
Suasana bahagia yang diselingi canda tawa dan obrolan hangat diruang tamu seakan begitu menyenangkan meski orang yang tengah menjadi alasan atas kebahagiaan mereka masih saja belum menampakan dirinya.
"Mama masih gak nyangka Pah..Babeh Mamat bisa menerima kita tanpa harus ada baku hantam lagi kayak dulu"
Mama Shoffie tak bisa lagi menutupi kebahagiannya hingga senyuman dan wajah ceria nya selalu terpampang sempurna.
"Pengaruh anak kita emang luar biasa Mah..Babeh Mamat yang selalu keras kepala itu perlahan melunak semenjak bergaul sama si Boy.." Papa Petter pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya setelah berhasil memperbaiki hubungan mereka.
"Astaga..? "Pekik Sonia terkejut melihat isi pesan dari Sitti.
"Kenapa Sayang ? "Mama Shoffie mendadak merasakan sesuatu hal aneh yang begitu menyentuh perasaannya.
"Halimah temen nya Ka Siti ketemu sama Ka Boy dipantai..."Sonia masih sibuk dengan layar ponselnya.
"Boy ke Pantai ? "Petter mulai merasakan gelagat aneh sambil melirik kearah Ricco yang terlihat kaget dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kalo si Boy sampai mampir ke pantai berarti dia lagi punya masalah berat.."Batin Ricco.
"Apa kamu tau soal ini Ricco ? "Petter menatap wajah Ricco dengan tatapan tajam seakan mengintimidasi kebungkamannya.
"Huuhfh.."Ricco hanya menghela napas kasar menatap Petter yang begitu mengharap jawaban darinya.
"Dia pasti lagi punya masalah besar Om.. Dia selalu pergi kepantai tiap ada masalah.."Ricco kembali menghela napas melihat raut wajah petter yang mulai tak bersahabat.
"Masalah apa ? Apa kamu tau ?
Shoffie menyelak dan mencecar Ricco yang mulai bingung menghadapi kedua calon mertua nya.
"Saya juga gak tau Tante , tapi..?
"Huuhfh...Saat ini satu-satunya masalah yang bisa bikin dia pusing pasti berhubungan sama Siti.." Ricco kembali menatap wajah petter seakan mengharap pembenaran atas argumennya.
"Assalamu alaikum.."Suara salam yang terdengar lirih dengan napas yang berat membuyarkan percakapan semua orang yang berada diruang tamu.
"Boy..?
Mama Shoffie terperangah melihat kedatangan Putranya yang berjalan terseok dengan wajah pucat dan penampilan yang kusut tidak karuan.
__ADS_1
"Ka Boy gak apa-apa kan ? Ka Boy kemana aja sih ? kenapa ka Boy gak ngasih kabar ? "Sonia langsung berhambur merangkul bahu kaka kesayangannya itu sambil mencecarnya dengan pertanyaan.
Boy hanya berusaha tersenyum melihat tingkah adik manjanya itu sambil melepas tangan Sonia yang terasa berat menarik bahunya.
"kamu darimana aja sayang ? kamu gak apa-apa kan ?"Mama Shoffie menghampiri dengan raut wajah khawatir karena melihat keadaan Boy yang kusut dan mengenakan pakaian yang kotor.
Boy berusaha memaksakan senyumannya meski bibirnya terasa kaku dan sulit untuk digerakan.
"Gak apa-apa Mah.."Suara Boy terdengar lirih dan terasa berat seakan mencubit perasaan Mama shoffie.
"biarkan Boy istirahat dulu Mah.."Petter yang menyadari keadaan Boy yang tengah berusaha bersikap tenang dihadapan Mamanya berusaha mengalihkan perhatian istrinya.
"tapi kita kan belum ngasih tau Ka Boy soal kabar menggembirakan itu.."Sonia mencegah langkah Boy yang sudah terlihat tidak nyaman berada diantara keluarganya.
"eh iya sayang..Babeh Mamat udah maafin Papa sama Mama..Kita bisa ngelamar Siti kapan aja..Aah Mama gak sabar pengen jadiin Siti sebagai menantu kesayangan Mama.."Shoffie meraup kedua pipi Boy memberitahukan kabar bahagia nya dengan sangat antusias.
Boy hanya mematung merasakan sesak didadanya berusaha tetap tenang meski lidah nya terasa kelu dan tenggorokannya terasa tercekat kesulitan untuk bernapas dan berbicara.
"kamu seneng kan sayang ? sebentar lagi Siti jadi istri kamu.. "Mama Shoffie masih larut dalam kebahagiaannya tak menyadari raut wajah pias putranya.
"aku juga gak sabar punya kaka ipar cantik..hihihi.."Sonia memeluk tubuh Boy dengan manja namun gadis itu mendadak terdiam merasakan tubuh Boy yang gemetar seakan menahan perasaan yang sulit diartikan.
Ricco yang sedaritadi memperhatikan gelagat Boy yang tak biasa itu menjadi semakin khawatir melihat ekspresi Boy yang hanya diam setelah mendengar kabar yang seharusnya sangat membahagiakan bagi dirinya.
begitupun Petter yang hanya bisa terdiam berusaha menahan rasa penasaran dan kegelisahan dihatinya melihat Putra kesayangannya yang hanya mematung dengan wajah pucat.
"Aku mau istirahat dulu Mah.. "Suara Boy semakin terdengar lirih dan lemah sambil melangkah gontai seakan tidak memperdulikan keberadaan mereka sekaligus kabar bahagia yang mereka sampaikan.
"Boy ?
Mama Shoffie tercengang melihat ekspresi datar putranya yang berlalu dengan langkah gontai meninggalkan dirinya.
"Sepertinya sangat berat masalah nya Om.." Ricco menatap Papa petter dengan tatapan berat seakan menunjukan sebuah beban yang sulit diterjemahkan.
"BRUUGHH...
Tubuh Boy terhempas dan tersungkur menggelinding dari tangga hingga membentur sudut anak tangga bagian bawah.
__ADS_1
"BOY ?
Ricco melompat dan hampir menabrak Papa petter berlari menghampiri Boy yang terkapar diantara anak tangga.
"Boooyyy...?
Petter , Soffie dan Sonia berhambur berlarian menghampiri Boy yang sudah berada dalam pelukan Ricco.
"Mobil Om...!
Buruan ambil mobil !
Ricco langsung mengangkat tubuh Boy sambil berteriak dan membawanya keluar dengan terburu-buru hingga keluarganya tak sempat menyentuh tubuh Boy.
"i i iya.. "Papa Petter gelagapan karena panik dan gugup melihat keadaan Boy dan mendengar teriakan Ricco yang membentaknya.
"Buruan Om !!!
Ricco kembali berteriak dengan raut wajah penuh amarah dan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Boooyy..?
Mama Shoffie dan Sonia menangis histeris melihat keadaan Boy yang terbujur lemah dipelukan Ricco.
Dengan sigap Ricco langsung membawa tubuh Boy masuk kedalam mobil setelah Petter memarkirkan mobilnya didepan rumah
"Biar saya yang bawa Om..!
Ricco mendorong tubuh Petter dengan kasar hingga tubuh tua itu hampir terhempas membentur kursi penumpang.
Setelah Soffie dan Sonia masuk dan menjaga Boy dikursi penumpang bagian belakang , Ricco langsung tancap gas hingga semua orang terperanjat kaget merasakan hentakan mobil yang dikemudikan Ricco.
Hanya dalam waktu 15 menit saja Ricco berhasil menembus jalan raya dan tiba dirumah sakit dengan cepat meskipun harus melewati beberapa drama mengejutkan disepanjang jalanan akibat kelakuan Ricco yang memarahi setiap pengemudi yang berjalan lambat.
"Anak ini benar-benar bikin jantungku makin lemah dengan sikap kasarnya.. Tapi perhatian nya sama Boy sangat besar sampai-sampai berani membentak ku dan memarahi orang-orang..."gumam Petter menatap Ricco yang terburu-buru membawa Boy keruang UGD.
Seorang dokter dan dua orang perawat langsung menangani dan memberikan pelayanan terbaiknya meski raut wajah mereka terlihat kesal karena menerima amarah Ricco yang membentak mereka dengan kasar.
__ADS_1
"Astaga..Anak ini bener-bener menakutkan kalo lagi panik..."Batin Petter cemas.