SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Pagi KITA


__ADS_3

Siti terbangun lebih dulu ketika merasakan tangan yang melingkar diperutnya semakin terasa berat dan kencang.


Senyum tipis dengan semburat rona merah menghiasi wajahnya ketika mengingat kejadian semalam yang berhasil membuat suaminya merasa puas dan senang dengan aktivitas mereka yang takkan bisa terlupakan seumur hidupnya.


Lelaki yang kini masih tertidur pulas disampingnya itu terlihat begitu tenang dan damai dalam mimpinya selepas memberi dan menerima hak nya.


Siti lantas bergegas turun menuju kamar mandi melawan rasa dingin serta tubuh yang sebenarnya terasa lelah demi menyucikan tubuh dari Hadast besar dan demi tampil cantik ketika sang suami membuka matanya.


Sementara Boy pun kini membuka matanya ketika merasakan pelukannya hampa tanpa ada istrinya yang setia memeluknya semalaman.


Suara gemericik air dikamar mandi dibalik sekat kamarnya itu membuat Boy tersenyum mengetahui istrinya tengah berada disana.


Senyuman nya semakin tersungging lebar ketika tak sengaja melihat bercak noda merah yang tersingkap dibalik selimut.


"Thanks God ! "Gumam Boy mengingat kenakalannya yang berhasil membuat istrinya menikmati malam hebat bersama-sama.


"Abang udah bangun ?


Boy terperangah melihat istrinya menghampiri dengan balutan Bathrobe miliknya yang menunjukan wajah cantik nan segar dengan rambut yang masih basah.


"Stop ! Aye udah wudhu..."Siti melangkah mundur ketika tangan suaminya hampir saja berhasil menariknya.


"Huuuhfh..."Boy menghela napas menyaksikan pemandangan yang menggoda iman lemahnya.

__ADS_1


"Mending Abang mandi dulu ! Kita sholat berjamaah..."Siti mengulum senyumannya menyadari sang Suami masih saja menginginkannya.


"Baiklah Nyonya..."Boy kembali menghela napas lantas bangkit berusaha meredam godaan yang membuatnya ingin mengulangi aktivitas semalam.


Hanya butuh waktu 10 menit saja Boy mengakhiri mandi wajib nya , Lantas bergegas sholat subuh berjamaah bersama Siti demi menghindari suasana yang selalu saja membuat lelaki itu ingin terus bermesraan dengan istrinya.


Kecupan takdzim ditangan kanannya kali ini terasa begitu berbeda karena senyuman diwajah mereka nampak mengembang nyata menyadari hari ini sudah melaksanakan sebagian kewajiban sekaligus kebutuhan pasangan suami istri.


"Mukena nya buka aja ! Rambut lu kan masih basah ! "Boy memperhatikan istrinya yang terus saja memakai mukena meskipun sudah menyelesaikan kewajiban Sholat.


"Sini biar gua keringin rambut lu.."Boy menuntun istrinya duduk didepan meja rias yang hanya berisi sebotol parfum ,sisir dan hair dryier.


Tak pelak Siti merasa canggung dan sungkan mendapat perlakuan Boy yang terasa romantis membelai dan mengusap rambutnya sambil terus menyusuri rambut hitam dan panjang itu dengan hair dryier ditangan kanannya bahkan sesekali mencuri kecupan dipipi istrinya.


"Santay aja sih ! Anggap aja lu lagi nikmatin service di salon hihihi..."Boy terkekeh sekilas kembali mengecup pipi mulus istrinya.


"iissh..Abang kenapa jadi genit amat ?


"Genit nya cuma sama elu..emang gak boleh genit sama istri ?


"Dasaaarrr....!


"hihihi...

__ADS_1


"udah bang ! Sini gantian rambut Abang biar Aye keringin...


"gak usah ! rambut gua kan gak ketutup..."Boy meletakan Hairdryier lantas menyisir rambut istrinya perlahan hingga terlihat rapi dan cantik.


"gak nyangka suami Aye berbakat juga jadi pegawai salon..."Ejek Siti terkekeh.


"Haiisshh..Eiyke melambaaayy dong ? "


"Hahahaha...."Mereka pun tergelak menyadari kekonyolan mereka.


Sejurus kemudian Boy meletakan dagunya diatas bahu Siti seraya menyimak wajah cantik dibalik kaca dihadapannya.


"Lu makan apa sih dari kecil ? Kok bisa secantik ini ? "Pertanyaan konyol memuji versi nyeleneh meluncur dari mulut Boy.


Siti mengulum senyuman dengan pandangan yang juga teralih pada kaca dihadapannya yang memperlihatkan wajah tampan suaminya tengah menatap takjub dari belakang tubuhnya.


"Mungkin sama kayak abang , buktinya Abang juga ganteng banget.."Siti terkekeh merasa lucu menyadari dirinya malah menjawab pertanyaan konyol suaminya.


"iya juga yah ?


Jangan-jangan waktu kita kecil sering makan bareng kali yah ?


"bisa jadi...

__ADS_1


"Hahahaha...."Mereka pun kembali tergelak menertawakan obrolan absurd mereka pagi ini


__ADS_2