SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Tumbang


__ADS_3

Pada akhirnya Siti dan kong Mamat ikut pergi mencari Boy bersama ketiga sahabatnya.


Setelah menempuh 45 Menit perjalanan Via Jalan Tol, Mereka tiba diparkiran yang berada tepat dipesisir Pantai.


"Gila, Harga tiketnya murah amat ? " Tonny terkekeh mengingat transaksinya dipintu masuk Pantai.


"Namanya juga kawasan hiburan rakyat,Bro !


"Haish, Berisik Setan ! Fokus saja cari Si Kunyuk ! Jangan ngoceh melulu.."Ricco menyelak obrolan Unfaedah yang tidak tepat dengan situasi dan kondisi mereka saat ini.


Sementara Siti sudah terlihat mengedarkan pandangannya kesekeliling pinggiran pantai mencari keberadaan Boy.


"Kita berpencar saja ! Gua sama Andre nyari disekitar sana..."Tonny menunjuk area hiburan dan Caffe.


"Hem, Gua ke arah Sana..."Ricco menunjuk area pinggiran Pantai.


Sementara Siti sudah terlebih dahulu berjalan menyusuri pinggiran pantai tanpa banyak berbasa-basi pada mereka.


Gadis manis yang sedang dilanda kecemasan itu terlihat begitu serius mengedarkan pandangannya ke segala penjuru terutama bagian pesisir pantai dan area pepohonan kelapa yang berjejer disekitar pantai.


"Elu memang enggak salah pilih, Boy ! "Ricco sedikit tersenyum kagum saat melihat Siti begitu mengkhawatirkan Sahabatnya.


"Engkong tunggu disini saja ! Biar saya yang temenin Siti..."Ricco lantas berjalan menyusul Siti.


Kong Mamat hanya tersenyum tipis melihat Ricco berlarian mengejar Siti.


"Tiga Begajulan entu emang kagak gablek Adab, Tapi Die pade bisa kompak kalo lagi ada dikondisi genting.."


Andre dan Tonny nampak berkeliling sambil mengedarkan pandangannya kesemua penjuru berharap menemukan sahabatnya.


"Ada untungnya juga kita nyari si Boy disini.."


"Maksud Lu apa ?


"Kita bisa sekalian uci mata, Bro ! "Tonny terkekeh melirik beberapa gadis yang sedang bermain air dipinggir pantai.


" Plak.."Tonny meringis kesakitan saat kepalanya mendapat hadiah satu pukulan dari Andre.


"Gua laporin sama Tania, Nih !


"Haishh, Enak aja lu mau jelekin gua didepan Tania ? Yang ada lu malah manfaatin peluang..."


"Tuk..."Andre kembali mendaratkan satu jitakan tepat ditempat tadi dia memukul kepala Tonny.

__ADS_1


"Haish, Sakit Ogeb..."


"Gua enggak bakal nikung temen sendiri, Tapi Gua enggak suka punya temen yang jelalatan.


"iya iya iya, Haiish.."


"Kita fokus cari Si Kunyik lagi, Enggak usah mikirin yang aneh-aneh !


"Hemm..


Mereka lantas kembali melayangkan pandangannya kesekitar pinggiran pantai mencari keberadaan Boy.


Sementara pada arah yang berlawanan, Ricco dan Siti nampak begitu fokus dan serius memperhatikan setiap Area dipinggiran pantai.


"Bang Boy ? "Kedua mata Siti menatap lurus kearah seorang pemuda yang terduduk lesu bersandar dibatang pohon kelapa.


Seketika Ricco mengikuti arah pandangan Siti dan mendadak terkejut sekaligus lega saat melihat sahabatnya yang terlihat begitu kusut bahkan masih mengenakan pakaian pasien sedang termenung dibawah pohon kelapa.


"Bang ? Bang Boy..."Siti lantas bergegas berjalan cepat menghampiri Boy.


"Siti ? Apa Gua lagi mimpi ? " Boy memutar kepalanya saat mendengar suara Siti.


"Bang ? Hos..hosss.."Napas Siti tersengal-sengal karena berlarian menghampiri Boy.


"Kenapa Elu bisa ada disini ? "Boy merasa heran saat melihat raut wajah Siti yang terlihat begitu sendu.


"Abang jangan kayak gini ! Semua orang khawatir sama Abang..."Siti menghela napas panjang saat pemuda yang terlihat begitu kusam tengah menengadah menatap dirinya.


Seketika Ricco menghentikan langkahnya mencoba memberi mereka waktu untuk berbicara berdua.


Boy yang semula heran mendapati Siti berdiri dihadapannya kini mulai menyadari alasannya saat melihat keberadaan Ricco yang berdiri beberapa meter dibelakang Siti.


"Elu nyariin Gua ?


"iye Bang, Aye kemari sama Engkong juga.."


"Heh ? Engkong ?


Sekilas Boy tersenyum tipis saat mengetahui Kong Mamat ikut mencarinya.


"Apa Abang selalu begini ? "Siti lantas ikut duduk diatas pasir tepat disebelah kiri Boy.


"Maksudnya ?

__ADS_1


"kalo emang Abang punya masalah, Tolong jangan menyiksa diri sendiri ! Semua orang bakal khawatir sama Abang...


Termasuk Aye...." Siti terlihat begitu sedih namun berusaha tetap tenang seraya menatap hamparan laut dihadapannya.


Boy merasa sangat bersalah saat melihat Siti begitu sedih hingga gurat kecemasannya begitu terlihat akibat kelakuan konyolnya itu.


"Maafin Gua, Siti ! Gua enggak bermaksud kabur dari klinik, Gua cuma pengen mastiin kondisi Elu, Gua benar-benar takut kalau sampai Babeh Jali marah sama Elu.."


"Jadi bener waktu subuh tadi, Bang Boy dateng Ke Mushola ?


"Huuhfh.. "Boy menghela napas panjang seraya menelisik raut wajah Siti.


"Ya, Gua enggak bisa tenang sebelum lihat keadaan Elu, Tapi Gua enggak bisa datang secara terang-terangan karena ada Babeh sama Engkong...."


"Tapi pan Abang masih sakit ? Sekarang aje muka Abang masih pucet banget ?


"Rasa sakit ini enggak seberapa kalau dibandingkan sama kekhawatiran Gua sewaktu mikirin keadaan elu..


"Gua takut Babeh Jali bertindak kasar sama Elu, Makanya gua maksain datang lihat Kondisi Elu.."


"Maafin Aye, Bang ! Maafin Babeh juga.."Kedua mata Siti nampak berkaca-kaca hingga wajahnya terlihat memerah.


"No Babe ! No !


Elu jangan minta maaf sama Gua ! Semua ini hanya sebagian kecil dari konsekuensi hubungan kita, Dan Gua malah semakin semangat memperjuangkannya.."


Boy tersenyum kecil seolah merasa tegar demi menenangkan Siti, meskipun sebenarnya Dia merasakan kesedihan dihatinya.


"Makasih ye, Bang !


Aye mangkin percaya sama keseriusan Abang, Aye cuman bida berharap Abang tetep bisa sabar ngadepin kelakuan Babeh..."


Aye juga nungguin Abang, Kok.."Siti tersenyum tipis melihat Boy yang mendadak ceria dan tersenyum lebar menatapnya.


"Nah ini dia, Senyuman manis ini yang bikin Gua selalu kangen sama elu, Siti..."


Boy lantas mencoba berdiri sambil berpegangan pada batang pohon kelapa untuk menopang tubuhnya yang terasa gemetar dan lemah.


Namun ketika tubuhnya hampir berhasil tegak berdiri, tiba-tiba kedua matanya terasa gelap dan kepalanya terasa pusing hingga tubuhnya kembali merosot terjatuh kedalam dekapan Siti yang mendadak terkesiap dan sigap menangkap tubuh Boy.


"Bang Boy ? "Siti berusaha menahan tubuh Boy yang terhempas dan hampir terjatuh keatas pasir.


"Bang ? Bang ? Astagfirullah..? "Sudah pasti Siti menjadi panik dan kebingungan melihat Boy terjatuh dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2