
Semenjak grand Opening Caffe hingga seminggu berlalu Boy dan Bagas semakin optimis mengembangkan usaha mereka karena respons pengunjung semakin baik dan melebihi target mereka.
Sore ini pun table Caffe terisi penuh oleh pengunjung yang didominasi oleh remaja dan anak muda yang terlihat menikmati suasana Caffe yang memanjakan mata dan telinga mereka dengan suguhan Sunset dan acoustic live.
"Kartika beneran gak dateng,Gas ?
"Sorry Bos , Gua lupa ngasih tau ! Si Tika lagi pusing sama urusan keluarganya.."Bisik Bagas sambil sibuk menyeka table Bar.
"Pusing ? Kenapa ?
"Huhfh.."Bagas nampak menghela napas.
..Biang rusuh keluar dari kandangnya Will.."
"Biang Rusuh ?
"Hemm..Kemarin Kaka nya Si Tika baru keluar dari penjara dan pastinya bakal bikin bokap sama nyokapnya pusing lagi,termasuk si Tika yang bakal puyeng ngeladenin kaka nya yang doyan bikin kerusuhan itu.."
"itu bukan alasan..seharusnya dia tetep masuk kerja, Si Tika itu gua kasih kelonggaran waktu kok suapaya tetep bisa datang kesini.. Apa mungkin ada masalah lain ?
"berarti elu udah tau dong Will ?
"enggak juga sih , Dia cuma minta izin gak masuk gak nyebutin alesannya...
"Ka Bagas ! "Ayu berlarian menghampiri mereka dengan raut wajah panik.
"Ada apa ? kenapa elu panik amat ?
"Di depan ada Ka Leon.."Bisik Ayu panik.
"Heh ? baru aja diomongin,eh nongol disini..Huuhfh.."Bagas menghela napas khawatir mendengar kedatangan Leon.
"Leon ? "Tanya Boy penasaran.
"Kaka nya si Tika itu nama panggilannyanya Leon..."Jelas Bagas.
"Ohh..
"Semoga aja dia gak bikin ulah dicaffe.."Bagas kembali terlihat menghela napas kasar membuat Boy jadi penasaran.
"Jadi disini si Tika kerja ? Lumayan juga suasana Caffe ini.."Seorang lelaki berperawakan kekar dengan tubuh yang dipenuhi Tatto menghampiri table Bar , Seketika membuat Bagas terkejut dan gugup.
"eh..i i iya Bli.. Apa kabarnya lu ? "Bagas mencoba berbasa-basi meski raut wajah paniknya tak bisa ditutupi.
__ADS_1
"like you see.."Ketus Leon langsung duduk dikursi single mini Bar.
"minum apa Bli ? "Tanya Boy ramah layaknya menjamu pengunjung lainnya.
Leon tersenyum tipis melihat pemuda dihadapannya yang memakai masker dan memiliki tubuh bertatto seperti dirinya.
"Bikinin gua Double Shoot..."Ketus Leon.
"Maaf Bli..kami tidak menjual minuman beralkohol , Cuma ada ini aja ! "Boy berusaha tetap sopan sambil menyodorkan list menu minuman.
"Heh ? serius ? "Pekik Leon dengan tatapan mata meremehkan.
"Sorry Bro ,kita emang gak jual begituan tapi kalo lu mau minum gua bisa beliin kok didepan sana..."Bagas berusaha menengahi.
"gak usah,Gas ! Biar gua nyobain minuman yang lain aja.."
"Silahkan..! "Baru saja Leon selesai bicara Boy sudah menghidangkan segelas Mocktail dihadapannya.
Leon melirik Boy dengan seringai meremehkan hasil racikan Boy.
"Lumayan..."Ketus Leon tanpa ekspresi setelah menyecap seteguk Mocktail.
"Thanks Bro..O ya kenalin gua Willy ,Maaf kalo menu di Caffe gua ini gak sesuai sama ekspektasi lu.."Boy mengulurkan tangannya.
"Hemm.."Leon hanya berdehem tanpa menyambut tangan Boy.
Leon malah tersenyum melihat Boy berani memaki nya ,karena diwilayah itu tak ada seorang pun yang berani berurusan dengannya.
"Tolong gantiin gua dulu ,Gas ! gua mau Sholat Ashar..."Boy melepas Apron nya melenggang pergi tanpa peduli pada Bagas dan Leon.
"What the..? "Sialan si Willy..gua malah ditinggalin.."Bagas hanya bisa menghela napas melihat Boy keluar dari Table Bar.
"Kalo ada yang macem-macem panggil gua ! "Boy menghentikan langkahnya melirik sinis kearah Bagas lantas berlalu seolah acuh.
"i i iya Will..."Bagas semakin Panik mendengar ucapan Boy yang seakan mengisyaratkan sebuah tantangan.
"Menarik..ternyata Bos nya si Tika punya nyali.." Leon hanya menarik satu bibirnya tersenyum tipis mendengar ucapan Boy.
"Sorry Bli Leon ! Bos gua baru seminggu tinggal disini , Dia gak tau siapa elu ! Sorry kalo dia gak sopan.."Bagas berusaha menghindari resiko buruk yang bisa saja terjadi akibat ucapannya Boy.
"O ya Bli..Lu mau makan apa ? biar gua pesenin.."Bagas semakin gugup melihat Leon hanya terdiam namun jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja.
"Meja 4 order Soft drink sama Moccacinho ,Ka..."Halimah menghampiri mereka dan seketika membuyarkan kepanikan Bagas.
__ADS_1
"eh iya ..sebentar "Bagas langsung menyambar sebotol Softdrink dan Cangkir kosong.
Leon terlihat tersenyum melirik Halimah yang berpenampilan beda dengan hijab yang sederhana.
"Uhs..Gawat ! jangan sampai dia suka sama gebetan gua.."Bagas berdecak kesal melihat Leon melirik Halimah.
"Buruan anter ! "Bagas langsung menyerahkan pesanan itu supaya Halimah segera pergi.
"Gua Balik dulu ,Gas ! "Leon lantas berdiri tanpa berhenti dimeja kasir.
"i i iya Bli..thanks udah mampir disini.."Bagas tetap berusaha sopan meskipun masih gugup.
"Tunggu ! "Boy yang melihat Leon keluar tanpa membayar minuman langsung memanggilnya dan seketika membuat langkah Leon terhenti.
"Lu belum bayar minumannya..! "Tegas Boy.
"Astaga si Willy malah cari masalah.." Bagas bergegas menghampiri Boy.
"Baru kali ini ada yang berani minta bayaran sama gua..."Leon Berdecih meremehkan.
"gua gak peduli elu siapa Bro ?
lu minum atau makan disini harus bayar ! kecuali lu minta baik-baik , pasti gua kasih.."Tegas Boy tanpa peduli raut wajah Leon yang terlihat mulai sengit.
"Cihh..."Leon kembali berdecih mengejek Boy.
"ya udah kalo lu gak mau bayar ! anggap aja gua ngasih minumana gratis sama gembel.."Ketus Boy lantas membalikan tubuhnya meninggalkan Leon.
Leon seketika mengepalkan tangan nya dan tubuhnya terlihat bergetar seakan siap meledakan amarahnya.
"Bli pliss..pliss..jangan marah sama Bos gua ! Dia gak tau apa-apa soal elu...maafin omongan dia yang asal ceplos itu.."Bagas berhambur menenangkan Leon mencegahnya menghampiri Boy yang melangkah masuk.
"Kali ini gua maafin dia karena gua masih ngehormatin lu ,Gas ! Tapi gua bakal inget sama kelakuan dia hari ini..."Ketus Leon lantas pergi dengan tangan yang masih terlihat mengepal.
"Huuhfh..."Bagas menghela napas lega melihat Leon pergi tanpa membuat kegaduhan diCaffe.
"Bisa-bisa nya si Willy malah bikin anjing liar itu naik darah...Huhfh.." Bagas melangkah cepat menghampiri Boy yang terlihat malah tersenyum seakan mengejeknya.
"Sialan lu Bos , jangan cari masalah sama dia !"Ketus Bagas.
"kenapa ? "Boy terlihat begitu tenang seakan acuh dengan kepanikan Bagas.
"Pokoknya jangan deh ! Gua cuma takut dia rusuh di Caffe ini..
__ADS_1
"Santay aja Gas ! Gua udah biasa ketemu orang-orang kayak gitu..dan kalaupun nantinya dia bikin masalah sama kita ? Gua pastikan dia bakal nyesel ! "Tegas Boy acuh.
"What the..? Si Willy malah nantangin ? wait..wait..wait.. Si Willy udah biasa ketemu sama orang-orang kayak Leon ? ..Sebenernya elu berasal dari planet mana sih Will ? Bagas hanya bisa menghela napas pasrah melihat Boy malah tidak peduli dan terkesan menantangnya.