SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Maaf...


__ADS_3

Pagi ini Boy sudah siap pergi dengan penampilan yang sangat sederhana dan jauh dari kesan Rocker yang selama ini menjadi fashion dan lifestyle nya.


Setelah semalaman bergelut dan larut dalam kesedihan nya Boy bergegas menemui orangtuanya dengan raut wajah pucat karena semalaman matanya tak bisa terpejam akibat beban dalam pikirannya yang selalu mengusik ketenangan hatinya.


"Aku pamit ya Mah , aku mau mampir kerumah Bang IFin..."Boy mencium tangan Mama dan Papanya cukup lama hingga perasaan Mama Shoffie mendadak terenyuh seakan ucapan Boy pagi ini adalah sebuah perpisahan.


"Hati-hati ya Nak !


jangan lama-lama dirumah Arifin !


jangan keluyuran kemana-mana dan langsung pulang yah ! "Mama Shoffie meraup pipi Boy dengan tatapan cemas melihat raut wajah pucat putranya.


"iya Mah..Asalamu alaikum..


"Waalaikum salam.. "Petter dan Shoffie menjawab Salam dengan suara lirih seakan tertekan oleh sebuah beban berat.


Baru dua langkah Boy menjauh dari mereka ,Tiba-tiba saja Boy membalikan tubuhnya dan berhambur memeluk Mama Shoffie dengan begitu erat seakan enggan melepaskannya.


"Maafin Boy Mah..Maaf..hiks..hiks.. "


Dengan cepat Boy melepas pelukannya dan melangkah cepat sambil mengusap air mata dipipinya meninggalkan Shoffie dan Petter yang masih terkejut dengan sikap aneh Boy pagi ini.


"anak kita kenapa Pah ?


Kenapa Mama ngerasa kalo Boy bakal pergi jauh ya..?


Mama Shoffie terperangah menatap kepergian putra kesayangannya dengan tatapan sendu seakan insting batin seorang ibu mencubit akal sehatnya.


"Dia gak bakal kemana-mana Mah...


Liat aja pakaian nya udah kayak gembel gitu.."Petter mencoba menepis kekhawatiran istrinya seraya mendekapnya dalam pelukan.

__ADS_1


"tapi dia bawa tas Pah..?


Boy kan gak pernah bawa tas ?


"Cuma Mini Bag Mah..paling isinya cuma dompet sama HP aja.."


"enggak Pah..


Mama bener-bener gak tenang ! Mama ngerasa anak kita mau pergi jauh..hiks..hiks..


Mama Shoffie semakin memeluk erat Suaminya hingga Petter pun mulai merasa khawatir mendengar ucapan istrinya itu.


"loh mama kenapa Pah..? "Sonia yang baru masuk bersama Ricco dan Andre terkejut melihat Mama Shoffie menangis pilu dalam dekapan Papa nya.


"Mama mu khawatir sama si Boy.."Ujar Petter pelan berusaha membuat istrinya tetap tenang.


"Kaka mu pergi kerumah Arifin..


Kayak orang yang mau pergi jauh.."Petter menghela napas kasar mengingat raut wajah dan sikap Boy yang tak biasa.


"jangan-jangan dia majuin jadwal keberangkatannya..? "Gumam Ricco dengan raut wajah datarnya sejenak terlintas pikiran negatif dan kebiasaan Boy yang nekat dan selalu gegabah.


"Astagaaa...Bandara..Bandara..."Ricco berteriak mengagetkan semua orang yang ada diruangan.


"Bandara ? "Petter dan Shoffie terperangah seperti halnya Sonia dan Andre yang baru menyadari alasan sikap aneh Boy pagi ini.


"Lu jemput Siti ,Dre !!!


Gua yakin Si Kunyuk pergi ke bandara..."


"Ayo Om kita Susul..! "Ricco berteriak lantang sambil berlari menuju mobil yang terparkir didepan rumah.

__ADS_1


"Gua duluan...!!! "Pekik Andre langsung tancap gas untuk segera menjemput Siti.


"Ayo mah..! Paahh..! Buruan..!! "Sonia menarik tangan kedua orangtuanya dan membawa mereka masuk kedalam mobil.


"Pecundaaaang..."Pekik Ricco memukul keras Setir kemudi meluapkan kekesalannya.


"Boy..? Boy Paaahh..? Mama Shoffie semakin terisak pilu dalam dekapan Petter menyadari Putra nya yang akan pergi meninggalkannya.


💔💔


Diantara ramainya lalu lalang trolly yang membawa barang bawaan para penumpang dan diujung kursi dibalik sekat jendela kaca Boy terduduk lesu bersandar lelah dengan menengadahkan wajahnya menatap langit-langit ruang tunggu penumpang.


"Maafin Boy Mah..Boy gak mungkin bilang sama Mama karna Mama pasti menahan kepergian Boy hari ini.."


"Huuhfh.."Sejenak Boy menghela napas kasar tersenyum tipis mengingat raut wajah Arifin yang polos dan tetap tenang ketika Boy datang dan berpamitan.


"Cuma elu Bang yang bisa sabar ngadepin sikap bodoh gua.."


Senyuman yang sangat tipis dengan hanya menarik sudut bibir saja mendadak berubah menjadi tetesan air mata ketika bayangan wajah Siti muncul dalam pikirannya.


"Semoga elu bahagia Sayang...Semoga keputusan gua ini bisa membuat elu lebih yakin memilih calon suami pilihan orangtua lu itu...gua ikhlas melepas impian gua dan menjalani hidup dengan cara seperti ini.."


💔💔


Dengan raut wajah cemas nya Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meluncur bebas dijalan bebas hambatan membawa Siti yang semakin pucat membaca pesan Chatt terakhir yang dikirim oleh Boy.


"Selamat atas perjodohan lu Siti..! Semoga elu bahagia dengan pilihan si macan ompong itu..Makasih atas semua nya..Makasih atas pengalaman hebat ini...karena Lu , gua kembali mengenal Tuhan dan karna lu juga gua ngerasain jatuh cinta meskipun akhirnya terasa sangat menyakitkan..dan gua akan menepati janji gua sama elu Siti..Gua enggak bakal nikah sama cewe mana pun selain sama elu..silahkan kalo mau ketawa..! mulai hari ini gua jadi Jomblo buat seumur hidup..I love you my sunshine.."


💔


💔

__ADS_1


__ADS_2