SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Dasar Konyol


__ADS_3

Dua Jam berlalu, Boy nampak mengkerdip dan berusaha membuka matanya.


"Sshh.."Sambil meringis menahan rasa nyeri dipinggangnya itu, Boy lantas berusaha bangkit.


"Ehh, Ka Boy sudah siuman ? Haish, jangan bergerak dulu ! Kakak harus istirahat.."Sonia langsung menahan tubuh Boy agar tetap berbaring dan tak banyak bergerak.


"istriku ? bagaimana dengan istriku ? "Pertanyaan yang pertama keluar dari mulut Boy hanya tentang keadaan Siti.


"Ka Siti baik-baik saja, sekarang lagi istirahat..Mamah, Papah sama Babeh Bewok plus Enyak juga ada disana jagain Kakak ipar sama keponakanku yang mungil itu.." Sonia malah terkekeh mengingat wajah mungil keponakannya.


"Thanks god, Huuhfh..."Boy menghela napas lega mendengar penjelasan Sonia.


"Heh ? Kalian ? "Seketika Boy terkejut saat menyadari keberadaan sahabat lamanya yang duduk tersenyum lebar menatap dirinya.


"Dasar Bocah Sableng.."Garry terkekeh geli melihat raut wajah lelahnya Boy.


"Memang enggak ada duanya, bisa-bisanya kamu kabur dari rumah sakit ? "Dhanny ikut terkekeh menimpali Gary.


"Kabur dari rumah sakit dan sekarang kembali ke rumah sakit..Hahaha.."Patrick malah tertawa lepas mengejek Boy.


"Damn you are...Shitt " Boy hanya mendengus sebal mendengar ejekan mereka.


Andre, Tonny dan Ricco malah bersedekap dada dan terlihat acuh seolah menunjukan ekspresi kekesalannya pada Boy.


"Haisshh.."Boy yang menyadari kemarahan sahabatnya hanya bisa berdesis malas melihat tampang kesal mereka.

__ADS_1


"Kamu pasti lapar kan ? Aku sama Sonia sudah siapin makanan loh.."Hanya Amanda dan Sonia yang terlihat lebih normal dan berusaha menghibur Boy.


"Kalian memang pengertian, tidak seperti tiga kunyuk dan tiga setan itu.."Boy mendelik sebal mengejek ke enam pemuda dihadapannya.


"Sudahlah ! Kamu makan dulu saja, tadi Dokter juga kasih pesan supaya kamu lebih banyak menambah energi.."


"Thanks.."


"Kakak namanya Sonia juga ? Kita samaan hihihi.."


"Tapi kamu Junior..Hehehe.."


"Haisshh.."Boy hanya mendengus jengah mendengar celotehan adiknya yang menemukan kesamaan nama mereka.


"Suapin dong ! "Tiba-tiba Boy meminta Amanda untuk menyuapinya dan sudah pasti Patrick mendadak bangkit dengan raut wajah bengis.


"Hahaha.."Garry dan Dhanny malah tertawa lepas melihat Boy terkekeh puas menggoda Patrick.


"By the way, Congrats ya Boy ! Sekarang sudah resmi punya Boy Junior..."Amanda lantas mengalihkan topik saat menyadari raut wajah kesalnya Patrick.


"Yeah..Im be a Dad..Hahaha.."Boy tertawa bangga sekaligus senang atas dirinya sendiri, namun ekspresi wajahnya itu seakan mengejek semua orang.


"Bengaaa..."


"****** lu..."

__ADS_1


"Songong.."


"Sombong.."


"Tengil.."


"Semprul.."


Hujan makian keluar dari mulut ke enam pemuda yang merasa tersindir oleh ucapan Boy itu, Sementara Boy malah terkekeh bangga mengejek mereka.


"Haiisshh..Gak ada kapoknya.."Sonia dan Amanda hanya geleng kepala melihat tingkah konyolnya Boy.


"Udeh, Udeh, Udeh ! Kelakuan lu mangkinan konyol aje Boy, Pegimane badan lu ? Ada nyang dirasa ? " Arifin yang sejak tadi hanya diam dan mengamati akhirnya bersuara dan melerai kekesalan mereka.


"Im Fine, Sir ! Cuma sedikit ngilu aja dipinggang.."Boy malah terkekeh sambil melirik perban yang membalut pinggangnya.


"Maafin Aku ya Boy ! Kalau bukan karena aku, kamu enggak mungkin..."


"Haissh, Kamu enggak usah merasa bersalah ! Tuhan memang adil, bahkan peluru pun mengenal siapa orang yang paling pantas dikenainya.." Patrick mencoba bercanda ketika menyadari kekasihnya itu masih merasa bersalah terhadap Boy.


"Yeah, you are to be true..Kalau saja ada Elu ? Pasti Elu yang kena peluru itu, karena Elu lebih dikenal dan lebih pantas menerima peluru itu..Hahaha.."Boy pun mencoba bercanda dan mengejek Patrick demi mengalihkan rasa bersalahnya Amanda.


"Ya, Aku rela...Sayangnya keduluan sama Elu, Boy.."Sudah pasti Patrick mendengus sebal merasa kalah satu langkah dari Boy.


"Hahaha...."Semua orang tertawa lepas melihat Patrick merengut sebal.

__ADS_1


"Ckk, Gue mesti nyari alesan apaan ye ? Sedaritadi Si Puput merhatiin banget..Gue kudu balik duluan..." Sementara ditengah tawa canda mereka, Arifin semakin merasa bingung karena menyadari setiap gerak-geriknya selalu diperhatikan oleh Puput.


__ADS_2