
Boy benar-benar memanfaatkan peluang yang diberikan Siti dan berhasil membuat istrinya semalaman berada dikamar hotel tanpa ada kegiatan diluar yang bisa mengurangi waktu kebersamaan mereka.
Dan Siang ini mereka langsung menuju Bandara setelah berpamitan pada Halimah dan Bagas serta menitipkan barang-barang mereka untuk dikirim Via ekspedisi.
Hanya butuh waktu Satu setengah Jam Penerbangan dari Bandara Ngurah rai ,Bali menuju Bandara Hussein Sastra negara, Bandung dan ditambah perjalanan darat setengah Jam Mereka akhirnya tiba dirumah ustad Bayhaqqi tanpa ada kendala macet karna jalanan disiang hari cukup lengang.
Suasana yang berbeda tentu mereka rasakan setelah tiga hari menikmati angin Pantai kini tubuh mereka disambut sejuknya angin pegunungan.
"Lama lu ..."Sambutan ketus dari mulut Ricco membuat semua orang yang berada diruangan itu terkekeh.
"maklum aja De ,namanya juga pengantin baru..."Ejek Fahri.
"Makanya kalian buruan Nikah biar tau rasanya..."Bunda Zahwa ikut menyelak.
"Bener tuh..."Om Haqqi ikut angkat suara.
"Nah Kan ! Mamam tuh ! "Boy malah tergelak melihat Fahri dan Ricco mendengus kesal.
"Baccooottt "Ketus Ricco sengit.
"Fatih ! Kamu tuh kalo ngomong gak pernah sopan ,padahal Si Boy itukan calon kaka ipar kamu.."Bunda Zahwa mengintimidasi Ricco.
"Males Bun..Justru Dia yang bikin aku jadi kayak gini.."Ricco mencebik sambil memutar bola matanya.
"Bohong Tante ! Dia tuh paling error..hahaha..
"Halaahh...Lu berdua sama aja "Ketus Fahri.
"By the way ,Tiga hari di Bali jalan kemana aja?
"Gak kemana-mana ! Cuma ngurusin kerjaan aja yang sempet tertunda.."
"Kirain abis Honeymoon ?
__ADS_1
"Sambil menyelam minum kopi...hihihi "
Kerja sambil KERJA AHH....hihihi..
Obrolan mereka membuat Siti hanya bisa diam tak berani angkat suara meladeni kekonyolan suaminya dan memutuskan memisahkan diri bersama Bunda Zahwa.
Bayhaqqi dan Boy akhirnya memulai diskusi mereka perihal perkembangan dari pembangunan pesantren yang sedang berjalan.
"Menurut perhitungan saya butuh waktu satu bulan buat finishing ,Boy ! mungkin juga bisa lebih.."Ujar Haqqi seraya memperlihat kan fhoto-fhoto dan laporan operasional dilayar laptopnya.
"Kok bisa lama ya ?
"Cuaca nya lagi gak mendukung ! Om terpaksa stop dulu tiap kali hujan badai...Maklum lah pemborong nya kan masih kelas bawah jadi minim alat menghadapi cuaca ekstrim.
"Ada tambahan biaya gak om ? tentunya perubahan target pasti berimbas sama budget operasional ?
"Sesuai kontrak kerja aja ! Mereka gak minta tambahan biaya yang berlebihan kok selain printilan yang memang terpaksa harus diurus akibat target yang molor..."
"insyaAllah cukup kalo cuma buat biaya pembangunan..Smoga aja cuaca nya bersahabat..hihihi..a
"Alhamdulillah...Aamiin..
Fahri dan Ricco hanya terdiam menyimak diskusi antara Boy dan Ayah mereka tanpa berani angkat suara karna tak mau dilibatkan dalam urusan mereka meskipun sang ayah akan menyerahkan tanggung jawab pada salah satu diatara mereka.
"Serius amat diskusinya ? Mending kita makan dulu ! Bunda bikin camilan nih..."Bunda Zahwa kembali menghampiri membawa senampan Camilan bersama Siti yang membawa senampan minuman.
"Kayaknya enak tuh ,Tan..."Tanpa Basa-nasi Boy langsung menyambar sepotong Cake dihadapannya.
"Buatan Bunda pasti enak lah ..."Fahri dan Ricco tak kalah cepat menyambar potongan Cake itu.
"Istrinya tawarin dong Boy..."Ejek Haqqi
"Emang nya lu belum nyobain ? "Boy lantas menyambar pinggang Siti memaksa nya duduk berdekatan.
__ADS_1
"Belum sempet Bang ! "Siti merasa gugup diperlakukan seperti itu dihadapan keluarga Ricco.
"Mau yang mana ? Rasa apa ?
"apa aja Abang ..
"Rasa ini aja ..Rasa Sayang yang tak pernah habis..hihihi.."Boy terkekeh sambil menyodorkan sepotong Cake berwarna hijau.
"Abang iihh..
"Apa mau yang ini ? Rasa Cinta yang abadi..hihihi.."Boy merebut jatah Bayhaqqi membuat semua orang terkekeh geli melihat tingkah Boy.
"Abaang ?
"hihihi...Mau Abang suapin ?
"Engh..Enggak usah Bang !
"Suapin aja yah ! Biar Dua cowo cemen itu iri sama kita..hahaha..
Seketika Ricco dan Fahri menghela napas sambil memutar bola matanya merasa jengah.
Ustadz Bayhaqqi dan Bunda Zahwa terkekeh menyadari Boy begitu senang meledek kedua putranya.
"Apa lu mau nyoba punya Abang ? Cake ini Rasa nya enak banget...
"emang nya itu rasa apaan Bang ?
"Rasa Sayang yang besar...hihihi..
"Abang iihh...
"Haiissh..Dia mulai lagi aja ! Aye kan malu sama mereka..Bang Boy selalu aja bikin Aye gugup didepan orang lain.." Siti hanya bisa menghela napas memaklumi tingkah sang Suami yang selalu saja lupa dengan ultimatum yang diucapkannya.
__ADS_1