
"kak Dimas, pergi begini enaknya barengan. yuk Ajak Keke, Lusi, Faris dan Fatih juga, kan mainnya lebih seru!" usul Naura yang dicueki oleh Dimas.
" kalau bareng mereka yang ada kamu nimbrungnya sama mereka, aku dianggurin. pokoknya aku janji kamu nggak akan kesepian dan merasakan kencan kita ini sangat menyenangkan," ucap Dimas sambil mengemudi dengan tersenyum melihat Naura yang cemberut. tangan Dimas menghidupkan radio yang ada di depannya, terdengar alunan merdu penyanyi lawas marriah Carey.
***
Siang ini David mengajak Varo ke kafe tempat Sita bekerja, David menghampiri kerumah Varo, saat hendak menyentuh bel, Varo sudah keluar dari pintu dengan mengenakan kaos lengan pendek berkerah dan celana biru navy, terlihat sangat tampan dengan memakai topi warna hitam pula.
Mereka mengendarai Lamborghini sport milik David.
Aku juga mengajak Rafi dan Galang, biar suasana semakin rame dengan kehadiran mereka." ucap David yang masih serius mengemudi tanpa menoleh ke Varo..
Rafi dan Galang adalah sahabat Varo dan David sejak SMA tapi karena mereka kuliah di tempat yang berbeda jadi sangat sulit untuk sekedar berkumpul dengan teman-teman nya itu, kecuali memang saat libur weekend seperti ini.
Mobil David sudah terparkir dengan manis di tempat parkir cafe. Suasana kafe belum begitu ramai, Hari Minggu begini cafe buka jam sembilan kalau hari biasa buka jam sebelas. mereka mencari meja tempat Raffi dan Galang berada suasana sudah menunjukkan pukul 11.
__ADS_1
Varo dan David mengedarkan pandangannya terlihat hanya beberapa orang saja yang sudah duduk dan terlihat berpasangan. David dan Varo menuju lantai dua, David menunjuk meja Galang saat berhasil melihat temannya duduk di ruang privasi .
"Hai bro sudah datang dari tadi?" sapa David sambil bersalaman ala mereka.
"Nggak, kami juga barusan Sampai, belum sempat pesan juga," jawab Rafi yang melambaikan tangan pada pelayan.
"Haiii ...Varo si pangeran kampus, apa masih tetep jomblo nih ," sapa Galang dengan tersenyum mengejek yang diikuti tawa Rafi dan David.
"Ini namanya bijaksana bro, gak usah repot-repot cari pacar toh saatnya jodoh datang, dia pasti datang juga dengan sendirinya," ucap Varo santai yang langsung menduduki kursi sebelah Galang.
Pelayan datang menanyakan pesanan mereka berempat. setelah mencatat semua pesanan, pelayanan pergi untuk mengambilkan pesanan mereka.
Sepuluh menit berikutnya pesanan datang, pelayan yang tadi membawa pesanan mereka dibantu oleh Sita. David yang melihat Sita langsung menyapa dengan ramahnya
"Haiii Sita, aku bantuin ya!" ucap David yang ikut menghidangkan pesanan dari nampan yang dibawa Sita.
__ADS_1
"Terimakasih David, silahkan dinikmati pesanannya," balas Sita sambil berlalu menjauhi meja.
"Siapa Dia Vid, mangsa baru?" tanya Galang penasaran sambil menyeruput kopi latte di hadapannya.
"Gila lu memang gue singa, pakai mau memangsa segala, dia itu Teman kuliah satu jurusan dengan kita, dan kerja part time di sini, bagaimana cantik gak? tapi dianya agak jutek," jawab David.
"Gue ke toilet,dulu" pamit Varo pada teman temannya. setelah bertanya pada pelayan Akhirnya Varo Sampai di toilets.
Saat kembali dari toilet Varo melihat perempuan dengan tampilan glamor sedang memarahi pelayan, terlihat celana perempuan itu terkena tumpahan kopi.
"Plak " terdengar tamparan mengenai pelayan itu, manager kafe datang dengan cepat setelah teman pelayan itu memanggilnya. Sang manager segera minta maaf atas kelalaian pegawainya.
"pelanggan yang menyebalkan," gumam Varo dalam hatinya tapi saat pelayan itu berbalik Varo lebih terkejut lagi karena yang ditampar perempuan itu adalah Sita temannya kuliah.
...
__ADS_1