Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.14


__ADS_3

semakin hari kondisi charles semakin membaik, sekarang sudah bisa berbicara dengan lancar, bahkan sudah bisa bercanda dengan si kembar, sedikit demi sedikit mulai bisa menggerakkan kaki walaupun belum sepenuhnya bisa berjalan.


Varo seperti biasa masih sibuk mengurus perusahaan Papinya. setidaknya sekarang pikirannya lebih santai melihat kesembuhan papinya. Saking sibuknya kuliah dan bekerja sampai Varo lupa bersenang-senang atau sekedar dekat dengan perempuan.


Hari ini adalah jadwal dia meninjau lokasi yang akan di bangun sebuah resort yang letaknya di luar kota.


Varo berangkat pagi pagi sekali setelah menemui papi di rumah sakit, dia melajukan mobilnya menuju luar kota, dia ditemani oleh temannya semasa SMA yang juga berkuliah di tempat yang sama. David memang kuliah di tempat yang sama tapi mengambil jurusan yang berbeda, dia sering menemani Varo apabila pergi keluar kota, David mengemudikan mobil menembus jalanan yang semakin ramai aktivitas.


Hampir tiga jam perjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju. Terlihat Varo membuka pintu kemudian keluar dari mobil disusul oleh David, mereka berjalan ke sebuah lokasi bangunan yang sudah mulai dibangun. sampai di tempat yang dituju Varo menggunakan pengaman kepala kemudian menemui pak David dan bersalaman dengannya. pak David tidak datang sendiri, ia ditemani oleh anak perempuannya dan sekertaris pribadinya.


"Selamat pagi menjelang siang pak," sapa Varo dengan ramah.

__ADS_1


" Selamat pagi nak, bagaimana kabar papamu?" tanya pak David lebih lanjut.


"Kondisi Papi sudah lebih baik Tuan, tinggal pemulihan, mungkin tidak lama lagi akan terjun kembali ke dunia bisnis." jawab Varo


"Oh iya tuan, kenalkan ini rekan kerja saya, David juga namanya," ucap Varo yang diikuti dengan uluran tangan oleh David yang disambut oleh tuan David. kemudian David mengarahkan tangannya dan menjabat tangan Nia. matanya terus menatap wajah cantik Nia, sampai lupa melepaskan jabat tangannya.


"hm...hm...ternyata nama David cukup pasaran ya dan Syukurlah kalau Tuan Charles sudah sehat , oh iya, Nia ayo temani nak Varo berkeliling!" Perintah pak David pada putrinya yang hanya berdiri di sebelah ayahnya.


Pak David menerangkan tentang resort yang sudah mulai di bangun, Nia yang berada di sebelah Varo sering curi curi pandang.


"Ah... te ..terimakasih Varo," ucap Nia yang nafasnya tersengal karena kaget dan juga ketakutan dan senang juga dengan muka memerah.

__ADS_1


"kamu tidak papa Nia," tanya Varo pada Nia yang masih berada di atas tubuh Varo, kemudian perlahan bangkit dari atas badan Varo.


"Saya tidak apa-apa Varo, bagaimana keadaanmu?" tanya balik Nia.


David yang tadinya berada di samping Varo langsung membantu Varo berdiri dan juga Alvania, siku tangan Varo berdarah karena saat jatuh mengenai batu yang ada di sana.


"Nak Varo, bagaimana keadaanmu? terimakasih sudah menyelamatkan anak saya ? ya Tuhan syukurlah kalian berdua tidak kenapa," ucap tuan David yang langsung berlari saat melihat kliennya terjatuh karena menyelamatkan anaknya saat hampir kejatuhan batu bata.


"Saya tidak apa Tuan David, hanya luka tergores saja," jawab Varo sambil membersihkan pakaian yang terkena tanah.


"Randi siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang," perintah tuan David pada sekertaris pribadinya yang langsung menuju mobil yang tidak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


"Tidak usah tuan, saya benar - benar sehat, masa hanya luka lecet harus ke rumah sakit, saya kira untuk tinjauan lapangan hari ini sudah cukup, saya langsung permisi pulang," pamit Varo.


"Tapi... bener nak Varo tidak apa apa?" tanya Tuan David untuk meyakinkan.


__ADS_2