
Rasa lelah setelah semalaman begadang dipantai bersama Leon ditambah penerbangannya ke jakarta membuat tubuh Boy seakan begitu merindukan ranjang empuk kamarnya.
Keluarga serta ketiga sahabatnya tak bisa menahan Boy untuk sekedar melepas kerinduan karena pemuda lunglai itu malah tertidur tanpa peduli pada celotehan sahabatnya.
Hingga akhirnya gema adzan subuh seakan mencubit telinga dan menarik kedua mata nya untuk segera terbuka.
"Heh ? " Boy terkejut melihat ketiga sahabatnya juga tertidur dikamarnya.
"Huuuhfh...kalian emang sahabat paling OK.." Boy bergegas bangkit dengan helaan napas panjang menyadari ketiga sahabatnya begitu peduli padanya.
"Sorry my Brothers.." Senyuman kecil seakan mewakili rasa bangga dan haru yang dirasakan Boy melihat ketiga sahabatnya tetap peduli meskipun kekecewaan masih mereka rasakan.
Tak ingin larut dalam penyesalannya ,Boy beranjak cepat untuk mandi dan sholat subuh menyegerakan kewajiban karna perut nya seakan berlomba meminta hak nya.
Dapur adalah tujuan selanjutnya setelah sejenak berkomunikasi dengan sang pencipta.
"Haisshh..? "Boy hanya bisa mendengus melihat isi kulkas yang kosong dan hanya ada Sphagetty instan.
"Mending bikin Nasgor ah.."Gumam Boy melirik persediaan bumbu didalam kulkas.
"Den Boy udah bangun ?
"Eh iya Bi , lagi nyari bahan sarapan nih..
__ADS_1
"Ohh.. itu tadi Bibi udah bikin Nasi goreng..
"iyakah ? Pas banget..hihihi..
"Special buat Den Boy , Bibi yakin si Aden pasti bangun pagi..hihihi..
"Emang the Best deh Si Bibi..."Boy langsung melangkah cepat menuju meja makan setelah sekilas mencubit gemas pipi Si Bibi.
"Dasar Si Aden gelo..gak berubah sama sekali? Si Bibi mengulum senyumnya melihat tingkah Boy yang sering menjahilinya setiap kali berada dirumah.
Tanpa basa-basi Boy melahap cepat sarapannya namun suasana pagi yang terasa sepi membuat Boy merasa bosan menunggu keluarga nya yang belum bangun.
"Huuhfh..mending gua jalan-jalan ahh Refresh otak..." kunci motor yang sudah lama tak disentuhnya langsung disambar sambil melangkah cepat menuju garasi.
"OK Den...
"Haisshh.."Boy hanya berdesis lantas tancap gas keluar dari rumahnya tanpa punya tujuan pasti.
Dipertengahan jalan Boy mendadak menghentikan laju motornya ketika sebuah Caffe yang sangat diingatnya mendadak mengusik kenangannya bersama Siti.
"Tempat ini ? tempat pertama kalinya kita jalan berdua..." Senyuman terlihat dibibir Boy ketika kedua matanya memandang jalanan yang menjadi saksi pertama kalinya dia reflek menggandeng tangan Siti mengajaknya makan di Caffe itu.
"Itu hari yang paling berkesan.."Raut wajah Boy semakin ceria secerah mentari pagi yang mulai menyambut hari.
__ADS_1
"Huuhfh.."Tak ingin berlama-lama berada dipinggir jalan Boy pun lantas tancap gas meski masih belum punya tujuan.
"Heh ? "Tanpa disadari nya laju motor malah membawa nya didepan sebuah Gang kecil yang sangat dihapal nya.
"Shitt..kenapa malah kemari ? " Boy melirik kearah Warung Kopi yang pernah menjadi saksi perjuangannya. Dan tepat dipinggir jalan motor nya berdiri adalah tempat kenangan pertama kalinya Dia dan Siti naik Angkot.
"Uhss..Huuuhh..." Boy kembali menghela napas mengusir kenangan yang mendadak mengusik pikirannya seraya bergegas tancap gas kembali.
Udara pagi kota metropolitan yang tetap tak bersahabat dipernapasan membuat Boy menghindari jalan raya dan lebih memilih jalanan kampung.
"itu kan ? "Boy tersenyum kecil ketika kedua matanya mengarah kesebuah Danau diujung perkampungan.
Laju motor pun terhenti dipinggir danau tepat disebelah kursi kayu yang terpaku menempel diPohon besar.
"Kursi itu ? "senyuman kembali merekah ketika isi kepalanya mengingat hari dimana pertama kalinya Boy dan Siti duduk berduaan bahkan sempat berfhoto bersama.
"Kenapa Gua malah kesini ya ? Sialan.. Gua jadi makin kangen sama Siti.." Huuuhfh.. "Lagi-lagi Boy hanya bisa menghela napas lantas turun bergegas duduk diatas kursi kayu itu.
"lama-lama gua bisa gila kalo inget terus sama Siti..Huuuhfh..Apa gua sanggup ketemu sama dia ? .."Kedua mata Boy mengedarkan pandangannya menatap suasana pagi dipinggiran Danau yang terlihat sudah ramai dengan para pedagang kaki lima.
Terdiam menikmati angin pagi dan semburat cahaya mentari yang mulai terasa hangat dimusim kemarau seakan membuat Boy semakin terlena dalam lamunan menerawang khayalan akan kenangan yang sempat singgah mengisi hari-harinya.
"BANG BOY ???
__ADS_1