SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Malam Seru


__ADS_3

Semua karyawan bersiap pulang setelah merapikan semua peralatan tempur mereka dan Bagas pun sudah mengunci Rolling Door.


Mereka pun mulai berpisah di halaman parkiran namun kedatangan 3 orang lelaki berpenampilan Badboy membuat mereka kembali berkumpul karna ketiga orang itu langsung berteriak memaki-maki Leon.


"Lu harus balik lagi sama kita !


tempat lu bukan disini ,Bro ! "Seorang lelaki bertubuh tinggi mencengkram kerah baju Leon.


"Sorry gua gak bisa..."Leon terlihat masih tenang berusaha sabar menghadapi mantan anak buahnya yang sedang kesal karna ditinggalkan begitu saja tanpa ada kabar.


"jangan egois Lu ! kita ini satu team , jangan mau enak sendiri ! lu ninggalin kita-kita tanpa ada kepastian..heh ? "


"Bugh..."Satu pukulan mendarat diperut Leon.


"Ka Leon ? "Kartika terkejut melihat kakanya hanya diam tanpa melakukan perlawanan.


Bagas, Angga dan Made terlihat mengepalkan tangan nya sudah siap maju menghadang mereka namun Boy memberi isyarat supaya mereka tetap diam ditempat.


Halimah dan Ayu melangkah mundur menarik Kartika untuk menjauh dari situasi tegang itu.


"Kalian ada perlu apa datang kemari ? Maaf Caffe nya sudah tutup..."Boy melenggang santai tersenyum tenang menyapa mereka.


"gua cuma punya urusan sama si Leon.. Lu jangan ikut campur..."Satu pemuda disisi kiri Leon menghadang langkah Boy.


"gua harus ikut campur karna Si Leon karyawan gua..."Boy kembali tersenyum kecil berjalan melewatinya sambil membenturkan bahu nya seakan menantang lelaki itu.


"Will ? "Leon mengisyaratkan agar Boy menjauh dan tak ikut campur.


"Kasih gua kesenangan yah..gua lagi pengen senang-senang..."Bisik Boy tersenyum menyeringai dengan tatapan yang membuat Leon bergidik ngeri.


"Astaga..maksudnya apa ? "Leon seketika terdiam melihat Boy mulai serius.


"Gawat ! kayak nya si willy emang sengaja pengen duel ? " Bagas berdecak kesal melihat Boy malah memperkeruh suasana.


"Gua yang nyuruh si Leon kerja disini.. Dan kalo lu semua gak suka sama keputusan gua ,Silahkan kalo mau marah sama gua aja..."Boy mendorong paksa lelaki yang sedang mencengkram Leon.


"jadi kalian mau terima keputusan Leon atau mau tetap maksa dia keluar dari sini ? "Boy menunjuk wajah mereka satu persatu.


"Kalian bakal nyesel kalo maksa dia keluar dari sini..."Boy tertawa renyah namun seringai diwajahnya seakan mengisyarat kan kesiapan nya untuk berduel.


"Banyak bacot..." BUGH..."Satu pukulan mendarat tepat diwajah Boy hingga membuat tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang.


"Willy ? "Leon bergegas menyambar tubuh Boy namun Boy malah mengangkat sebelah tangan menyuruh Leon tetap diam.


"Time to party...."Boy mendengus tersenyum tipis melangkah cepat menghampiri ketiga lelaki itu.


"heh ? Dia malah senyum ? astaga kayak psikopat aja ?" Leon makin bergidik melihat seringai wajah Boy.


"Come on ,Honey ! "Boy langsung melompat menerjang satu lelaki yang berdiri dihadapan Leon menghadiahkan sebuah bogeman keras yang mendarat tepat diwajahnya hingga lelaki itu terpelanting kebelakang.


"Wake Up ! lets playing..."Boy melepas satu tendangan diperut lelaki itu hingga tak sempat bangkit dan menyerang balik.


"Your's Next..."Boy menunjuk dua temannya yang sudah siap menyerang.


"Bangsaaaddd..."Lelaki yang memegang sepotong kayu maju terlebih dulu disusul temannya yang berlarian siap melepas bogeman terbaik mereka.


"Awas Will..."Pekik Bagas.


"Loosers..."Boy tersenyum kecil lantas memutar tubuh nya menghindari sabetan Kayu balok diatas kepala nya.


"DuK...Brakk..." Boy sedikit memiringkan badannya lantas melepas tendangan keras kearah kaki lelaki yang memegang Kayu dan melepas Satu pukulan keras tepat di perut lelaki yang berada dibelakangnya.


"BUGH...BUGH..."Dua pukulan keras dilayangkan Boy tepat mengenai perutnya hingga lelaki itu tertunduk meringis memegangi perutnya.


"Not bad ? "Boy melepas satu tendangan keras dipinggang lelaki yang terjatuh namun tetap memegangi kayu nya.


"Astaga ! Ternyata Si Willy mengerikan kalo lagi marah.." Bagas terperangah ,begitupun semua orang yang berada ditempat itu.


"ternyata dia gak omong kosong..." Leon tersenyum kecil melihat Boy malah menikmati perkelahiannya.


"Udah Will..! jangan bikin temen-temen gua babak belur ! mereka bukan tandingan lu.."Leon menepuk bahu Boy mencoba menghentikan amukan Bos nya itu.


"Are you serious ? Im still wanna Plays.."Boy terkekeh mengejek Leon.


"Haiisshh...Ketawa lu serem Will.."Leon berdesis malas sambil mengusap perutnya yang masih terasa sakit.


"Sebaiknya kalian balik ! Kalian gak pernah bisa ngalahin gua kan ? Apa lagi ngalahin Si Willy..."Leon menatap serius kearah teman-temannya yang sedang berusaha berdiri.

__ADS_1


"itu pujian ? "Boy terkekeh melirik Leon.


"Nanti kita bicarakan di markas ! sekarang lu semua mending pulang aja ! "Tegas Leon.


"Tapi bro ?


"Pulang ! "Pekik Leon membulatkan mata nya membuat ketiga lelaki itu terlihat pasrah dan bergegas pergi dengan raut wajah kecewa.


"anak buah lu lucu-lucu , Bro.."Boy kembali terkekeh mengejek Leon.


"Haissh..Mereka itu berpengalaman cuma kurang berbakat sama beladiri..."Leon hanya mendengus mendengar ejekan Boy.


"Si Willy ternyata bisa duel ? pantes aja bisa akrab sama kaka.." Kartika nampak menghela napas lega.


"Lu anter ade gua pulang ,Made ! gua ada urusan sebentar.."Leon melemparkan kunci motornya kearah Made.


"Of course ,kaka ipar...hihihi.."Made mendadak sumringah.sementara Kartika mendelik sinis.


"Thanks Bro..gua cabut dulu mau ngobrol sekalian liat keadaan mereka.."Leon menepuk bahu Boy lantas berlalu tanpa menunggu jawaban Boy.


"Bubar bubar bubar..tontonan nya udah selesai hihihi.."Bagas terkekeh lantas menghampiri Boy.


"Bos gua emang keren..." Angga tersenyum tipis memperhatikan Boy.


"lu anterin ade gua pulang , tapi jangan macem-macem ! "Bagas membulatkan matanya menatap Angga.


"Serius ? "Angga mendadak antusias melirik ke arah Ayu.


"Hemmm...


"mimpi apa gua ? akhirnya dapat restu dari kaka ipar ..hihihi.."Angga langsung menghampiri Ayu.


"Kita ngopi dulu yuk dirumah Halimah ! ada yang mau gua obrolin.."Bisik Bagas menarik paksa Boy agar segera naik motornya.


Pada akhirnya semua mulai berpencar pulang kerumahnya masing-masing setelah sedikit terhambat oleh drama jalanan yang mempertontonkan sisi lain Bos mereka yang senang berkelahi.


💕


Setiba nya di Kost an Halimah Boy langsung merebahkan diri diatas kursi kayu ,Sementara Bagas menemani Halimah membuat minuman.


"Gua gak nyangka ternyata Bos gua bisa duel kayak gitu ? mirip film jepang yang hobby berantem itu.."Bagas terkekeh sambil meletakan 3 gelas minuman.


"sekarang gua ngerti kenapa lu bisa akrab sama si Leon.."Bagas tersenyum tipis menyadari sesuatu.


"kalian kayak baru liat orang berantem aja sih? "Boy menyambar minumannya lantas menenggaknya tanpa peduli celotehan Bagas.


"Dulu sih Aye sering liat orang latihan silat tapi gak pernah liat orang berantem beneran.."Halimah nampak tersenyum mengingat masa-masa remaja nya.


"Silat ? "Boy mengkernyitkan dahi.


"Hemm..almarhum engkong itu punya banyak murid Ka , jadi Aye sering liat mereka latihan..


"O" Boy hanya membulatkan bibirnya.


"berarti kamu juga bisa bela diri dong ? "Bagas mendadak penasaran.


"Aye gak suka berantem , Ka ! Aye cuma sering nonton CiCi latihan..


"Cici ? sepupu lu itu ? "Cecar Bagas.


"Hemm..Kalo dia emang suka latihan silat katanya itung-itung olahraga..


"keren dong ?


"ya iyalah..pokok nya orang gak bakal nyangka kalo liat CiCi yang kalem itu bisa mendadak brutal kalo lagi latihan Silat..."Halimah tersenyum bangga dan antusias menceritakan saudara sepupunya.


"Gua jadi penasaran sama yang namanya Cici itu ...?" Boy tersenyum tipis mendengar cerita Halimah yang membanggakan Saudara nya.


"O ya , tadi lu mau ngomong apa , Gas ? "Boy menyelak cerita Halimah.


"enggh ..anu Bos.."Seketika Bagas jadi gugup dan panik.


"Apa sih ? "Boy jadi penasaran melihat tingkah gugup Bagas.


"Gua pengen lu jadi Saksi Bos.."


"Saksi ? " Boy dan Halimah merasa heran dengan permintaan Bagas.

__ADS_1


Bagas menghela napas lantas merogoh sebuah Cincin dari dalam saku celana nya.


"Gua pengen elu jadi saksi Gua melamar Halimah malam ini juga..."Bagas menatap serius kearah Boy lantas beralih menghadap Halimah dengan begitu cepat.


"Maaf kalo aku gak sempet basa-basi !


Maaf kalo aku gak romantis ..Tapi aku yakin kamu tau aku serius sama keinginan aku...


..Maafin aku..Aku bingung harus melamar kamu kemana karna aku tau kamu yatim piatu makanya aku minta Willy buat jadi saksi kita..


" Will you Marry Me ? I want you be my Wife ..I promise, you will never lose me forever ,just stand by my side.. "Bagas menyodorkan sebuah Cincin kehadapan Halimah yang terlihat begitu terkejut menutup mulutnya yang mengangga dengan kedua tangannya.


seketika Boy pun tersenyum senang melihat adegan dadakan yang dilakukan Bagas.


"Ka Bagas ? "


Halimah masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi dihadapannya hingga mulutnya seakan sulit untuk bicara.


"Will you..? "Bagas semakin mengiba.


"Huuuhfh..."Halimah menghela napas berusaha menetralkan debaran jantungnya yang mendadak seperti Qosidahan emak-emak komplek.


"Ka Bagas yakin ? "Halimah mulai bersuara seraya menelisik keseriusan diwajah Bagas.


"Sure..."Bagas menganggukan kepalanya penuh keyakinan.


"Aye belum bisa jawab apa-apa Ka..Tapi ..


Kalau Kaka mau serius sama imah sebaiknya datang kerumah imah ketemu sama Kaka nya almarhum engkong...


"Heh ? Maksudnya ? "Bagas mendadak pias.


"Gua siap bantu , Gas ! "Boy menyelak mencoba menyemangati Bagas.


"Huuuhfh..."Bagas menghela napas begitu dalam dengan raut wajah kecewa dan mulai menundukan kepalanya.


"Aye terima kok , Ka..."Ucap Halimah tersenyum tipis melihat raut wajah pucat Bagas.


"Serius ? "Bagas mendadak sumringah.


"Hemm..."Halimah menganggukan kepalanya.


"Tapi...Ka Bagas harus kejakarta buat minta izin dulu...


"DEAL...i do anything for you..."Bagas langsung menyambar tangan Halimah dan memasukan cincin dijemari manisnya tanpa peduli pada Halimah yang kaget dan gugup.


"Ka Bagas ?


"i love you Halimaaaaahhh..."Bagas mengangkat kedua tangan nya keatas meluapkan kelegaan dan kebahagiaannya.


Sementara Halimah terkekeh melihat tingkah Bagas yang terlihat berlebihan.


"selamet ya Bro ! inget yah ini baru langkah awal ! Jangan coba-coba mesra-mesraan sebelum dapet izin dari mertua sama KUA..."Boy berniat bersalaman namun Bagas malah memeluknya meluapkan kebahagiaannya.


"Haisshh...


"Makasih Ka ? Aye gak nyangka Ka Bagas mau melamar yatim piatu ini ? semoga aja kita emang berjodoh karna Aye yakin Ka Bagas emang calon suami yang baik..." Halimah tersenyum tipis melihat Bagas memeluk erat Boy yang terlihat kewalahan dan kesal.


"Cekrek " Halimah mengambil Fhoto dua lelaki yang sedang berpelukan dihadapannya dan mengambil fhoto Cincin yang menempel dijemari manisnya lantas mengirimnya melalui Chatt.


Tak menunggu waktu lama ponsel halimah pun langsung berdering.


"HALIMAAAAHHHH...? "Terdengar suara teriakan seorang gadis diujung telepon karna Halimah lupa mematikan Mode loudspeaker.


Boy mendadak mematung mendengar suara gadis diponsel halimah.


"Lu jadi juga dilamar sama temen kerja lu itu ? "Suara gadis diujung telpon itu terdengar begitu bahagia dan antusias.


"Iya Ci..nih orang nya masih ada didepan gua.."Halimah terkekeh mendengar suara sepupunya yang terdengar begitu antusias.


"Alhamdulillah..Cici harus laporan nih sama si engkong..hihihi.."


"Hallo..kamu sepupunya Halimah kan ? kenalin gua Bagas calon suaminya..."Bagas menyelak mendekatkan mulutnya ke ponsel hingga membuat Halimah terpaksa menaruh ponselnya diatas meja.


"eh..iya .. Salam kenal calon adik ipar..asalamu alaikum.."


"Alaikum Salam..."Jawab Bagas dan Halimah kompak namun seketika mereka terkejut karna Ponsel nya direbut oleh Boy.

__ADS_1


"SAYANG..ABANG KANGEN..!!!


"Tuuuutttt....."Boy mematikan ponselnya secara sepihak setelah mengucapkan kalimat yang membuat Bagas dan Halimah seketika terbelalak dengan mulut menganga.


__ADS_2