SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
2 Days


__ADS_3

Menjelang Siang Siti tersadar dan kembali mendapat penanganan Dokter.


Sang Dokter memberi banyak nasehat dan arahan kepada Petter dan Jali perihal kondisi Siti yang masih lemah dan rentan.


Shoffie dan Romlah terlihat sibuk membujuk Siti agar mau makan namun Siti tetap saja enggan bereaksi hingga akhirnya Dokter kembali memasang infulse demi menghindari resiko yang lebih buruk.


Selepas suasana mulai tenang dan Siti sudah kembali tertidur , Petter dan Jali menemui Dokter specialis yang menangangi Boy.


"Secara medis kondisi pasien sudah sangat normal , Pak ! Hal seperti ini jarang terjadi ,seharus nya pasien sudah sadar.."Sang Dokter terlihat menghela napas memaparkan penjelasan perihal kondisi Boy.


"Maksudnye pegimane ? "Sudah pasti nada suara Jali naik satu oktaf.


Petter nampak berpikir hingga keningnya terlihat mengkerut.


"Secara garis besar pasien sudah sehat ,Pak!


Seperti yang sudah saya bilang seharus pasien sudah sadar...


"Nape skarang belon sadar juga ?


"Sabar ya Pak ! Kita sama-sama berusaha dan berdoa..Kami sudah berusaha sebaik mungkin..

__ADS_1


"Sudahlah Jali ! Seperti nya Si Boy masih mau bermain-main disana.."Kalimat ambigu yang keluar dari mulut Petter membuat Jali seketika menghela napas.


"Jangan berhenti berdoa ,Pak ! Saya yakin kekuatan Doa yang saat ini dibutuhkannya.."


Petter dan Jali nampak beradu pandang dengan isi kepala yang dipenuhi pertanyaan


**


Sementara diruang perawatan , Bagas yang baru saja tiba nampak menegang dengan raut wajah pias melihat kondisi sahabatnya yang terbaring lemah dengan balutan gifs ,perban serta selang infulse dan oksigen.


"Kenapa jadi kayak gini ,Will ? "Gumam lirih Bagas hanya bisa menatap sendu tak berani menyentuhnya.


Sementara Bagas hanya menghela napas lantas menoleh kearah ranjang sebelah dimana Siti sedang terbaring dan dijaga oleh Romlah serta Soffie.


"Baru sebentar gua bisa ngeliat elu ketawa lepas..Huuuhhfh..Sekarang ,kenapa jadi kayak gini ? "Lagi-lagi Bagas kembali menghela napas dengan raut wajah yang semakin pias.


Sonia dan ketiga sahabat Boy yang mendengar ucapan Bagas seketika teringat perjuangan Boy selama ini.


"Bangun Will ! Lu punya janji sama gua...


Gua gak bakal maafin elu kalo sampe lu gak bangun.."

__ADS_1


Andre yang sudah tak kuat mendengar ucapan Bagas lantas merangkulnya dan membawa nya secara paksa keluar dari ruangan.


"Lu jangan bikin kita semua makin sedih..Setan lu.."Tonny yang baru mengenal Bagas seketika mendengus kesal.


Ricco yang sangat cepat menguasai keadaan langsung berinisiatif mendorong mereka semua keluar dari ruangan.


"Lihat Ka , Banyak yang sayang sama Kaka!


Lama amat sih tidur nya ? makasih ya Ka Boy udah berhasil bikin ponakan buat aku..hihihi...


Sonia terkekeh renyah namun sudut matanya nampak basah dan berkaca-kaca.


"Kamu istirahat dulu sana ! sejak kemarin kamu belum istirahat loh.."Mama Shoffie menghampiri dan berusaha mengalihkan kesedihan putrinya.


"iya Mah ! Nanti aku mau istirahat di rumah Ka Ricco ,Sekalian PDKT sama calon mertua..hihihi..


"Haisshh..."Shoffie hanya mencebik melihat putrinya bergegas keluar.


Kini tersisa dua orang ibu yang sedang menjaga anak nya masing-masing.


Shoffie hanya terlihat menghela napas menatap keadaan Boy ,sementara Romlah nampak tertegun menatap wajah pucat putrinya dan sudah pasti perasaan mereka saat ini tengah berkecamuk.

__ADS_1


__ADS_2