SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Adu Jotos


__ADS_3

😊I LOVE MONDAY ☺


WAKTUNYA KASIH VOTE !!!


💜Happy Reading !


.


Boy terbangun disiang hari tanpa ada seorangpun dirumah pak Kail karna mereka memang jarang berada dirumah ketika siang hari.


"Huuhfh..Sepi amat ? "Boy hanya bisa menghela napas melihat suasana rumah yang begitu hening tanpa ada suara celotehan pak Kail dan Bagas.


"Hallo Bos ! Hihihi..."Ayu melenggang masuk dengan raut wajah sumringah.


"Heh ? lu gak ada jadwal kampus ? "Boy berdecak seakan malas melihat kedatangan Ayu.


"Ada tadi pagi..dari kampus langsung capcus kesini biar bisa bareng sama Bos Ku yang tampan..hihihi


"Haissh..


"Hihihi..


"Bakal ribet nih kalo cuma berduaan dirumah.." Huuuhfh.."Boy hanya bisa menghela napas jengah dengan situasi saat ini.


"Ayo jalan ! "Boy berusaha menghindar tak mau berduaan didalam rumah tanpa ada pak Kail atau Bagas.


"eh ayo.."Padahalkan aku sengaja datang cepet biar bisa ngobrol dulu.." Ayu merasa kecewa dengan sikap Boy yang selalu saja menghindar.


"jangan lupa kunci pintu ! "Pekik Boy lantas duduk diatas motor tanpa peduli dengan raut wajah Ayu yang mendadak masam.


"gak apa-apa deh gak bisa ngobrol dulu ,yang pentingkan bisa mesra-mesraan berduaan naik motor ..hihihi " Ayu mengulum senyumnya melirik kearah Boy sambil mengunci pintu.


"Lets go ! "Ayu langsung berhambur duduk dijok belakang melingkarkan tangannya dipinggang Boy.


"Emang harus ya pegangan kayak gini ? "Ketus Boy jengah menyadari Ayu semakin berani dan agresif.


"Udah ah Jalan ! Di sini udah biasa kayak gini..lagian aku takut kalo gak pegangan..."Ayu mengulum senyumnya mencoba mengalihkan kekesalan Boy.


"Haisshh...pegangan aja ya ! jangan nyender ! "Ketus Boy lantas tancap gas menuju Caffe merasa malas meladeni keagresifan Ayu.


"lumayan bisa nemplok sama si Bos..hihihi.." Sepanjang perjalanan Ayu terus saja tersenyum berhasil melancarkan aksinya.


Hanya dalam waktu 15 menit saja mereka sudah sampai di Caffe dan seketika semua karyawan Boy yang sama-sama baru datang itu menoleh melihat mereka.


"Haissh Dasar ganjen ! "Raut muka Bagas mendadak sengit melihat adiknya yang berboncengan dengan Boy.


"Waah..Si Ayu nyolong start nih.."Kartika terkekeh melihat kedatangan mereka.


"Sabar ye bang Angga..."Halimah mengulum senyumnya melihat raut wajah cemburu nya Angga.


"Hihihi.."Tika dan Made makin terkekeh mendengar ucapan Halimah.


"Kerja Kerja Kerja ! "Boy langsung membubarkan mereka semua.


"BANGSAADD..LU KABUR KESINI PECUNDANG


Boy seketika menghentikan langkahnya mendengar suara teriakan yang sangat dikenalnya.


perlahan Boy membalikan tubuhnya melihat seorang pemuda yang berjalan cepat menghampirinya.


"Andre ?


"Shitt..kenapa dia bisa ada disini ? " Boy terkejut melihat Sahabatnya tiba-tiba ada dihadapannya.


"Pak Andre ? "Bagas dan Leon beradu pandang keheranan melihat mantan Bos mereka berteriak memaki Boy dan membuat suasana seketika menjadi tegang.

__ADS_1


"Pecundang ! Lu pikir kabur bisa bikin masalah lu jadi selesai ? "Andre semakin mendekati Boy yang masih terkejut dan mematung.


"BUGH..BUGH..BUGH..."Andre meluapkan kemarahannya melepaskan tinjunya diperut dan wajah Boy hingga ia tertunduk meringis kesakitan.


"Pak Andre...Stop ! "Leon dan Bagas berhambur ingin memisahkan mereka namun Boy malah membentangkan sebelah tangannya seakan menyuruh mereka untuk tidak ikut campur.


Andre mendengus kesal dengan napas yang memburu dan tubuh yang gemetar seakan siap meledakan amarahnya lagi.


"Gua hampir masuk penjara gara-gara ngamuk diBandara..Tega lu ninggalin kita semua ,Heh ? "Andre langsung mencengkram kerah baju Boy.


"Bangsaaad...BUGH.."Satu pukulan kembali mendarat diwajah Boy membuat semua orang yang ada disitu semakin khawatir.


"Nyokap lu Nangis berhari-hari sampe pingsan dan masuk rumah sakit karna kelakuan bodoh lu ini..."Andre semakin mengencangkan cengkramannya.


"Otak lu dimana Boy ? Otak lu dimanaaa ? "Andre berteriak lantang hingga deru napas kasar bisa dirasakan Boy.


Boy menengadahkan wajahnya dengan tubuh yang bergetar mendadak perasaannya berkecamuk mengetahui Mama nya sampai masuk rumahsakit.


"Mamah ? "Suara Boy terdengar lirih.


"AAAARRGHH..."Andre melepas cengkamannya dan beralih menendang meja Caffe meluapkan kekesalannya karna dia juga tak mau terus memukuli sahabatnya.


"Huuuhhfh.."Boy menghela napas panjang berusaha tetap tenang mengabaikan rasa sakit diwajah dan perutnya.


"Apa lu udah gak peduli sama sahabat lu lagi Boy ? "Andre kembali mendekati menatap tajam wajah Boy yang masih saja terdiam.


"Kalo gak ada Si Ricco..Mungkin nyokap lu belum tentu selamat Boy.."Andre kembali berteriak dan mencengkram leher Boy.


"Mamah ? Mamah kenapa ? "Suara Boy tercekat karna cengkraman tangan Andre semakin kencang.


"PLAK..."Satu tamparan mendarat dipipi kanan Boy.


"Lu tanya kenapa ? kenapa ? kenapa ?


"Dan Siti..."Rahang Andre semakin mengeras dengan gigi bergemerutuk masih mencoba menahan amarahnya.


"Lu tau Siti ngeraung-raung di Bandara ? heh ?


Dia yang paling terpukul Boy !


"Dia berani menolak perjodohan itu demi cowo pecundang ...


"APA ?


Boy terbelalak tubuhnya mendadak terasa kaku seakan tak kuasa mendengar kenyataan yang diucapkan Andre.


"Dia nolak Boy ! NOLAAAKKK...! Andre sudah siap melepaskan pukulan kembali.


"Udah Pak Andre ! "Leon sudah tak bisa menahan kesabarannya dan berhambur mendorong tubuh Andre menjauh dari Boy yang terjatuh duduk bersimpuh dengan tubuh yang bergetar kencang.


"Gua salah...? Dugaan Gua salah ? "Boy semakin tertunduk sambil mengempalkan tangannya meninju tanah berpasir itu.


"Jadi mereka sahabatan ? " Bagas tak menyangka Boy bersahabat dengan mantan Bosnya.


"Siti ? Siapa Siti ? Kenapa mereka nyebut nama Siti ? Jangan-jangan ? " Halimah larut dalam pemikirannya sendiri.


Boy menyeringai dan bangkit berdiri melangkah mendekati Andre.


"Jadi dia menolak perjodohan itu ? "Boy mendengus menatap tajam wajah Andre yang hanya terlihat menganggukan kepala menjawab pertanyaan Boy.


"BUUGGHH..."Satu pukulan keras mendarat diwajah Andre dan seketika tubuhnya pun limbung tersengkur keatas meja.


"Gua masih punya otak buat mikir ! Siti gak mungkin nolak perjodohan itu ? Dia pasti nurut sama Si Jawara senga itu..."


"BUGH..."Boy kembali melepaskan satu bogeman mentah diwajah Andre.

__ADS_1


"Udah Will .."Leon berusaha meredam amarah Boy dan menahan tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Apa kalian gak bisa bicara baik-baik ? "Leon mendengus kesal menyadari Boy masih ingin menghajar Andre.


"Willy..udah Will..Tahan emosi Lu ! "Bagas ikut menenangkan Boy dah mengapit tangan kanannya.


"Sebaiknya kita pindah kesamping aja ! Lu berdua bisa selesaikan masalah kalian disana! "Bagas menarik Boy menjauh dan meminta Andre mengikutinya.


"Ayo Bos ! "Bagas mendengus melihat Andre masih meringis kesakitan.


"Bicarakan baik-baik Pak Andre ! Jangan bikin keributan disini ! Saya juga bisa main kasar kalo anda bikin ulah.."Leon menepuk bahu Andre yang hanya melengos acuh menyusul Bagas dan Boy.


"Huuhfh... "Dasar fighter ! selalu aja maen otot.." Leon menghela napas lantas berlalu mengajak semua karyawan masuk dan bersiap membuka Caffe.


"Perjodohan ? Ricco ? Mamah ? Boy ? Siti ? " Halimah semakin larut dalam pikirannya sendiri mendengar nama-nama yang seperti rentetan puzle yang berputar dikepalanya.


"Aye kayak pernah kenal sama pak Andre ?


.


💔FLASHBACK :


"Hallo Gas ! "Suara Andre diujung telpon mengagetkan Bagas.


"Pak Andre ?


"Iya..Sorry gua ganggu lu ! Gua cuma pengen tau siapa nama pemilik Caffe lu itu ?


"Eh ada apa nih Pak ? kenapa Pak Andre nanyain itu ?


"gua cuma mau minta nomer HP sama nama lengkapnya ,gua mau ngajak dia kerjasama..


"wah..mantap nih Pak ! serius ?


"iya..Lukirim nomer HP nya yah !


"Ok Pak..


"jadi siapa namanya ?


"eh ..Willy Pak


"Willy doang ?


"William Swarez


"Swarez ???


"Iya Pak..


"Ok Ok ..Nanti gua telpon lagi..Thanks Gas !


"iya Pak..saya tunggu rencana baik nya hihihi


"Ok..


tut..tut..tuutt..


Andre seketika menutup telponnya setelah berhasil memancing Bagas dengan sebuah rencana kerjasama .


Tangan Andre meremas ponselnya menahan amarahnya yang mendadak meluap setelah mendengar pengakuan Bagas mantan karyawan Bu Sari.


"Gua udah curiga ? fhoto-fhoto legend di Caffe itu semuanya bikin gua makin yakin lu ada disitu..pecundang "


💔

__ADS_1


__ADS_2