SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Ngopi ?


__ADS_3

"Aihh ? "Boy hanya tersenyum kecut melihat Thonny duduk diatas balai bambu dan bersandar pada tiang kayu sambil menghisap rokok dan menatap kosong kesembarang arah.


"Masih belum punya rencana ? "Boy berusaha membuka obrolan ketika Thonny masih saja tertegun dalam kepulan asap tembakau.


"Thon ?


"Hey , Are you Okay ? "Boy hanya menghela napas ketika Thonny hanya melirik dan kembali menghisap rokok ditangannya.


"I dont have a Plans..."Seketika Thonny menghela napas sambil melempar puntung rokok ditangannya.


"Haiissh..So, What you want..?


"Entahlah ! Gua gak tau mesti gimana Boy ?


"Are you kidding me ? Come on ! Hey, Thinkin about her..!


"Gua bingung Boy, Huuhfth..! Gua takut, Dan Gua gak tau harus bagaimana menghadapi masalah ini ?


Sejenak Boy terdiam lantas menepuk bahu Thonny seakan memberikan semangat sekaligus mengisyaratkan bahwa dirinya tetap ada dan mendukung setiap keputusannya.


"Mulai dari diri sendiri dulu ! Apa lu udah bisa berdamai sama diri sendiri ?


"Maksudnya ?


"Lu bakal kesulitan menyelesaikan masalah ini kalo elu sendiri gak tau kemauan lu yang sebenarnya.."


"Gua cuma pengen ampunan dan maaf dari Tini..Apa itu bisa ? Apa itu pantas ?

__ADS_1


"Lalu ? Seandainya Tini bisa maafin elu, Lu mau apa ?


"Seenggaknya, Gua bisa lebih tenang, Boy "


"Egois ! Elu egois ! Lu cuma mikirin diri lu sendiri, Mungkin Lu bakal bisa tenang setelah mendapat maaf dari Dia, Tapi, Bagaimana sama Tini ? Apa dia bisa tenang ? Apa dia bisa puas ? Apa dia bisa kembali seperti dulu sebelum elu ngelakuin kesalahan itu ?


"Aarrrghh.."Tiba-tiba saja Thonny memukul tiang kayu dengan tinjunya.


"Terus, Gua mesti gimana Boy ?


"Coba Lu pikirin lagi ! Apa sebenarnya keinginan terbesar lu ? Apa hanya ampunan dari Tini saja ?


Thonny kembali terdiam larut dalam pemikirannya sendiri bahkan teringat pada saat pertemuan dirinya dengan Tini hingga mereka menjadi saling mengenal dan semakin dekat.


"Gua sayang sama Dia, Boy ! "Ucapan Thonny terdengar pelan nyaris seperti gumaman saja.


"Apa ? Gua gak denger ? "Boy malah tersenyum kecil mendengarnya.


"Huuhfh.."Boy menghela napas panjang ketika melihat Thonny tertunduk penuh rasa penyesalan.


"Minum dulu kopinya, Bro ! Kopi buatan mertua gua enak banget loh, Pokoknya gak kalah sama racikan barista..hehe " Boy malah terkekeh mendorong cangkir kopi kehadapan Thonny demi mengalihkan suasana yang terasa tak kondusif.


Tonny hanya melirik dan kembali menyalakan rokok seolah tak peduli dengan candaan Boy.


"Lu tau gak, Kenapa kopi ini bisa terasa lebih enak ? "Boy masih saja terkekeh, Sementara Thonny malah tertegun dan acuh.


"Gula yang bikin kopi jadi terasa lebih enak buat dinikmati..Coba bayangkan kalo cuma ada Kopi ! Pasti cuma pahit doang ?

__ADS_1


"Begitupun kalo cuma ada gula, Pasti cuma manis doang, Terlalu biasa"


"Kombinasi gula dan kopi yang bikin secangkir kopi ini terasa nikmat dan nyaman dilidah kita.."


"Jangan bertele-tele deh, Gak usah sok filosofis ! "Thonny malah mendengus kesal melihat Boy menyecap kopinya.


"Anggap aja hidup kita itu kayak secangkir kopi ini, Ada manisnya juga ada pahitnya.."


"Kalo cuma pahit kurang nikmat..Kalo cuma manis juga gak keren, monoton !


"Yang pas itu balance antara manis dan pahit, Hidup kita juga kayak gitu, Bro !


"Saat ini Lu lagi nikmatin pahitnya, Semoga aja bakal balance kalo udah dapet pemanis yang tepat.."


"So ? Cari pemanis itu ! Jangan biarkan rasa pahit terlalu lama menyiksa lidah.."


Thonny kembali terdiam sejenak menyadari maksud ucapan Boy, namun isi kepalanya masih saja buntu dan tidak menemukan solusi.


"Perbaiki diri, Bro ! Siapkan diri sebelum melangkah !


"Maksudnya ? "Tiba-tiba saja Thonny menengadah penasaran.


"Jadilah Pantas ! Pantaskan diri untuk mendapat ampunan Tini, Dan pantaskan diri untuk berharap sesuatu yang lebih baik.."


"Caranya ?


"Bismillah Bro ! Tunjukin keseriusan lu ! its time for Action, Jangan tunda lagi ! Cari waktu yang baik buat menyelesaikan masalah ini, Kalo perlu cari penengah yang bisa menjembatani kalian.."

__ADS_1


"Si Kunyuk bener , Gua harus memantaskan diri, Tapi gimana caranya ? Gua harus jadi cowok yang "pantas" mendapat ampunan Tini, Gua juga harus "Pantas " jadi Papahnya Budi..Oh, God ! Im so scare, Give me the ways, please !" Sekilas Thonny menghela napas begitu panjang hingga membuat Boy sedikit tersenyum menyadari sahabatnya mulai memikirkan cara untuk menyelesaikan masalahnya.


"Gua gak bisa kasih tau elu rencana yang lebih spesifik dan detail, Gua pengen Lu bertindak sendiri dan menjadi lebih dewasa lagi, sudah saatnya lu memilih arah hidup lu sendiri, Bro"


__ADS_2