SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Berita Bahagia


__ADS_3

" Pulang yuk Kak ! Mamah pasti nyariin aku..."


"Kakak masih betah disini Dek, kamu pulang sendiri aja yah...!" Boy malah sibuk melirik dan memandangi wajah Siti.


" iyuh, Dasar Modus ! " Sonia hanya bisa mendelik sebal mendengar alasan Boy.


"Ayo dong, Kak ! Hari ini aku pengen kakak pulang, lagian Mamah juga pasti kangen banget sama Ka Boy...."


" Mamah ? Haish.."Boy lantas bangun dari duduknya saat mendengar sonia menyebut nama Mamahnya.


" Keliatan jelas kalo Bang Boy sayang banget sama Mamahnya....." Sekilas Siti memperhatikan perubahan sikap dan raut wajah Boy.


"Ya sudah, Ayo kita pulang ! Tapi pamit dulu sama Babehnya Siti...." Seketika Boy terkekeh mengingat Sonia yang ketakutan saat berhadapan dengan Babeh Jali.


"Enggak ! Enggak deh, Kak ! Enggak usah !


Aku takut ! Maaf ya Kakak ipar cantik Ku , tapi Aku beneran takut sama Bapa Bewok itu..." Raut wajah Sonia begitu memelas seraya merengek dihadapan Siti.


"Bapa Bewok ? "Siti tersenyum kecil mendengar Sonia memanggil Babehnya dengan panggilan Bapa Bewok.


Sonia lantas berhambur memeluk Siti begitu erat bahkan bertingkah manja dalam dekapannya.


"Adikmu yang Cetar nan imut ini mau pulang dulu yah Kak, Nanti aku bakal sering mampir kesini lagi, bolehkan ?


Siti menganggukan kepalanya dengan senyum merekah terpampang manis dalam pandangan mata Boy.


"Katanya mau pulang ? Tapi masih nempel aja sama Siti ?" Boy malah merasa iri melihat sonia memeluk Siti.


"Haiih, Kapan yah Gua bisa peluk Siti kayak begitu ? Ckk..Oh God, Bless my Hope !


"Gua pulang dulu yah ! Jangan kangen sama Abang ! Nanti Elu bakal kewalahan kalau mendadak kangen sama Gua..Hihihi, Titip salam aja buat Macan yang ada didalam !


Siti mendadak tersipu mendengar gombalan receh yang kembali merosot dari lidah licinnya Boy.


"Ayo ah, Jangan sampai Gua berubah pikiran.." Boy lantas menarik Sonia pergi dari hadapan Siti, bergegas melangkah masuk kedalam mobil yang terparkir dihalaman rumah.


Sejenak Boy melambaikan tangan dan membunyikan klakson sebagai salam perpisahan sekaligus curi pandang sebelum pulang bersama adiknya.


"Dadah Kakak cantik ! Emuaachh muaachhh...."


Sonia ikut melambaikan tangan dengan separuh badan keluar dari jendela pintu mobil saat menyapa Siti yang terlihat terkekeh ketika melihat tingkahnya.


"Apa Bang Boy bakal bisa tepatin janjinye ? Maafin Aye Bang ! Aye belum bisa kasih jawaban apa-apa biarpun sebenernye Aye juga suka sama Abang.." Sejenak Siti menatap Mobil yang dikendarai Boy hingga perlahan menghilang dari pandangannya.


*


*


*

__ADS_1


Hanya butuh waktu setengah jam bagi Boy dan Sonia untuk sampai dirumahnya, Dan Seketika Mamah shofie langsung berhambur memeluk putra kesayangannya yang kini pulang bersama Adiknya.


"Anak Nakal, Kamu ini seneng ya bikin Mamah Khawatir ? Mamah Sofie menghujani wajah Boy dengan kecupan seakan meluapkan kerinduan yang lama tak terpendam.


Boy hanya tersenyum lantas memeluk Mamahnya begitu erat karena Dia juga ingin melepas kerinduan yang selama ini terhalang oleh jarak dan keegoisannya.


"You still remember a Home ? "Seketika nada suara tegas Papah Petter membuyarkan keharuan, seakan menampar gendang telinga Boy.


"Yeah, Im always remmember a Home, But I hate Someone like you..and Now, Aku pulang karena mau bicara serius sama Papah..."


Mama Shofie dan Sonia terbelalak ketakutan mendengar Boy berbicara dengan nada sarkas menyindir Papahnya.


Sementara Papa Petter mendadak mengkernyitkan dahi saat mendengar maksud kepulangan anaknya itu.


"Jadi kamu masih menganggap Papah mu ini ada ? Heh ? "Petter mendelik sinis menyepelekan keinginan Boy.


Boy melepas pelukan Mamahnya lantas menghampiri sang Papah yang tengah duduk di soffa berkutat didepan laptop dengan raut wajah serius.


"Apa Papah kenal sama Kong Mamat dan Babeh Jali ? "Seketika Boy menatap serius wajah Papahnya.


Mendadak Jemari Petter berhenti bergerak diatas keyboard laptop itu, dan Raut muka Petter mendadak pucat bahkan tubuhnya sedikit gemetar saat mendengar pertanyaan putranya.


Mamah Sofie yang mendengar pertanyaan dari putra sulungnya, seketika itu pula mematung tanpa suara.


Papah Petter lantas menghela napas panjang melirik kearah istrinya seraya memandang wajah Boy yang terlihat begitu menanti jawaban darinya.


"Kamu kenal sama mereka ? " Papa Petter balik bertanya.


"Whats the hell going on...? Ada masalah apa antara Papah sama Kong Mamat ?


"Apa mereka benar-benar tidak mengatakan apa-apa ?" Petter kembali bertanya dengan raut wajah penasaran.


" Nothing, Dad ! Mereka Bungkam, mereka enggak bicara apa-apa.."


"Mereka menerima keberadaanku, Tapi mereka menampakan kemarahan setiap kali aku sebut nama Papah ? "Boy menjelaskan dengan nada kesal dan tatapan sinis nya.


"Syukurlah mereka tidak menyakitimu, Sepertinya keputusan Papah memang salah karena membiarkan kesalahfahaman ini semakin berlarut-larut.."Sekilas Petter kembali menghela napas.


"Salah Faham..? " Boy mendadak terperangah dan semakin penasaran.


"iya Boy, Kita memiliki kesalahfahaman dimasa lalu, Dan tak sempat menyelesaikannya.." Mama Shofie lantas bersuara seraya menghampiri dan duduk diantara dua lelaki kesayangannya.


"Apa kamu sudah lama mengenal mereka ? " Petter terlihat semakin penasaran.


"Belum, Baru seminggu..


"What ? Jadi Ka Boy juga baru seminggu kenal sama Kakak ipar cantik ku ? "Sonia tiba-tiba saja menyelak pembicaraan mereka.


" Kakak ipar ? "Mama shoffie dan Papa Petter sejenak beradu pandang terkejut mendengar pertanyaan Sonia.

__ADS_1


"are you crazy ? Heh ? Kamu sudah menikah ? "Mendadak Papah Petter mendelik sengit mengintimidasi putranya.


"Nothing Dad,Haish ! My Bro have a nice girlfriend..Her name is, Siti.."Sonia lantas menjawab cepat dan menjelaskan maksud ucapannya.


Petter mendadak tersenyum dan terkekeh, Hingga raut wajah yang biasanya selalu tegas dan menunjukan ekspresi kemarahan pada putranya itu mendadak hilang begitu saja saat mengetahui putranya memiliki hubungan serius dengan seorang gadis.


Mama Shoffie pun terlihat begitu bersemangat setelah mendengar ucapan Sonia lantas berhambur memeluk putranya.


" Bocah Nakal, Selalu punya kejutan ? "Shoffie terkekeh senang seraya mendekap kepala Boy kedalam pelukannya


"Dasar Ember..."Boy hanya bisa pasrah saat Sonia menceritakan semuanya.


" Ups Hihihi..."Sonia malah terkikik geli melihat Kakaknya mendengus sebal.


"Kesampingkan soal itu ! Aku cuma mau Papah dan Mamah cerita sama aku tentang masalah antara kalian dengan keluarga Kong Mamat !


"Nevermind ! Kamu gak usah mikirin soal masalah itu ! Nanti Papa sama Mama yang akan menyelesaikannya sendiri.."


But Now, Sekarang Papa mau tau ,seperti apa calon menantu Papah itu ? "Tiba-tiba saja Papah Petter malah tersenyum seolah mengejek Boy.


"Heh ? "Boy sudah pasti merasa heran dengan sikap Papahnya hari ini yang terlihat mudah sekali tersenyum.


"Ayo cerita dong, sayang ! Mamah juga penasaran Hehehe.." Mama shoffie beringsut dan ikut antusias menanti penjelasan Boy bahkan terlihat tidak memperdulikan urusan yang sebenarnya ingin dibahas oleh putranya.


"Cantik Mom, Kakak iparKu itu sudah Cantik, Baik, sopan, lembut bahkan pengertian, Pokoknya The Best deh, Calon menantu idaman mertua Hihihi.."Sonia malah menyelak menjabarkan kepribadian Siti.


"Oh ya ? Mamah jadi makin penasaran..."


"Tapi sayang, Mom ! Bapa Bewoknya galak banget..."Sonia mendadak mencebik sebal mengingat raut wajah garangnya Babeh Jali.


"Bapa Bewok ? "Petter dan Shoffie seketika beradu pandang dengan raut wajah wajah heran dan penasaran.


"Jangan-jangan, Siti itu anaknya si Jali ? " Petter mencoba menerka-nerka.


" Iya Pah.." Boy Akhirnya angkat suara.


" Menarik ! Hahaha.." Petter langsung tertawa keras setelah mengetahui Boy menyukai putri dari sahabat lamanya.Sementara Shoffie terlihat terkekeh-kekeh menyadari hubungan lama yang kini terulang melalui jalan putranya.


"Aiihh, Kenapa Papah sama Mamah malah cekikikan ? apa mereka gak peduli sama masalah antara mereka dengan Keluarga Si Peot itu ? "Boy hanya bisa pasrah saat kedua orang tuanya malah lebih tertarik tentang hubungan dirinya dengan Siti.


"Sudahlah ! Mending sekarang kita makan malam dulu ! Kita rayakan kabar bahagia ini...." Mama Shoffie bergegas merangkul dan menarik tubuh anaknya sambil terus saja terkekeh menuju meja makan lantas diikuti oleh Petter.


"Mamah ihh ? Papah ? Aku juga anak kalian ! Kenapa aku dilupakan begitu Kakak ada dirumah ? "Sonia mendengus kesal merasa diacuhkan oleh orangtuanya.


"Hahaha.."Mama shoffie malah tertawa lepas melihat Sonia cemberut dan merajuk.


Hari ini, Rumah yang selama beberapa tahun terasa sepi itu, mendadak dipenuhi gelak tawa saat mendengar kabar gembira yang dibawa oleh Boy.


Keluarga kecil itu nampak begitu bahagia menyantap hidangan makan malam terlebih lagi tingkah Sonia selalu berhasil membuat suasana menjadi lebih hangat dengan celotehan dan tingkah manjanya.

__ADS_1


dan pada akhirnya, Boy bisa merasakan kembali kehangatan keluarga yang sudah bertahun-tahun tak dirasakannya dan sejenak melupakan ketegangan antara dirinya dengan Papah Petter.


__ADS_2