SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Deg Deg Ser


__ADS_3

"Ada nyang mao gua omongin sama lu bedua"


"Eh ? Nape Beh ?


Babeh Jali dan Nyak Romlah sedikit heran ketika melihat raut wajah seriusnya Kong Mamat.


"Gua ragu-ragu, tapi kayaknya ada masalah sama badannye Siti.."


"Masalah ? pegimane maksudnye Beh ? Siti sakit ? "Nyak Romlah seketika terkesiap dan balik bertanya dengan raut penasaran.


"Beh ? "Babeh Jali mendadak khawatir ketika melihat Kong Mamat menghela napas begitu panjang.


"Kapan-kapan kita bawa Siti ke Rumah sakit, Gua curiga ada nyang gak beres sama darahnya.." Meski terasa berat untuk diucapkan, namun Kong Mamat tetap memberitahu anak dan menantunya demi keselamatan sang cucu dan cicit yang akan segera lahir.


"Darah ? "Babeh Jali dan Nyak Romlah bersitatap tegang mendengar penuturan Kong Mamat.


"Gua gak bisa berbuat banyak kalo urusan Darah, Kalo cuma ngelancarin darah atau normalin darah beku, Gua masih bisa jabanin..Tapi ini beda, Gua gak berani ambil kesimpulan.."


Lagi-lagi Kong Mamat menghela napas panjang hingga membuat Nyak Romlah semakin khawatir dan ketakutan.


Babeh Jali mendadak bungkam tak bersuara setelah mendengar penuturan Ayahnya, karna Baginya, Kemampuan Sang Ayah dalam dunia medis sudah sangat mumpuni namun kali ini Sang Tua renta itu terlihat begitu tak berdaya yang mengisyaratkan keseriusan diagnosis penyakit putrinya.


"Bang ? "Suara Nyak Romlah mendadak parau karna teramat mengkhawatirkan putri kesayangannya.


"Lu be'dua jangan besangke buruk dulu, Moga aje gak nape-nape ! Gua juga masih belon yakin 100%.."


"Kite be'doa barengan, Moga aje dugaan gua gak bener.."

__ADS_1


"Ya Allah ! "Nyak Romlah malah semakin berkecil hati ketika melihat mertuanya nampak pasrah dan menyerahkan semuanya pada penanganan medis, Karna selama ini Sang Mertua selalu mengandalkan kemampuan diri sendiri untuk mendiagnosis segala penyakit.


.


.


.


.


"Wah, udah kumpul semua ? "Sonia yang baru tiba bersama Siti dan kedua orangtuanya mendadak semangat mencari kejelasan perihal kabar yang diterimanya dari Tania.


Ke empat pemuda yang sedang berkumpul dan berdiskusi serius itu seketika bungkam ketika melihat mereka kembali pulang.


"Serius amat ? Lagi rapat internal ya ? "Sonia mencebik sengit kearah Ricco dan Thonny.


Sementara Boy yang menyadari istrinya terlihat khawatir lantas bergegas menghampiri dan mendekap manja demi meluapkan kerinduan sekaligus mengalihkan suasana.


"Istriku belanja apa ? Kok gak ada tentengan apa-apa sih ? emm ? "Sekilas Boy mengecup pipi istrinya hingga membuat Siti mendadak tersipu malu mendapat perlakuan manja dihadapan semua orang.


"Istrimu lucu, Boy ! Bukannya belanja, malah ngendusin baju-baju doang.."Mamah Shoffie malah terkekeh mengingat kelakuan Siti.


"Heh ? Seriously ? Kayaknya little Bean yang punya gen aneh kayak gitu..hihihi


"Abang iihh.."Siti sudah pasti semakin merasa canggung ketika Boy tiba-tiba saja menghujani perutnya dengan kecupan.


"udah sana lanjutin rapatnya ! Biar Siti istirahat dulu sama Mamah.." Shoffie lantas mendorong Boy agar menjauh dan tidak bergelayut manja pada istrinya.

__ADS_1


"Aihh..Perasaan Aku gak gitu-gitu amat.." Petter mendadak geleng kepala melihat tingkah putranya yang tak bisa menahan diri tiap kali berduaan dengan istrinya.


"Aiissh Mamah, Aku masih kangen sama istriku.."


"Heleehh.."Mamah Shoffie malah mencibir ketika Boy mendengus pasrah hingga membuat Siti terkekeh senang melihat suaminya tak berdaya dihadapan Mamahnya.


"Kayaknya beneran ada masalah serius ? "Petter hanya tersenyum kecil melirik tiga pemuda yang mendadak bisu tak seperti biasanya.


"Papah duluan Yah !


"Oke Papah My love , Mamah mau temenin menantu tersayangku dulu yah.."


"Aiihh..."


"Ayo lanjutin rapatnya ! Aku juga mau tau kayak gimana sih cara memperbaiki otak yang terlanjur RUSAK .." Begitu orangtuanya pergi, Sonia langsung menyindir Thonny hingga semua pemuda dihadapannya mendadak mendengus sebal.


"Kamu jangan banyak bicara dulu, Kita juga masih belum punya solusi.."


"Haissh..Sampaaahh ! "Sonia malah mendelik sengit ketika Boy berbisik pelan ditelinganya.


"Aku kasih waktu seminggu buat Ka Thonny menyelesaikan masalahnya, Kalo sampe seminggu belum bisa diatasi, Aku bakal usut dan menyerahkan semuanya ke jalur hukum"


"Heh ? "Boy, Andre dan Ricco serempak terperangah mendengar ancaman Sonia.


"Bye ! Selamat berusaha ! "Sonia lantas pergi dengan raut wajah sengit setelah memberikan ancaman pada Thonny.


"Aiihh.."Boy hanya bisa geleng kepala menyadari adiknya sangat membenci kelakuan Sahabatnya ini.

__ADS_1


"Huuuhfh..."Thonny terlihat menghela napas panjang dan merasa semakin tak berdaya hingga tak berani untuk berbicara.


__ADS_2