SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Senior ?


__ADS_3

"Siti tidur lagi ?


"iya Mah, Kepalanya masih pusing jadi tidur lagi deh..."


"Ya udah, biar dia istirahat dulu ! Oh ya, didepan ada tamu yang nyariin kamu tuh.."


"eh, Siapa Mah ? cowo apa cewe ?


"Cowok aneh, Mamah juga gak kenal tapi Dia panggil kamu Yoga ?


"Heh ?"Satu-satunya orang yang manggil gua "Yogha" Cuma Senior doang !" , jangan-jangan senior yang datang?


"Senior apa ? siapa sih ?


"Nanti aja ceritanya Mah, Aku mau temuin dia dulu, titip istriku dulu ya Mah hehehe.."


"Aiihh..Barang kali ah dititip.."Mamah Soffie hanya bisa mencebik melihat Boy berhambur pergi sambil terkekeh.


.


.


"Ternyata beneran Senior ? Mimpi apa gua semalem sampe-sampe Senior bisa mampir kemari..hahaha " Boy yang melihat penampakan seorang lelaki tengah duduk tenang diruang tamu langsung berhambur menghampirinya.


"Aiihh...Makin gemuk aja lu, Gha ? Kayaknya kabar yang gua denger soal pernikahan lu itu bener ya ?


"Jahat Lu Bang, Kenapa lu gak dateng ?


"Sorry Gha, Jadwalnya bentrok "


"Aihh..."Boy hanya bisa mendengus ketika Lelaki itu menjabat tangan dan memberi ucapan selamat yang tertunda.


"Ah iya, Gimana kabar lu, Bang ?


"Lumayanlah.."


"Haissh..selalu jawaban yang ambigu.."Lagi-lagi Boy hanya bisa mendengus melihat lelaki dihadapannya hanya tersenyum kecil.


.


.


.


"Surprise ? "Andre seketika terbelalak ketika melihat pesan gambar yang dikirim oleh Boy.

__ADS_1


"Kejutan Bro , Lone Wolf datang kerumah Si Kunyuk.." Sudah pasti Andre langsung menunjukan pesan gambar yang diterimanya itu kepada dua sahabatnya.


"ini beneran senior ? "Tonny nampak begitu antusias melihat pesan gambar itu.


"Ada apa ya ? Kenapa Lone Wolf turun gunung? Jangan-jangan ada masalah besar ? "Seketika Ricco menerawang segala kemungkinan atas kedatangan sang Senior yang lama tak menampakan diri itu.


"Siapa sih ? Kalian Kok heboh banget ? "Sudah pasti Sonia dan Putry pun merasa penasaran.


"Temen lama.."Ricco hanya menghela napas pendek seraya mengembalikan ponsel milik Andre.


"Dia itu mentor kita berempat, Cuma Dia satu-satunya orang yang berani ngomelin Kwartet Devils..hahaha.."Tonny dan Andre malah tergelak mengenang masa lalu mereka.


"Heh ? Ternyata ada juga orang yang berani ngomelin kalian selain Babeh Bewok sama Kong Mamat ? "Sonia malah terkekeh mengejek mereka.


"Jangan asal luber tuh mulut ! Si Ricco aja lewat kalo dibandingin sama Senior waktu masih muda.."Andre sudah pasti terkekeh senang melihat Sonia mencebik kesal mendengar ejekannya.


"Masa sih ? "Putry pun akhirnya ikut angkat suara karena merasa penasaran.


"Dia itu Senior kita didunia jalanan, Dia juga yang jadi mentor sekaligus orang yang paling berjasa membimbing kita.."


"Hmm..Kalo bukan karna bimbingan Dia, Kita berempat mungkin sudah terjebak makin dalam didunia jalanan.."Raut wajah Tonny seketika menjadi sendu seakan mengisyaratkan beban masa lalu yang begitu berat.


"Sebenernya Black Devils Band juga terlahir berkat gagasan Dia, dan Si Kunyuk yang paling berusaha keras membentuk Band itu demi mengalihkan kebiasaan jelek kita.."Sejenak Andre tersenyum kecut mengingat usaha keras Boy menasehati dirinya.


"Pantes aja kalian panggil dia Senior, By the way, namanya siapa sih ?


"Kita berempat biasa panggil Dia, Senior ! Gak ada yang berani manggil namanya.."


"Heh ? Ternyata kalian bisa juga takut sama orang lain ya ? "Sonia malah terkikik melihat Andre dan Tonny mendengus.


"Sampai hari ini kita semua gak tau identitasnya, Cuma tau nama Panggilannya aja.."


"eh, kok bisa gitu ? "Sonia dan Putry hanya bersitatap keheranan.


"Orang lain juga cuma tahu panggilannya doang.."


"Panggilannya "Konde"


"Ppfth Hahahaha..."Sonia dan Putry tertawa lepas mendengar nama panggilan itu, Sementara ketiga pemuda dihadapan mereka hanya mendengus kecil melirik jengah pada mereka.


"Konde bencong ? hahaha..."Putry malah semakin tergelak.


"Haissh..itu bahasa jepang ( Konde; Sendiri/kesepian).."Sudah pasti Tonny mencebik kesal melihat Putry dan Sonia masih saja terkikik geli.


"Maksudnya Jomblo kali..hihihi.."Sonia malah semakin terkekeh.

__ADS_1


"Mungkin juga sih ! "Andre seakan menyetujui ucapan Sonia.


"Hmm..mungkin karna itu juga, Si Boy sering panggil dia Lone Wolf.."


"Lone Wolf ? dramatis amat ? "Putry masih saja terkekeh kecil mengejek mereka.


"Sekarang kalian berdua bisa ketawa ngejek Dia, Tapi kalo udah ketemu sama Dia, kalian bakal bungkam dan gak bakal berkutik.."


"Masa sih ? "Putry malah tersenyum kecil mendengar ancaman Tonny.


"Kamu jangan nantangin gitu dong ! Biar bagaimanapun, Dia itu sudah kami anggap seperti Kakak tertua bahkan hampir seperti pengganti orangtua kita..." Sejenak Andre menghela napas lantas merangkul bahu calon istrinya itu.


"Ehh, Jangan-jangan Dia itu orang yang tampung kalian waktu kabur dari rumah ? "Seketika Sonia teringat cerita Boy dimasa lalu.


"Ya , Selain Babeh Mail sama Om Riri , Bang Konde itu orang yang paling berperan membimbing kita-kita lepas dari dunia jalanan.."


"Om Riri ? Siapa lagi itu ? "Sonia mendadak penasaran.


"Bokap gua..."Putry malah terkekeh melihat Sonia nampak kaget mendengar ucapannya.


"Astaga ! Bokap lo juga punya hubungan sama Empat Kampret ini ? "Sonia semakin ternganga tak percaya.


"Si Kunyuk yang ngenalin kita sama Om Riri, pokonya Si Kunyuk sama Almarhum Om Riri itu udah kayak Tom n Jerry..hahahaha..."Andre malah tergelak menjelaskan kedekatan sahabatnya itu.


"Pantesin Kak Boy langsung setuju pas tau Kak Andre deketin Si Putry..Aiihh..Kamu kok gak cerita sama aku sih, Beib? "Sonia hanya bisa melengos jengah.Sementara Ricco hanya mengangkat kedua bahunya seakan acuh.


"Gua juga gak pernah tau kalo Siti gak cerita sama gua..."Sudah pasti kedua mata Putry mendelik sengit kearah Andre yang sedang terkekeh menghindari tatapannya.


"Udah ah, gak usah bahas masa lalu ! Jadi gimana kabarnya Senior ? Dia mau ngapain dateng kerumah Si Kunyuk ? "Tonny langsung memotong perdebatan mereka.


"Lu kayak baru kenal aja sama Senior, Dia gak bakal lama duduk disatu tempat.."


"Hemm..."Andre dan Ricco terlihat menganggukan kepala meyakinkan.


"Tapi kenapa tiba-tiba datang ?


"Nah itu ?


"Hemm..."Lagi-lagi Ricco hanya menghentakan bahunya pertanda tak memiliki jawaban atas pertanyaan kedua sahabatnya.


"Ya udah sih, tinggal tanya aja sama Ka Boy..."Sonia malah terkekeh melihat raut wajah bingung ketiga pemuda dihadapannya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2