
Selama perjalanan pulang ,Boy hanya terdiam sambil bersandar dikursi mobil menatap jalanan dari balik jendela meski sambil meringis menahan rasa sakit ditubuhnya.
"kenapa lu halangin gua sih, Boy...? gua pengen banget injek kepalanya orang itu..."
"Anjing tuh orang..."Ricco nampak memukul Setir kemudi meluapkan sisa amarahnya.
"Kita mau pulang apa ke Rumah sakit dulu ?
"Ke Studio, Bro ! "Boy terlihat begitu malas untuk berbicara.
"Yakin ? Badan lu enggak mau diobatin dulu ?
"Gak usah, Bro ! Paling cuma muka yang harus dikompres..."Boy masih sedikit meringis menahan rasa sakit ditubuhnya.
"Haish, Gak usah banyak Cincong ! Kita ke Klinik atau rumah sakit dulu ! Gua khawatir ada luka dalam.."
Ricco pun semakin tancap gas hingga beberepa meter kedepan terlihat sebuah klinik yang cukup besar dan nampak ramai.
"Nah itu ada klinik yang buka..."
Ricco lantas memarkirkan mobilnya masuk kedalam parkiran Klinik.
"Ngapain sih ke Klinik ?
"Banyak bacot Lu ! Kita harus Cek badan Lu dulu, Siapa tahu ada tulang yang retak ?" Ricco mendengus kesal sambil memapah Boy keluar dari mobil.
"Pak, Tolong bantu saya..! "Ricco memanggil dan meminta bantuan seorang petugas jaga didepan Klinik.
__ADS_1
Petugas jaga lantas memanggil Perawat diseberang Recepsionis yang langsung berlarian menghampiri sambil mendorong sebuah brangkar lantas membaringkan Boy dan membawanya ke Unit gawat darurat.
"Tolongin Kakak saya, Dok !
"Maaf, Mas tunggu diluar saja !
"Enggak ! Saya disini saja.."
"Tolong kerjasamanya Mas ! Kami harus memeriksa Pasien dalam kondisi tenang.."
"Ckk..Haih.."Ricco hanya berdecak sebal lantas berdiri didepan pintu unit gawat darurat.
Dari balik pintu Kaca nampak Sang Dokter terlihat bergegas memeriksa kondisi Boy.
Ricco lantas berinisiatif menghubungi Sonia untuk memberinya kabar demi menghindari kepanikan Shoffie dan Petter.
Sejenak Ricco menghela napas menyadari pesan yang kirimnya sudah terbaca oleh Sonia.
Setelah 15 menit menunggu didepan pintu unit gawat darurat, Akhirnya seorang perawat memanggil Ricco.
"Bagaimana Kondisi Kakak saya, Dok ? "Ricco langsung bertanya dengan raut wajah Khawatir.
"Untuk sementara, Kita harus melakukan Rontsgen agar bisa lebih akurat memeriksa bagian dalam tubuh pasien, Sementara Bagian luar tubuh pasien masih dalam kondisi normal kok, meskipun terdapat beberapa lebam dibagian perut, Dada dan wajahnya.."
"Haish.."Ricco hanya mendengus saat teringat pada Boy yang sempat terkapar ditanah.
"Kita tunggu sebentar ya, Mas ! Pasien sedang diperiksa di unit Radiology.."
__ADS_1
"Ya Dok ! Terimakasih.."Ricco hanya bisa duduk bersabar menanti hasil diagnosa selanjutnya.
Setelah 20 Menit berlalu, Boy dipindahkan ke ruang perawatan dengan kondisi yang lemah bahkan terlihat selang infulse menempel ditangannya serta selang oksigen yang juga menutup hidung dan mulutnya.
"Heh ? Apa kondisi Kakak saya parah, Dok ?
"Tenang Mas ! Pasien Enggak apa-apa kok, Pasien hanya kelelahan dan pingsan karena staminanya menurun drastis, Sebaiknya Mas urus administrasinya saja, Biarkan pasien istirahat dulu sambil menunggu hasil rontgsent.."
"Haih, Ok lah, Dok..!" Ricco lantas bergegas keluar untuk mengurus biaya administrasi.
"Ehh Mas Ricco ya ? Gitarisnya the Black devils ? "Gadis yang berada dimeja recepsionist menyapa ricco dengan ekspresi penasaran.
"Hem..Dimana ruang pendaftarannya ya ? "Ricco hanya menganggukan kepala dan berusaha ramah didepan gadis yang menyapa dirinya.
"Disini saja Mas ! Sama aja Kok, Silahkan dilengkapi datanya dan dilengkapi dengan tanda tangannya..! "Gadis perawat itu terlihat begitu ramah dan sesekali nampak curi pandang menatap Ricco.
"Eh ? Memang Vocalisnya kenapa, Mas ? " gadis itu terlihat semakin penasaran saat melihat Nama Boy tertulis pada Formulir pendaftaran Pasien.
"Enggak apa-apa, Kok ! Cuma insiden kecil..." Ricco lantas menyerahkan selembar kertas pendaftaran Pasien pada gadis itu.
"Maaf Mas ! Bukannya bermaksud mengganggu, Tapi saya punya keinginan pribadi, Boleh minta fhoto bareng gak, Mas ?
"Eh ? Sorry ya ! Nanti sajalah, Gua lagi buru-buru.."Ricco lantas kembali menuju ruang perawatan Boy tanpa peduli pada ekspresi kecewa gadis yang mengenal dirinya itu.
"Sebenarnya Ada masalah apa sih ? Kenapa Bokapnya Siti bisa mendadak ngamuk bahkan melakukan kekerasan terhadap Boy ?
"Kayaknya, Lu bakal kesulitan buat dapetin Siti, Bro ! Haiissh.." Ricco nampak menghela napas saat menatap kondisi Boy yang terbaring lemah dan tak sadarkan diri.
__ADS_1