
Lou melangkahkan masuk dan mengamati seluruh bagian rumah yang ia tinggalkan tiga tahun lalu. ada perasaan aneh. ia teringat bagaimana dulu ia bisa masuk ke dalam rumah ini. Charles yang tahu kondisi istrinya langsung memeluknya dan mencium tengkuk istrinya.
"Aku sangat mencintaimu louisha, Aku sangat bersyukur engkau menjadi bagian dari hidupku, aku tidak akan menyia-nyiakan hidupmu, kurasa kehadiranmu adalah anugerah terindah dalam hidupku,"bisik Charl ditelinga lou.
Mendengar bisikan Charl, Lou merasa senang hingga tanpa disadari matanya mengeluarkan air mata bahagia ternyata sekarang benar-benar ada seorang lelaki yang begitu mencintainya dan begitu menghargainya, takdir Tuhan memang tidak ada yang pernah tahu seperti apa awalnya dan mau berakhir dengan kondisi seperti apa. biarlah waktu yang membuktikan semuanya.
louisa masih berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di rumah Charles, dia memandang dengan tatapan mengenang setiap perjalanan hidup yang ia jalani di rumah besar itu, rumah yang sudah ia tinggalkan 3 tahun, Charles masih setia mengikuti kemanapun kaki Lou melangkah dalam ruangan itu.
sementara itu si kecil masih berlari-lari dengan bik Siti. bik siti bisa langsung mengenal raut wajah Varo yang mirip Charles bisa dikatakan hampir sebelas duabelas dengan wajah tuannya itu.
Varo memang mudah bergaul dengan siapapun, dia bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun.
...
Charles menarik tubuh Lou menuju ke dalam kamarnya. kamar yang bernuansa sama seperti tida tahun lalu.
"kamu tahu istriku, aku bisa bertahan selama ini karena ada sesuatu yang engkau tinggalkan untukku, setiap saat aku akan selalu merasa bersamamu entah Kamu sengaja meninggalkannya atau tidak sengaja, tapi aku sangat bersyukur engkau meninggalkan benda itu di atas ranjang milikku." lou mengerutkan keningnya.
"benda apa yang kau maksud Charles?" tanya Lou penasaran.
" Lou apa kau masih ingat selendang ini? selendang yang selalu kau peluk dahulu," ucap Charl berusaha mengingatkan tentang seledang dan mengambil selendang itu dari atas ranjangnya.
__ADS_1
"saat engkau pergi dari rumah ini, aku hanya menemukan selendang ini di atas ranjang milikku , selendang yang selalu kau peluk saat tidur, kamu bilang bahwa itu adalah benda peninggalan dari ibumu." ucap Charl lagi.
"aku tidak pernah mencucinya selama ini, karena takut bau tubuhmu akan hilang bila dicuci," ucap Charl yang kini memeluk erat istrinya.
Charles memandang wajah louisa di hadapannya, ada tersirat rasa bahagia dari wajah Lou, Charl mengangkat dagu louisa kemudian mencium mesra bibir pink nan sexy itu dengan lembutnya. lama sekali mereka berciuman sampai nafas hampir habis, barulah mereka melepaskan ciuman itu. mereka berdua benar-benar saling merindukan.
Charles terus mencium bibir itu seolah ingin menebus waktu yang telah berlalu. tangan Charl pun mulai bergerilya pada tubuh istrinya.
dan siang itu mereka berolahraga di atas ranjang yang sama seperti tiga tahun yang lalu. sebenarnya kerinduan Charl belum terpenuhi ia masih ingin berolahraga, tapi suara Varo sudah terdengar memanggil momy Louisa.
"Sabar ya sayang, sekarang kita sudah punya sikecil, jadi tidak bisa sembarang waktu bisa olahraga," bisik Lou yang dibalas senyum kecil Charl.
"padahal aku belum puas memakanmu," ucap Charl dengan muka masam, Lou hanya terkekeh melihat penampakan suaminya.
Lou dengan cepat memakai baju yang tadi berserakan di lantai dan memberikan celana boxer milik Charl agar segera memakainya. setelah melihat Charl selesai berpakaian, Lou langsung membuka pintu.
"Anak momy bawa apa nih?" tanya Lou yang melihat Varo membawa sesuatu di tangannya.
" Valo bawa belalang momy, tadi bibik yang ajak Valo ke taman, telus Valo tangkap belalang," ucap Varo dengan wajah polos dan antusias bercerita pada momynya.
Lou aku besok akan mencarikan pengasuh untuk Varo. aku tak ingin kamu kelelahan mengasuh dan melalaikan tugas sebagai istri ku.
__ADS_1
"tidak usah,aku bisa menjaganya sendiri."
"tidak perlu Aku ingin merencanakan program membuat adik untuk Varo," ucap Charles yang diikuti kerelingan mata olehnya.
Charles mendekati Varo yang berada dalam pelukan momynya.
" Varo pingin punya adik? tanya Charl pada sikecil imut Varo
"Valo pingin punya adik perempuan papi,"
" kalo begitu Varo main dulu sama bik Siti dan mang Yadi ya." pinta Charl
"oke papy, tapi buatin adik perempuan buat Valo," ucap Varo beranjak turun dari gendongan momynya.
mata Louisa langsung membelalak mendengar percakapan ayah dan anak itu.
" hais... suamiku bener bener..dah," sambil menepuk jidat.
Charles berjalan ke arah pintu dan langsung menguncinya, dia mengeluarkan hp dan menelpon mang Yadi.
"Ayo Lou kita olahraga lagi," senyum charl mrngebang sambil menarik Lou ke arah kamar mandi.
__ADS_1
...