
Hari ketiga Siti berada di Bali diawali dengan Sholat subuh berjamaah dan sarapan pagi yang diramaikan oleh celotehan dan rengekan suaminya yang masih merasa jengkel dijahili oleh istrinya.
Dan Pagi ini Boy terus saja menolak ajakan Siti untuk keluar dari kamar hotel karna tak ingin melepas momment kebersamaan hari ini.
"Abang iihh..? "Boy terus saja memeluk istrinya tak sedikitpun melepas tangan yang melingkar diperut Siti.
"Apa sih ? "Boy seakan tuli terus saja mendusel menciumi bahu istrinya yang sedang berusaha turun dari pangkuannya.
"Bosen ihh dikamar mulu ! Jalan-jalan yuk !
"Gak ah , maleesss...
"iissh..."Siti mencebik menepuk gemas paha suaminya.
"Abaaaang..
"Eemm..."Boy malah terus mengendus leher istrinya yang masih tertutup kerudung itu seakan kain berwarna merah itu tak nampak dimatanya.
"Ayo keluar ! Kemana kek ? Kita mampir ke Kost an Halimah atau ke rumah pak Kail ! Bosen tau Diem aja di kamar..
"Ngapain kesana ?
"Yah kali aje Abang kangen sama Si Ayu ?
"Aiihh..Jangan mulai deh ! "Boy mendengus lantas menggigit gemas bahu istrinya dan seketika dibalas dengan cubitan bertubi-tubi.
"Cubitan lu makin pedes aja sih ? iisshh..."Boy mengusap-usap tangannya hingga terpaksa melepas pelukan posesifnya.
Dan kesempatan itu langsung dimanfaatkan Siti untuk segera beringsut duduk diatas Sofa
"Dasar jail..Udah semalem jahilin suami ,sekarang malah nyubitin suami ,ini namanya kekerasan dalam rumah tangga.."Ketus Boy mencebik.
"eehh...Abang ? "Siti menggigit bibir bawahnya melirik Boy menyadari Suaminya tau keisengan nya semalam.
"Apa ? "Dengus Boy melihat ekspresi penyesalan istrinya.
"Jahat lu aahh...Kepala Abang ampe puyeng semaleman...
Siti semakin menggigit bibir bawahnya mencoba mencari jawaban tepat setelah melihat raut wajah jengkel suaminya.
"Maaf ye , Bang ! "Sudah pasti ungkapan maaf adalah senjata pertama yang dilontarkan Siti.
__ADS_1
"Hemm.."Boy hanya berdehem memutar bola matanya.
"Aye gak maksud nolak atau pun menghindar..Aye cuma berusaha mengingatkan Abang supaya gak berlebihan dan akhirnya melupakan nilai utama dari hubungan badan pasutri..
"Heh ? Maksudnya apa ?
"HASIL yang Baik itu dilakukan dengan CARA yang baik juga..."Siti menautkan jemarinya menggenggam lembut jemari suaminya seraya mengecup sekilas punggung tangan Boy.
"Lalu ? Apa gua salah ? "Boy mendongak menatap intens wajah istrinya mencoba menyelami sikap lembut istrinya.
"Enggak Bang "Siti menggelengkan kepalanya dengan senyuman manis terhias dibibirnya.
"Abang gak salah kok , cuma sedikit gegabah.."Lengkungan bibir yang tersenyum manis ditampilkan Siti dihadapan sang suami
''Heh ? "Sebelah alis Boy terangkat.
"Jima itu kebutuhan pasutri demi kesehatan jasmani dan secara tidak langsung juga berpengaruh pada mental kita sekaligus berharap menjadi ladang ibadah dan mengharap rizki berupa keturunan.."
"Aye berharap kita punya keturunan yang baik dengan berusaha melakukan cara yang baik...
"Maksudnya ? "Kedua mata Boy memicing.
"Kemarin Abang lupa sama tuntunan Jima karna terlalu mengikuti Akal dan hasrat Abang bahkan sampe gak kenal waktu...
"Eemm..."Siti menganggukan kepala seraya tersenyum dan mempererat jemari tangannya yang bertautan kembali mengecupnya sejenak
"Abang lupa Sholat Sunnah , Abang juga lupa baca Doa ,bahkan Abang lupa sama adab jima ..Tapi Aye berusaha memaklumi karna Aye yakin Abang lagi khilaf akibat ekspektasi abang yang berlebihan.."
"Kalo kita melupakan CARA yang baik , Apa pantas kita berharap HASIL yang baik ?
Ucapan Siti kali ini berhasil meruntuhkan keegoisan Boy hingga dirinya sedikit tertegun menyadari kekhilafannya.
"Semoga keturunan kita nanti jadi anak yang Soleh dan Solehah ya Bang Sebagaimana usaha kita juga tak lepas dari CARA-CARA yang baik.."
Cara berkomunikasi memberi pengarahan yang dilakukan Siti terdengar lembut dan santun tanpa niat menghakimi namun tetap penuh penekanan berhasil membungkam sang suami yang kebingungan menjawab dan meladeni penuturan istrinya.
"Maaf Sayang..Im really really Sorry...
Makasih udah jadi pengingat disaat suami lu ini kebablasan..I've Lucky cause you..."Kecupan hangat cukup lama mendarat dikening Siti.
"Understand , Now ? "Siti terkekeh melihat ekspresi Suaminya yang merasa bersalah.
__ADS_1
"Yeah ,Understood Madame ...Forgive me !
"Nothing else matters..."Lagi-lagi Siti terkekeh melihat Boy menekuk wajahnya.
"eNgh..."Sejenak Boy tertegun dengan tatapan sendu lurus menelisik wajah istrinya.
"Apa ? Pengen peluk yah ? Hihihi..."Siti kembali terkekeh meledek suaminya.
"Haiisshh..."Dan tanpa banyak bicara lagi Boy langsung berhambur memeluk istrinya mendekap erat tubuhnya seakan menyalurkan permohonan maaf melalui sentuhannya.
"Ciiee..Malu nih yeh ..."Ejek Siti seraya membalas pelukan hangat suaminya.
"Aiihh..Sayaaaang ! Pleeaaasssee ! "Boy merengek semakin mempererat pelukannya.
"Ciee Ciee...My Boy so low ..."Siti berbisik terkekeh menggigit gemas telinga suaminya.
"Pleeasse My Queen ! Dont make me So Shy !
"hihihihi...
"Jahat iihh...
"hihihi...Ternyata Abang lucu yah kalo lagi malu begini ? Aye jadi gemes...hihihi...
"Sayaaaang Pleeeaasssee...!
"hihihi...Siti makin terkekeh seraya menghujani wajah suaminya dengan kecupan yang berhasil membuat Suaminya merona malu namun juga menciptakan gelenyar yang menyentil bathinnya.
Pada akhirnya penataran yang dilakukan Siti berakhir dengan pelukan sang suami yang merasa malu menyadari ke khilafannya.
💜💕
.
Dan pagi itu akhirnya Boy mengajak Siti menikmati suasana pagi di sekitar Pantai Tanjung Benoa mengunjungi wisata bahari yang terkenal dengan sebutan Benoa Water Sport sambil menikmati jajanan khas penganan tradisional ditempat itu dan sudah pasti olahan seafood yang beraneka ragam pun banyak ditemukan disana.
Hingga menjelang siang mereka menyempatkan mampir di Benoa Square Shopping Mall sekedar membeli oleh-oleh sambil menikmati kebersamaan mereka yang semakin intens semenjak menikah.
Hari ini Boy benar-benar memanjakan istrinya dengan menuruti semua kemauannya bahkan menawarkan hal-hal tak penting yang membuat Sang istri terkekeh mengejeknya.
"Ternyata Bang Boy menggemaskan kalo lagi ngerasa bersalah...hihihi..." Sepanjang perjalanan menikmati kebersamaan mereka ,Jemari Siti tak pernah lepas dari genggaman tangan suaminya.
__ADS_1
"Ternyata Bini gua lebih Smart dibanding Smartphone buatan jepang..Haiissh.." Senyum Boy selalu terpampang diwajahnya ketika sang istri selalu berhasil membuatnya menyerah tak bisa meladeni ucapannya.