
Malam merayap datang membungkus alam raya dengan gelapnya, sangat sesuai dengan ekspresi wajah Boy yang terlihat gelap dan suram setelah bersitegang dengan orangtuanya.
Pemuda tampan itu masih terduduk diatas jok motornya yang terparkir didepan halaman rumah Kong Mamat dan sesekali menengadah menatap hamparan langit malam yang semakin gelap dan pekat.
"Ckk, Gua kan mau pulang ke Studio, Kenapa malah datang kesini ? Haissh, Apa karena suasana dirumah ini terasa lebih nyaman dibanding rumah Papah ? "Ckk..Shiitt"
"Woy Bocah ? Ngapain lu bengong di situ ? Tiba-tiba saja terdengar suara khas yang begitu akrab ditelinga Boy membuyarkan lamunannya.
Boy hanya terdiam dan melirik kedatangan Kong Mamat yang baru saja pulang dari Musholla.
"Heh, Die malah planga-plongo kaya Bango"
"Masuk sono, Jangan ngelamun dimarih ! Bae-bae kesambet setan gagu lu.."
Boy beranjak turun dari motornya tanpa menjawab apapun dan melangkah gontai menuju balai bambu didepan rumah Kong Mamat.
"Gua boleh numpang tidur disini gak Kong..? Boy terlihat malas bicara namun tetap berusaha mendapat izin dari tuan tumah dihadapannya.
"Lu minggat dari rumah, Tong ? segale bawa tas gede begono ? " Kong Mamat mulai penasaran melihat raut wajah suram pemuda dihadapannya, terlebih lagi Dia membawa Tas Ransel berukuran besar.
"Enggak Kong, Tadinya Gua mau pergi ke Studio music, Tapi gak tau kenapa, Gua malah datang kesini ?" Boy berusaha menjelaskan demi mengalihkan rasa penasaran Kong Mamat.
"kayaknye lagi banyak masalah nih bocah..."
Kong mamat hanya manggut-manggut lantas melangkah masuk.
"Eh, Elu ngorok disitu aje ye ! Gua gak gablek ranjang lagi..."Kong Mamat hanya terkekeh lantas masuk kedalam rumah tanpa banyak basa-basi lagi.
Sementara Boy hanya menganggukan kepalanya sambil bersandar pada dinding papan yang menopang tubuh lelahnya meski terasa kasar dan tak nyaman.
Dia hanya terduduk melamun dan sesekali memperhatikan suasana disekitar rumah Kong Mamat yang terlihat sangat sepi hingga perlahan rasa kantuk menggelayuti mata dan memaksa tubuhnya terbaring diatas balai bambu bahkan tak terasa Boy begitu cepat tertidur lelap tanpa sempat melepas sepatunya.
*
*
*
*
__ADS_1
Silau cahaya mentari pagi menusuk kelopak mata yang lelah, memaksa mata malas itu perlahan mengkerjap seolah mencambuk malasnya tubuh yang terkapar dalam posisi nikmat.
"Unghh..."Boy menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal setelah semalaman tidur diatas balai bambu.
"Kong ? Koreknye mane, Kong ?
Seketika Boy bangkit dari tidurnya ketika mendengar samar-samar suara gadis manis cucunya Kong Mamat.
"itu pasti suara cewek cantik yang kemarin ketemu lagi di warung Bang Junet.." Sudah pasti Boy langsung beranjak turun dari atas balai bambu dan bergegas menuju arah suara gadis itu sambil mengucek kedua matanya yang masih belum terbuka sempurna.
"Benerkan dugaan gua.." Boy tersenyum kecil ketika melihat Siti sedang meniup sebuah pipa kecil diantara tumpukan ranting kayu.
"Hey, Lagi ngapain ?
"Ehh, Udeh bangun, Bang ? Aye lagi nyalain tungku.."
"Biar gua aja yang nyalain.."Boy mencoba menawarkan bantuan dan bergegas menghampiri Siti.
"Ehh, Emangnye bisa, Bang ?
"Ckk, Cuma tiup-tiup doang, apa susahnya ? "Boy berdecak sombong Jumawa merebut pipa yang sedang dipegang oleh Siti.
Gua BOY..."
"Aye, Panggil aje Siti..." Gadis itu menempelkan kedua telapak tangannya didepan dada menolak jabat tangan.
"Heh ? "Sudah pasti Boy langsung menarik kembali tangannya dan mengikuti gerakan Siti demi meminimalisir rasa malu dan canggung.
"Aihh, interesting..Baru kali ini ada cewek yang nolak salaman sama gua.."
"Kalo gitu gua coba nyalain dulu apinya ya.."Boy mulai berjongkok dan meniup pipa itu dengan cepat, namun api masih saja tidak menyala.
"Aneh, Kenapa masih enggak nyala juga ?
Boy pun mencoba meniup kembali pipa itu dengan sekuat tenaga supaya api nya lebih cepat menyala.
"BYURRR.. "Abu-abu sisa pembakaran seketika meluap mengotori wajah dan tubuh Boy akibat tiupan yang terlalu bertenaga.
"Eh? Hihihi.." Spontan Siti tertawa renyah melihat ekspresi kaget dan wajah kotor Boy yang tak karuan.
__ADS_1
"Oh God, She's beautiful.." Kata pujian itu keluar begitu saja dari lidah pemuda yang ketampanannya tertutup oleh abu.
Siti yang merasa canggung mendengar pujian dan tatapan kagumnya Boy, seketika berusaha menutupi kegugupannya dengan meraih pipa yang masih dipegang oleh Boy.
"Mangke nye pelan-pelan, Bang ! Biar Aye aje nyang nyalain Apinya..." Siti masih terlihat berusaha menahan tawanya.
"Heh ? Lu ngapah, Tong ? Muka Lu ngapah jadi cemong begitu..?" Kong Mamat yang baru tiba seketika tertawa lepas mengejek kondisi Boy yang berlumur Debu dan Abu.
"Mandi tuh pake aer, bukan pake abu...."Kong Mamat makin puas mengejek Boy.
"Haissh, Kamar mandinya dimana, Kong...? Gatel banget, Uhss..Ckk !
"Noh, Elu kudu Nimba dulu ye.." Kong Mamat masih saja terkekeh sambil menunjuk kearah sumur tua yang lengkap dengan alat timbanya.
"Heh ? What the Hell..? Are you kidding me ? "Boy mendadak terbelalak dan kebingungan ketika melihat Sumur tua yang ditunjuk oleh Kong Mamat.
"Mulai deh bahasa kompeni nya keluar..Hehe
Boy melangkah ragu menuju sumur dan sejenak terdiam memikirkan bagaimana caranya menimba air sumur.
Setelah merasa mantap dengan rencananya, Boy lantas mendekati sumur dan menimba air lalu menyiramkan air itu langsung ketubuhnya.
"Hahaha, Ada Tarzan lagi guyang..."Kong Mamat tergelak melihat kelakuan Boy.
Setelah merasa tubuhnya bersih dan segar, Boy kembali menghampiri Kong Mamat serta Siti dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana levis yang basah.
Siti seketika menundukan kepala tak berani melihat pemandangan yang menggoda matanya, terlebih sebelumnya tak sempat menghindar hingga tak sengaja melihat bentuk tubuh proporsional pemuda tampan dihadapannya itu.
"Eh Bujug, Entu Daki ada dimana-mana ya..?" Kong Mamat hanya geleng kepala sambil menunjuk gambar Tatto dibagian Dada dan Pinggang Boy.
Siti mendadak tersenyum tipis ketika mendengar celotehan Kong Mamat yang menyebut Tatto ditubuh Boy adalah Daki.
"Gua numpang salin ya, Kong ? "Boy bertanya sambil mengacak-acak rambutnya agar cepat mengering.
"Buruan dah sonoh, Jangan pamer Daki didepan cucu gua..!
"Abang salin dulu ya, Babe ! "Boy malah terkekeh menggoda Siti yang terlihat gugup dan memalingkan wajahnya.
"Dasar begajulan.." Kong Mamat mendengus sengit ketika melihat Boy pergi sambil terkekeh menggoda cucunya.
__ADS_1