
Selepas sarapan di Hotel , Boy bersama keluarganya langsung meluncur kerumah pak Kail untuk sekedar bersilaturahmi dan berkenalan.
Pak Kail beserta Bagas dan Ayu menyambut tamu mereka dengan ramah dan hangat diselipi candaan pak Kail yang selalu memancing tawa semua orang ,kecuali Ricco yang tetap tak bergeming tanpa suara.
"Maaf kan anak saya yang sudah merepotkan kalian yah..."
"enggak kok Pak ,Justru saya yang merepotkan Si Willy..hihihi.."Pak Kail melirik kearah Boy yang terlihat berdiskusi bersama Bagas dan Ayu.
"bisa aja pak Kail..
"Serius pak , Si Willy itu membawa pengaruh positif buat keluarga saya..
"maksudnya ? "Mama Shoffie mendadak penasaran
"semenjak dia tinggal disini semua jadi berubah..Si Bagas udah gak pusing biayain kuliahnya si Ayu dan Si Ayu juga bisa kerja sambil kuliah di Caffe itu..
Tapi yang paling saya syukuri itu perubahan mereka..terutama saya Bu , sekarang kami mulai sholat lagi setelah beberapa tahun tidak peduli sama urusan ibadah semenjak kematian istri saya...
"Saya sangat berterimakasih sama Si Willy...
Bocah gendeng yang saya temukan dipinggir pantai itu ternyata malah merubah keadaan kami..hihihi..
"Dia memang istimewa Pak, anak itu emang selalu bikin kejutan.."Mama Shoffie mengulum senyuman nya.
__ADS_1
"Bukan cuma istimewa , Bu..
Si Willy itu sangat menarik loh ,Saya sampai gak habis pikir bisa-bisa nya dia tidur dilantai padahal ranjang putri saya kosong...
"Heh ? "Petter dan Soffie mendadak penasaran
"Maksudnya dia tidur dikamar si Ayu ? "Sonia menyelak ucapan Pak Kail.
"Hemm..rumah ini cuma punya 3 kamar , jadi mau gak mau Si Willy ngisi kamar Ayu karna Dia itu çuma sebulan sekali pulang kesini malah kadang sampai tiga bulan gak pulang.."Pak Kail berusaha menghindari kesalahfahaman mereka.
"Terus kalo si Ayu pulang gimana ? "Cecar Sonia.
"Si Willy tidur di Balai itu , Dia gak mau tidur dikamar Bagas ataupun dikamar saya.."Pak Kail menunjuk sebuah balai kayu disudut ruang makan.
"Maaf ya Pak , Bu..beginilah keadaan kami !
Maaf kami tidak bisa ngasih kenyamanan buat putra kalian.."Pak Kail merasa tak enak hati melihat ekspresi mereka.
"gak apa-apa Pak ! kita maklum kok...
biarkan saja dia tidur dimana aja , kalo bisa suruh tidur diluar aja...hihihi.."Petter malah terkekeh mengejek anaknya.
"dia udah biasa tidur dibalai bambu rumah si Peot sama Si ifin..."Ricco menyelak tanpa menoleh kearah mereka.
__ADS_1
"eh masa sih ? Semua merasa heran dengan pengakuan Ricco.Sementara yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya seolah acuh.
"anak ini kenapa jutek amat kayak anak gadis lagi datang bulan ? " Pak Kail melirik Ricco yang hanya sibuk memainkan ponselnya.
"gawat ? gak bisa dibiarkan ! Ka Boy harus segera keluar dari rumah ini sebelum cewe itu makin deket.." Sonia memperhatikan gelagat Ayu yang semakin menempel dengan kaka nya.
"O ya , berapa hari kalian disini ? "Pak Kail kembali berbasa-basi mengurai suasana yang terasa kurang kondusif.
"Rencana nya siang ini kita mau balik ke jakarta..."Papa Petter tetap tampil ramah seolah tak peduli dengan kelakuan putra nya.
"cepet amat Pak ? gak liburan dulu ?
"lagi banyak kerjaan dikantor ,biar bisa rehat sebelum kejar setoran hihihi..
"ohh..."kayaknya pak petter ini seorang pengusaha hebat ? " Pak Kail hanya mengangguk-anggukan kepalanya merespons ucapan Petter.
💕
Siang ini Siti nampak terlihat lebih segar dengan senyuman terpampang jelas diwajahnya setelah mendapat pesan Chatt dan Fhoto-fhoto yang dikirim oleh Sonia.
"eh anak enyak sumringah amat ? badan lu udeh sehat ? "Enyak Romlah menempelkan punggung tangan pada kening Siti.
"Udeh mendingan ,Nyak.. udeh gak panas lagi malahan udah napsu makan.."Siti tersenyum senang lantas menyandarkan kepalanya dalam pelukan ibu nya.
__ADS_1
"Heh ? ada apa ? tumbenan amat anak gua jadi manja kayak gini ? " Enyak Romlah merasa heran melihat tingkah putri nya yang mendadak manja dengan raut wajah yang terlihat senang tidak seperti biasanya.