SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Finishing


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE VOTE I LOVE MONDAY


💔Happy Reading.


.


5 Hari berlalu dan Ruko yang disewa oleh Boy sudah berhasil disulap menjadi sebuah Mini Caffe yang berkonsep Rock Classic namun tetap menyelipkan unsur tradisional dengan menempatkan beberapa mini Arca dan ukiran klasik ditiap sudut Caffe.


Beberapa frame fhoto Rocker dan guitaris legends seperti Joe Satriani ,Steve vai,Jhon Petrucci , jimmy Hendrix pun terpasang disekat kaca pembatas dan tak lupa Frame fhoto Jhon Bon Jovi yang menjadi idola Boy pun terpampang paling besar diantara fhoto lainnya.


Dekorasi ruang yang mengusung konsep anak muda ini terlihat nyentrik ketika pengunjung masuk kedalam Caffe akan disuguhkan sebuah pemandangan Mini Bar bertema Classic namun diseberang nya berjajar kursi Tambulatong (Kursi berbahan Drum) dan meja yang juga berbahan dasar Drum (Tong) serta beberapa kursi single berbahan kayu.


tak lupa disudut ruang Caffe pun ada sebuah Soffa dan meja kaca Classic yang diperuntukan bagi pengunjung yang membawa keluarga.


Boy dan Bagas tersenyum puas mengedarkan pandangannya kesegala penjuru Caffe memperhatikan setiap detail ruang itu.


"Gua gak nyangka ruangan yang cuma 5x10m bisa jadi keren gini.."Bagas berdecak bangga melihat hasil karya tangannya melukis dibeberapa bagian dinding tembok.


"Semoga aja konsep kita ini bisa bikin pengunjung betah ya ,Gas.."Boy merangkul bahu Bagas seakan terharu menyadari bahwa Caffe ini adalah awal hidup barunya.


"Gua yakin turis-turis bahkan anak muda pribumi juga bakal betah nongkrong disini.."Ujar Bagas Antusias.


"Aamiinn..."


"o ya Will , Sebentar lagi Calon Koki kita Si Made sama Si Angga datang kemari..Katanya pengen bantu beres-beres.."


"Baguslah ! jadi bisa makin cepet kelar..sekalian biar kita makin akrab sama mereka.."


"Bos gua ini memang sangat Low Profile..hihihi.."


"Haisshh...


"Assalamu alaikum.."Sapa Imah yang baru saja tiba seraya menghampiri Boy dan Bagas.


"Alaikum salam.."Jawab Boy dan tak biasanya Bagas pun menjawab salam itu.


Seketika Bagas mendadak sumringah melihat kedatangan Halimah dan langsung berhambur menyambutnya.


"Kok gak ngabarin sih ? padahal aku udah siap mau jemput kamu .."Cecar Bagas Antusias.


"Maaf Ka..aye gak mau repotin Ka Bagas.."Imah malah melewati Bagas dan menghampiri Boy.


"Maafin aye Bos Willy , Aye terlambat datang..Kayak nya pesiapannya udah selesai yah ? "Imah sedikit tertunduk merasa tak enak hati berhadapan dengan Boy yang hanya tersenyum tipis melihatnya.


"Gimana kabar Engkong Emuh ? "Boy malah bertanya tanpa menjawab pertanyaan imah.


"Engkong meninggal , Bos ..."Lirih Imah berusaha menahan tangisnya namun guratan kesedihan begitu nyata terpampang diwajahnya.


"inna lillahi ...Maaf..Saya turut berduka.."


"Makasih Bos..Makasih Bos sudah ngasih pinjamana sama Aye dan berkat bantuan Bos Willy saya jadi sempat bicara dan ketemu sama almarhum engkong diakhir hayatnya..Sekali lagi makasih atas bantuannya.."Halimah hanya tertunduk berusaha menutupi kesedihannya.


"Udah jangan bahas soal duit itu ! yang pentingkan kamu sudah ketemu sama kakek kamu seenggaknya kamu bisa melihat wajahnya untuk terakhir kali...Sebaiknya sekarang kamu istirahat aja dan doa kan kakek mu itu..


"iya Bos..Makasih..


"Gas..Anter Halimah pulang ke Kost an nya dan jangan lupa ajak makan dulu.."Boy melirik Bagas yang hanya terdiam seakan kebingungan melihat raut wajah sedih halimah.


"i i iya Will..Ayo imah ! Gua juga turut berduka yah ! Maaf kalo tadi gua malah becanda,gua gak tau kalo lu lagi berduka..


Ayo gua anter pulang biar lu bisa istirahat dulu supaya besok bisa fresh..OK..


"Tapi kan saya pengen bantu beres-beres , Ka..."Imah masih saja merasa tak enak hati.


"Pulanglah ! apa yang diucapin si Bagas itu bener , mending kamu istirahat aja !


"Tapi Bos..?


"Haissh..keras kepala banget kayak Sit....? "Boy seketika menghentikan ucapan nya hampir keceplosan menyebut nama Siti yang selalu dirahasiakannya.


"ah lama nih cewe..."Ketus Bagas dan langsung menyambar tangan Halimah membawanya keluar dari Caffe.


"Uhss..uhss..uhss..."Boy hanya bisa geleng kepala melihat Bagas menarik paksa tangan halimah.


"Shitt..Gua hampir keceplosan nyebut nama Siti didepan orang lain..." Boy lantas kembali masuk kedalam Caffe menghampiri Ayu yang sedang sibuk berkutat menghadap layar laptop.


"Gimana hasil publikasi nya ? "Tanya Boy lantas duduk disebelah Ayu.

__ADS_1


"O em ji..baru duduk sebelahan aja jantung ku udah olahraga.. "Ayu mendadak salah tingkah duduk bersebelahan dengan Boy.


"Eh..anu..Eng..Bagus Kok Ka..Aku udah Shared disemua aplikasi Medsos dan banyak yang penasaran.."Ayu berusaha menutupi kegugupannya sambil menunjukan hasil publikasi dan promosi yang di Share di medsos.


"Semoga sesuai dengan harapan kita.."Ujar Boy.


"aamiin.."Ucap Ayu.


"Cewe tadi siapa Ka ? Kayaknya Ka Bagas suka deh sama cewe itu..hihihi


"Nama nya Halimah teman nya Tika...Dia salah satu karyawan Caffe ini yang baru balik lagi..


"Balik lagi ?


"Hemm..Dia lagi berduka ,sempat pulang kejakarta buat nengok kakek nya yang lagi sakit tapi takdir berkata lain ,Kakek nya itu meninggal gak lama dia sampe disana..


"ohh..jadi dia orang jakarta ? sama kayak kaka dong ?


"Heh ? kok kamu tau kalo kaka dari jakarta juga ? "Cecar Boy penasaran.


"Ya iyalah Ka..Ka Willy itu gak ada logat Bali..aksen nya lebih kayak orang jakarta , Malah tebakan aku tuh Ka Willy turunan bule yah alias indo ? hihihi


"Hemm..hebat juga analisa kamu ?


"berarti aku bener dong ? "Pekik Ayu sumringah.


"Hemmm..


"Holla Bos..selamat siaaaang..hihihi..."Pekik Tika terkekeh menyapa mereka.


"Siang Ka Tikaaaa...."Ayu mendadak antusias.


Sementara Boy hanya tersenyum melihat kedatangan Tika bersama Angga dan Made.


"Berduaan aja sih kayak orang pacaran ? hihihi.."Ejek Tika dan seketika membuat Ayu jadi salah tingkah.


"silahkan duduk semua nya..kalo mau minum ambil aja sendiri yah ! "Boy berusaha mengalihkan ejekan Tika.


"Ok Boss..."Pekik Angga dan Made Kompak seraya duduk berhadapan dengan Boy.


Saya harap kita bisa berkomunikasi dengan baik dan bekerja dengan kompak saling membantu tanpa harus disuruh..Dan kalo ada keluhan langsung sampaikan jangan ditunda-tunda..!


"Siap Bos ! "Pekik mereka kompak.


"Mulai saat ini kita adalah keluarga ,jadi mari kita bekerjasama layaknya sebuah keluarga !


"Baru kali ini gua punya Bos yang blak-blakan terbuka sama karyawannya.."Ejek Tika.


"iya..langsung on Point..hihihi.."kekeh Made.


"Kayaknya gua bakal betah kerja disini , Udah Bos nya pengertian ditambah lagi ada bidadari yang ikut kerja disini.."Ucap Angga antusias sambil melirik ke arah Ayu yang pura-pura sibuk mengetik menghindari tatapan Angga.


"Haishh..pepet terusss Bro..."Ejek Made.


"kayaknya bakal ada drama CinLok nih..hihihi.."Kekeh Tika.


"Pasti heboh nih ! Angga sama Ayu ? Si Bagas lagi deketin Cewe jakarta itu..gimana kalo kita juga ikut meramaikan drama CinLok..hihi.."Ejek Made terkekeh merayu Kartika.


"Haiisshh..lu bukan tipe gua.."Ketus Tika.


"Masa sih ? hihihi


"Sepertinya bakalan seru..." Boy hanya bisa tersenyum tipis melihat anak buahnya malah asyik saling mengejek.


"Saya tidak akan melarang kalian berpacaran..yang penting tetap profesional dalam bekerja.."Tegas Boy seakan memberi angin segar bagi mereka.


"Bos Willy emang the Best..hihihi..


Pengertian banget sama anak buah..hehehe .."Angga dan Made semakin antusia.


"Sebaiknya kalian becanda sambil kerja yah..Tuh perabotan belum dirapihin..hehe "Boy terkekeh sambil menunjuk kearah peralatan dapur yang masih terbungkus kardus.


"Siap Bos..."Pekik Angga dan Made serempak.


"Kamu bantu in si Ayu yah ..! "Pinta Boy pada Tika yang langsung beringsut berpindah duduk.


"Ok Bos..hihihi..

__ADS_1


"Saya mau kontrol bagian depan dulu yah..Kalo ada masalah atau keluhan panggil aja kedepan , Ok !


"OK Boss..."Pekik Tika dan Ayu


"Padahal aku lagi nikmatin kesempatan berduaan sama ka Willy..Huuhfh.." Ayu mendadak terdiam menatap langkah Boy yang keluar dari ruang Caffe.


💔


Siang beranjak Sore dan semua persiapan pun sudah rampung tinggal menunggu grand opening esok hari.


Boy dan Bagas masih setia berada di Caffe sekedar memastikan semua sudah berjalan sesuai rencana mereka.


"lu kenapa Gas ? Semenjak pulang nganterin Si Imah muka lu jadi kusut amat ? "Ejek Boy.


"Huuhfh..."Bagas malah menghela napas seakan menunjukan ekspresi bermasalah.


"ada apa ? jangan-jangan lu nembak dia terus ditolak sama Si Imah ?


"Haissh..Bukan itu Will..


"So..?


"Kayaknya gua punya saingan Will ? "Ucap Bagas dengan raut wajah tak bersemangat.


"Heh ? siapa ?


"Tadi siang gua sempet dengerin dia ngobrol ditelpon sama saudaranya..


"terus ?


"Dia nyebut-nyebut nama Cowo yang katanya ganteng..kalo gak salah nama nya Boy..


"Boy ??? "Seketika Boy mengkernyitkan dahi nya bingung sekaligus penasaran.


"Huuhhfh...kalah sebelum perang.."Lirih Bagas menghela napas begitu dalam.


"Lu yakin Cowo yang namanya Boy itu pacaran sama Si Imah ? "Cecar Boy.


"Entahlah Will..Soalnya dia keliatan Happy tapi juga Sedih waktu ngebahas cowo itu.."Bagas terlihat makin frustasi.


"Apa mungkin dia ? ah gak mungkin ..banyak cowo yang punya nama Boy..Tapi ..?" Mendadak Boy dilanda kecemasan setelah mendengar ucapan Bagas.


"Gua harus memastikan itu bukan gua.." Boy pun terlihat menghela napas kasar merasa gelisah dan penasaran.


"Balik yu ah ! Gua lapar..Gua butuh tenaga buat menghadapi kegalauan hati ini..hihihi "Bagas langsung merangkul bahu Boy mengajaknya segera pulang.


"Haissh..


"hihihi...


💔


💔


Ba'da (setelah) Sholat Ashar Siti menemani kong Mamat jiarah ke makam almarhum adiknya karena tak tega membiarkan lelaki senja itu larut dalam kesedihan mengenang adiknya yang mendahuluinya pergi meninggalkan dunia ini.


Guratan kesedihan dan rasa tak percaya atas keadaan ini membuat lelaki senja itu hanya bisa menghela napas mencoba sabar dan mengikhlaskan meski hatinya tetap saja bertentangan karena satu-satunya keluarga yang tersisa kini pergi dan meninggalkan sebuah amanat besar.


"Huuhfh..semoga aja gua bisa jalanin amanat dari lu..."Lirih Kong Mamat seraya menatap pusara adik tercinta.


"Sabar kong ! tawakal ! insyaAllah engkong bisa kabulin permintaan Babeh Muhamad..."Siti mencoba menghibur meski dirinya pun merasakan kesedihan yang sama.


"gua cuma takut keburu nyusul dia sebelum ngabulin permintaannye.."Suara Kong Mamat terdengar semakin lirih.


"Tawakal Kong ! Kite serahin aje sama Allah ! kita kan belum tau kedepan nye bakalan pegimane ? lagian kan ada Babeh sama Aye yang bakal bantuin jagain dia.."Siti tetap berusaha menenangkan hati kong Mamat yang mulai terdiam larut dalam pemikirannya sendiri.


"Ayo pulang dulu Kong ! udeh 2 minggu ini kan engkong kecapean kurang tidur gegare nemenin almarhum..


"Hemmm...Ayo dah ! Badan gua emang berasa linu gegare begadang tiap malem.."


"Nanti aye bikinin Jamu ye ! "Siti tersenyum tipis melihat lelaki senja dihadapannya mulai kembali berbicara ketus seperti biasanya.


"Hemmm..."Kong Mamat hanya berdehem lantas mengucap salam menghadap pusara adiknya.


Dikejauhan Babeh Jali nampak bersandar pada pohon kamboja memperhatikan orang tua dan putrinya yang mulai menjauh dari makam.


"Maafin aye Beh ! aye gak becus jagain encang..Aye pasti bantuin Babeh buat ngabulin permintaan almarhum.."Babeh Jali nampak menghela napas begitu dalam melihat Dua orang kesayangan nya masih saja larut dalam kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2