
Boy Swarez (25 tahun), pemuda tampan yang selalu dikelilingi banyak wanita cantik berkat pesona ketampananya itu bercita-cita menjadi Rocker terbaik dan terkenal sejagad raya.
Namun, Pemuda tampan ini sudah terlalu jauh tergelincir dalam dunia kemaksiatan dan semakin jauh dari sentuhan rohani.
Setiap malam Boy menghabiskan waktunya di Club bersama personil Bandnya yang tak lain adalah sahabat dekat sekaligus teman masa kecilnya (Andre ,Tony dan Ricco ).
Mereka berempat selalu berkumpul di Club untuk bersenang-senang dan bermabuk-mabukan hingga membuat kedua orang tua Boy semakin frustasi dengan kelakuan liar anaknya itu.
Seperti halnya malam ini, Mereka tengah asyik menenggak alkohol sambil manggut-manggut menikmati dentuman keras suara Distorsi dari musik cadas yang selalu menggema menyemarakan suasana Club malam.
"Lu kenapa, Bro ? kusut amat tuh muka ?" Sekilas Tony menepuk pelan bahu Boy karena merasa penasaran dengan ekspresi suram sahabatnya itu.
"Biasa Bro, Bokap ngoceh lagi.." Boy hanya menghela napas dengan raut wajah sengit.
"Santuy aja, Bro ! Nanti juga bakal adem sendiri kalo Batre nya udah habis..." Ricco hanya terkekeh dan mulai berceloteh dengan celaan khasnya.
"Hahaha..Lu kira Bokapnya Si Boy robot-robotan yang diem aja kalo batre nya udah habis....?" Seketika Tony tergelak dan terpingkal.
"Bukan robot, Bro ! Tapi, boneka yang ada diatas Dashboard mobil yang cuma bisa manggut-manggut dengerin Emaknya Si Boy ceramah..Hahaha " Andre tergelak menimpali ejekan Ricco dan Tonny.
__ADS_1
"Shitt, Damn you all ! Are you kidding me, Heh?
jangan kurang ajar sama Bokap gua ! Biarpun Dia banyak bacot, gua tetep hormat sama Dia..Shitt !" Tiba-tiba saja Boy berdiri dengan raut wajah murka sambil menunjuk wajah ketiga sahabatnya.
"Haih, Sorry Boy ! Kita-kita cuma becanda.." Andre langsung mencoba menenangkan murkanya Boy ketika melihat sahabatnya itu mendelik sengit menatapnya.
"Pake otak dong ! Sekali lagi kalian berani ngejek Bokap gua, Gua bakal hancurin kepala lu semua yang gak ada isinya itu.."Boy melempar gelas ditangannya hingga pecah berhamburan diatas meja lantas melangkah pergi dengan raut wajah sengit menahan amarahnya.
"Tumben tuh anak Sensi banget ? " Andre hanya menghela napas dan menggerutu.
"Kayaknya lagi banyak masalah, Bro.." Tonny ikut menghela napas panjang melihat Boy pergi dengan ekspresi sengit.
"Haiihh, Ckk.." Ricco hanya mendengus dan berdecak malas setelah sejenak berada dalam suasana tegang.
"Huuhfh, Mending gua pergi ke Studio daripada disini cuma bikin dongkol...."Sejenak Boy menghela napas lantas bergegas mengambil motornya diparkiran.
Boy Swarez visuall
__ADS_1
(gambar hanya pemanis)
*
*
Di Halte Bus Simpang jalan raya nampak berdiri seorang gadis berhijab terlihat tengah resah menunggu angkutan umum.
Dialah Siti Fatimah ( 22 tahun ), gadis cantik kembang kampung keturunan Betawi asli putri tunggal dari Babeh Jali seorang jawara yang sangat disegani diwilayahnya.
" Eni Angkot pade kemane sih ? Tumbenan amat lama lewatnye..?" Siti kembali menghela napas sambil terus memperhatikan jalan raya yang terlihat becek dan tidak terlalu ramai itu.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya yang ditunggu pun tiba dan Siti bergegas melambaikan tangan memberi isyarat namun angkutan umum itu tak berhenti bahkan malah semakin melaju cepat.
"Huft, penuh lagi tuh angkot..? Babeh bisa ngadat nih kalo Aye ampe telat balik..issh"
"Aiih, Mane langit makin item ? bisa keburu ujan nih.." Sejenak Siti menengadah menatap langit malam yang semakin mendung sambil tetap memperhatikan jalan raya yang masih saja tak menunjukan tanda-tanda Angkutan Umum yang datang.
__ADS_1
SITI FATIMAH VISUAL
(gambar hanya pemanis )