
🎵Sayang aku ingin berbicara kepadamu tentang apa yang tengah aku rasakan..🎵
🎵Ada apa ? ada apa ? katakanlah semuanya ! Ku kan dengarkan wahai Cinta ku..🎵
🎵Bila nanti orangtuamu tak meridhoi..dengan apa yang kurasakan padamu..
🎵semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya BEGITUPUN ORANGTUA KU..🎵
Siti termenung menatap lurus kedepan dibalik jendela kamarnya sambil mendengarkan sebuah lagu "Wali-Takkan Pisah " dari Playlist diponselnya seakan mengisyaratkan suasana hatinya saat ini.
Enyak Romlah yang sempat keluar dari kamar Siti malah berdiri diujung pintu memperhatikan putrinya yang bertingkah aneh tidak seperti biasanya.
🎶🎵Kau takan pernah tinggalkan ku..
takkan pernah sayang ku..
Janjimu janjiku untukmu..🎵🎵
"BANG BOY ? "gumam Siti tersenyum namun airmata malah lepas dari sudut matanya mengalir membasahi pipi mulusnya.
"Masyaallah..kayaknye anak gua lagi kangen sama bocah begajulan itu.." Enyak Romlah nampak menghela napas dibalik celah pintu kamar yang sedikit terbuka.
__ADS_1
🎶🎵Takkan ada yang pisahkan kita ..sekalipun kau telah tiada..akan kupastikan kukan memeluk mencium mu disurga 🎵
🎵jangan kau pergi tinggalkan aku
bawa aku kemana kau mau..!
🎵 janji ku pada mu, jiwa dan ragaku, mati pun ku mau...🎵
"BAAANG...? Hikss..hiks..hikss.."Siti meremas siku jendela begitu kencang seakan meluapkan kecemasan yang masih menggelayuti pikirannya.
🎵🎵"Jangan Kau pergi tinggalkan Aku ! Bawa Aku kemana Kau mauuu...Janji Ku pada mu..jiwa dan raga ku..Mati pun Ku mau.. 🎵
"Aye Kangen , Bang..." Siti tertunduk menempelkan keningnya diantara sekat jendela seakan tak kuasa menahan perasaan yang tersimpan namun siap meledak tanpa tau harus berbuat apa.
"Ya Rhobb jaga slalu dia untuk ku ! Ya Moqqolibbal qullub..Tetapkan lah Hati nya ..!"
💔
Sementara disebrang sana diantara lautan dan daratan yang memisahkan jarak mereka , Boy nampak tak bersemangat bekerja dan tak pernah bisa fokus semenjak kepulangan keluarganya.
"Lu kenapa Will ? tumben lunglay banget kayak bocah cacingan.."Bagas terkekeh melihat Boy bersandar malas diatas Soffa seakan tak mau lepas dari Soffa itu.
__ADS_1
"Entahlah..."Boy hanya mengangkat kedua bahunya karna memang dia juga tidak mengerti dengan keadaannya yang tiba-tiba tak bersemangat.
"kayaknya lagi galau ? Apa lagi keingetan sama cewe itu ? " Bagas mencoba menerka-nerka alasan Bos nya yang semakin tak bersemangat.
"ya udah , lu istirahat aja ! mending pulang aja sana ! Biar gua yang handle anak-anak...
"Hemm..."Boy hanya berdehem semakin bersandar nyaman diatas soffa.
"Haiisshh..Galau Berat kayaknya..hihihi.."Bagas makin terkekeh lantas meninggalkan Boy yang terlihat malas berbicara dengannya.
"Si Bos kenapa ,Gas ? Tumben mukanya kusut banget kayak kanebo kering ? "Kartika menghampiri Bagas karna penasaran dengan keadaan Boy.
"lagi Galau..."Ceplos Bagas Seketika Ayu dan Halimah yang mendengarnya langsung melirik ke arah Boy yang terlihat memejamkan matanya bersandar diatas Soffa.
"Ada apa ? kemarin sampe pagi tadi dia kelihatan happy banget ketemu sama keluarganya ?" Ayu semakin menajamkan tatapannya menelisik keadaan Boy.
"Aye yakin dia lagi mikirin cewe yang namanya SITI itu ? Apa dia Siti yang sama ya ? " Halimah kembali memikirkan Puzle teka-teki yang menggelayuti pikirannya.
"Astaga ? Cewe-cewe kenapa malah kebawa suasana cuma gara-gara Si Bos lagi galau.." Bagas terkekeh sambil geleng kepala menyadari ketiga gadis dihadapannya malah memikirkan keadaan Boy.
"Kerja Kerja Kerja...hahahaha.."Bagas tergelak mengagetkan ketiga gadis dihadapannya dan seketika mendapat tatapan sengit dari mereka.
__ADS_1
"Hahahaha...Dasar wanitaaa..."Bagas melengos pergi tanpa peduli kekesalan mereka.