
Tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh Boy jika Sonia dan ketiga sahabatnya bersekutu dengan Siti menjahili dan mengaduk-aduk perasaannya.
saat ini tak bisa dipungkiri bahwa akhirnya dia bisa bernapas lega meskipun sejenak porak poranda bahkan perasaannya luluh lantah terombang-ambing dalam penyesalan yang begitu dalam.
Hanya keriduan , Yah Rindu yang berhasil meredakan kekesalan nya atas kelakuan jahil mereka. Entah seperti apa melukiskan kerinduan ? layaknya bara api yang menghangatkan tapi tak bisa disentuh bahkan tangan ini bisa terbakar bila bertemu dengan kobaran bara api.
"Shitt..."Raut wajah Boy layaknya mentari pagi yang bersinar menyambut pagi bahkan lebih dari itu ketika senyuman dari wajah yang begitu dirindukan akhirnya terbit dihadapan kedua matanya.
"Tega Lu ..."Boy menghela napas kembali menetralisir perasaan yang terlanjur diaduk-aduk oleh keadaan.
"Abang juga tega sama Aye..."Siti hanya mengulum senyuman manisnya melihat Boy merajuk dan memelas.
Sonia dan ketiga sahabatnya perlahan mundur teratur tanpa suara ketika melihat adegan yang mulai menjurus romantis.
"Maaf..."Hanya satu kata itu yang meluncur dari mulut Boy ketika mendengar ungkapan Siti yang begitu mencubit hatinya.
"Seenggak nye Aye bersyukur karna cuma butuh waktu 2 bulan buat bikin Abang sadar atas kesalahan Abang sendiri..
"2 bulan itu siksaan buat gua ,Siti...Huuuhfh.."
"Emangnya cuma Abang ? Aye juga !
"iyakah ?
"Hemm..
Sejenak keheningan menguasai suasana seakan mereka larut dalam pemikirannya masing-masing.
"Suka sama kirimannya ? "Pertanyaan Siti membuyarkan isi kepala Boy.
"Heh ? Kiriman ? "Boy terperangah sementara Siti hanya menganggukan kepalanya.
"WHAATT ? BUNGA ITU ? "Boy semakin terperangah melihat gadis dihadapannya tersenyum dengan anggukan kepala.
"Astagaaa...Vannilla Cake ? Damn..im so Stupieeeddd...Gimana caranya ? "Boy semakin terlihat bodoh dihadapan Siti.
"Aye nanya sama Halimah ! "Siti kembali mengulum senyumannya.
"Jadi Kalian benar-benar ?
__ADS_1
"ENGGAK ! "Tegas Siti
"Heh ? Maksud nya ?
"Halimah gak pernah tau kalo Bos Willy nya itu orang yang sering Aye ceritain sama dia..
"Kok bisa ? "Boy semakin terperangah dan penasaran.
"Mungkin ini ketentuan tuhan ,.."Sejenak Siti menghentikan ucapannya.
"Selepas kong Emuh meninggal ,Halimah cerita soal orang yang namanya Willy itu sudah berjasa buat dia..
"Jasa ?
"Hemm..Willy yang menjadi perantara Halimah bisa ketemu sama Kong Emuh sebelum ajal menjemputnya ..Makanya Dia sangat bersyukur bisa kenal sama Bos gantengnya itu.."Siti mengulas senyuman melirik ekspresi pemuda dihadapannya.
"Kok elu bisa tau kalo itu ,GUA ?
"Halimah selalu memuji Abang dan mungkin dia suka sama Abang..."Ada sedikit nada kecemburuan dari ucapan Siti yang membuat Boy mengulum senyumannya.
"Hemm..gua tau dia suka sama gua bahkan bukan cuma dia..Tapi gak bakal ada yang bisa gantiin posisi Lu di hati gua.." Pengakuan Boy begitu jujur dan berhasil membungkam nada kecemburuan Siti.
"Limeh antusias banget muji-muji Abang ampe gak sadar dia nyebutin semua ciri-ciri abang...Darisitu aye yakin kalo Bos Willy yang dia puji-puji itu pasti Abang.."
"Subhanallah..Ternyata Tuhan emang punya cara yang diluar dugaan kita.."Senyuman merekah dengan raut wajah ceria terpampang diwajah Boy yang begitu senang dan lega dengan pengakuan Siti.
"Aye minta alamat Caffe sama Halimah makanya bisa kirim bunga-bunga itu sama Abang,karna.."Sejenak Siti menghela napas.
"Aye gak tau gimana caranya mengekspresikan kerinduan Aye sama Abang..."Sikap Siti seperti kembali keawal ketika dia menundukan kepala dengan rona malu yang melekat.
"Makasih sayang..Makasih atas semuanya..
"NIKAH YUK !
"Hah ? "Siti terperangah mendengar ucapan frontal yang meluncur dari mulut Boy.
"Gua pengen banget peluk ,Tapi kan gak mungkin ! pegang tangan lu aja gak boleh..."Boy menghela napas dengan raut wajah memelas.
"Dasar Gak Romantis..."Ketus Siti jengah.
__ADS_1
"Hahahaha...Tapi tetep suka kan ? "Boy tergelak menaikan kedua alisnya menggoda Siti.
"gimana kemajuan Caffe Abang ? "Siti mencoba mengalihkan suasana yang membuatnya gugup dan tegang.
"Alhamdulillah lumayan lancar dan rencananya besok gua mau ngurus pembelian lahan buat memperluas area Caffe..
"Besok ? "Seakan tak rela kedua mata Siti meredup.
"Kenapa ? masih kangen yah ? kayaknya gak rela banget gua pergi besok ? "Boy malah terkekeh menggoda siti dan entah kenapa rona malu diwajah siti menjadi hiburan tersendiri bagi Boy.(Dasar sableng)
Siti hanya terdiam berusaha menguasai dirinya agar tak semakin jatuh dengan godaan Boy yang membuatnya semakin salah tingkah.
"Cieee masih kangen nih yeh ! ciee kangen.."Boy malah semakin antusias menggoda Siti.
"Abang ! "Ketus Siti jengah.
"Ciee kangen..
"haissh.."
"Cie..cie..cie.
"Abang iihh..
"hahahaha...
"Masuk dulu yuk ! gak enak sama yang lain pasti nungguin kita.."Siti berusaha menutupi rasa malu nya akibat godaan Boy.
"Mau minta restu yah ? ayo deh kita tentuin tanggal sama mereka..."Boy malah kembali menggoda Siti.
"Abang iiihhh...
"Hahahaha...Ciee blushing...
"Au aahh...
"Ciee Auu Aahh...
"Abang iihh..
__ADS_1
"hihihihi