada Charl, dia masih berpikir bahwa dia hanya masuk angin jadi tidak perlu ke rumah sakit.


Charles mengajak Lou masuk ke lobi rumah sakit, dan menuju ke lantai lima. disana dia menemui dokter Sarah yang merupakan teman saat SMA.


...


Sementara itu Axel masih berkutat dengan pekerjaannya, Alexa menemani Axel sambil berdiskusi tentang berkas yang berada di tangan Alexa, mereka duduk berdampingan.


sebenarnya Axel malah salah tingkah dengan posisi mereka. begitu juga dengan Alexa, tapi ia berusaha untuk menutupinya.


karena semakin lama semakin tidak karuan detak jantung keduanya, Alexa memutuskan berdiri dan ternyata Axel juga berpikiran demikian. sehingga saat Alexa berdiri Axel pun berdiri jadilah kepala Axel mengenai dagu Alexa, yang menyebabkan keseimbangan Alexa hilang dan terjatuh hampir mengenai sudut meja, kalau saja Axel tidak menangkapnya dengan cepat.


sekarang posisi tubuh Axel benar benar membuat sport jantungnya semakin kencang. tubuh Axel menempel tubuh Alexa tampaknya dengan tangan memegang pinggang Alexa.

__ADS_1


melihat bibir merah nan seksi Alexa membuat Axel gelap mata dan hilang kesadaran, bibirnya menempel di bibir Alexa kemudian mulai melumatnya.


...


__ADS_2