SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Sonia vs Ayu


__ADS_3

Siang ini karyawan Caffe datang lebih cepat karena setiap memasuki akhir pekan pengunjung selalu lebih banyak dari hari biasa membuat mereka butuh persiapan lebih awal.


Namun kedatangan Boy bersama Sonia siang ini memicu rasa penasaran mereka semenjak Sonia mempertontonkan tingkah manja nya dihadapan mereka.


"Hay.."Sonia menyapa semua karyawan kakanya dengan tangan yang masih mengapit lengan Boy.


Sudah dipastikan empat lelaki karyawan Boy langsung sumringah melihat Sonia yang begitu ramah tersenyum hangat menyapa mereka.


Sementara ketiga gadis cantik nampak jengah melihat Sonia selalu saja memamerkan kemesraan dihadapan mereka.


"O ya..Kita belum kenalan kan ?


Nama ku Sonia , dan hari ini aku pengen bantu-bantu di Caffe..."Sonia mengulurkan tangannya kearah Bagas dan langsung disambutnya dengan cepat.


"Bagas...Gua asisten nya Si Willy..dan itu Angga , Made dan Leon .."Bagas menunjuk kearah ketiga bawahannya.


"Nah kalo yang itu Calon Mama dari anak-anak ku Namanya Halimah..hihihi.."Bagas terkekeh menunjuk kearah Halimah yang mendadak sedikit tertunduk malu dan membuat semua orang nampak mengulum senyuman.


"Dua cewe bawel itu namanya Ayu sama Kartika..."Bagas menunjuk kearah mereka yang mendengus kesal karna dijuluki cewe bawel.


"Salam kenal semua..Nice to meet you all..


And Now..I wanna join us.." Sonia tersenyum senang berkenalan dengan mereka.


"kamu yakin mau bantu ? "Boy terkekeh menyadari adik manja nya ini tak pernah mengerjakan pekerjaan berat.


"Kamu meragukan aku ,Sayang ? "Sonia mencubit gemas Boy yang mengejeknya.


"Of course..."Boy membalas mencubit gemas hidung adik manja nya itu.


"Ok Fine..i 'll Showed..."Sonia mendengus lantas menyambar sebuah sapu yang dipegang Bagas.


"Ok guys ,its time to Works..."Sonia terlihat begitu semangat.


"Kayaknya bakal seru nih.."Made dan Angga terkekeh lantas berlalu masuk kedalam Kitchen disusul Leon yang berbelok ke table Bar.


Boy mengulum senyumnya melihat adik manjanya itu mau menyapu lantai Caffe.


"Cewe itu kenapa selalu aja nunjukin kemesraan nya sama ka Willy sih ? "Kedua mata Ayu sedaritadi memperhatikan Sonia merasa tak rela melihat kedekatan gadis itu dengan Bos tamvan nya.


"Ade gua bakal bikin gua jadi pusing nih.." Bagas menghela napas melirik raut wajah masam adiknya yang selalu saja sinis menatap Sonia.


"Sonia siapa ya ,Gas ? apa dia pacar nya Si Willy ? "Kartika semakin penasaran melihat kedekatan Boy dan Sonia.


"Entahlah ! "Bagas hanya mengangkat kedua bahu nya lantas berlalu dari hadapan Tika dan Ayu.


Sementara Sonia terlihat semakin antusias dan bersemangat membantu membersihkan Caffe.


"Apa lagi yang bisa aku kerjain ? "Sonia menghampiri Halimah yang sedang menyeka meja.


"ehh..udah semua Kok , Tinggal Open aja sambil bersiap layanin pengunjung.."Halimah tersenyum ramah menjawab pertanyaan Sonia


"Ohh..Ok deh..!


O ya Kamu udah lama kerja disini ? "Sonia mencoba mengakrabkan diri menyadari gadis dihadapannya terlihat begitu ramah dan sopan.

__ADS_1


"Aye sama yang lain kerja di Caffe ini sebelum grand opening , Kecuali bang Leon.."Halimah tetap dengan senyuman ramahnya.


" O" Sonia hanya membulatkan bibirnya.


"Kamu dari jakarta ya ? logat kamu kayak orang betawi ?


"iye mba Sonia...


"Heh ? kok Mba ? Panggil aku Sonia aja ! umur kita kan gak beda jauh..hihihi


"eh iyaa..


"Katanya mau kerja ? Kok malah ngobrol ? "Boy menyelak lantas merangkul bahu Sonia mendekap gemas adik manjanya itu.


"Haissh..aku lagi belajar membaur sama karyawan Caffe , iyakan Halimah ? "Sonia hanya berdesis malas mendengar ejekan Boy.


Halimah hanya tersenyum kikuk sambil menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Sonia , merasa jengah melihat kedekatan mereka yang terlihat begitu mesra layaknya pasangan kekasih.


"Kerja kerja kerja..."Bagas menyelak mereka sambil berteriak menirukan gaya Boy yang sering dilakukannya ketika menyuruh mereka bekerja.


"gaya lu udah kayak Si Willy , Gas ! "Kartika ikut menyelak sambil melintas terkekeh melihat tingkah Bagas yang menirukan Boy.


"Tuan putri jangan lama-lama deket sama Si Bos gendeng yah , aku takut kamu gak tahan pengen dilamar sama aku gara-gara liat kemesraan mereka...hihihi "Bagas menggoda Halimah yang sedaritadi menundukan kepalanya melihat Boy merangkul Sonia.


"Ya udah buruan Lamar..."Ceplos Boy.


"Jadi kalian beneran pacaran ? "Sonia mendadak antusias lantas merangkul bahu Halimah.


"Kita masih temenan..."Halimah tersenyum kikuk.


"Masih ? Wah kode tuh ,Ka Bagas ! "Sonia malah senang mengejek Halimah yang semakin merasa terpojok dengan ejekannya.


"Hihihihi.."Sonia masih saja terkekeh sambil berjalan mengikuti langkah Boy.


"Jangan usil sama dia ! Halimah itu agak pemalu gak slebor kayak kamu..."Boy semakin mendekap gemas punggung leher Sonia.


Sementara dikejauhan Ayu semakin sinis melihat Boy dan Sonia semakin dekat dan mesra seakan pemandangan itu begitu membakar hatinya. "Ngeselin banget sih ?


"Hay Ka Leon ? Aku boleh nyoba bikin minuman ? "Sonia langsung masuk table bar dan berdiri disebelah Leon.


"Hemm..."Leon hanya menganggukan kepalanya tersenyum tipis menyadari gadis dihadapannya terlihat ramah dan supel.


"Mau Kopi buatan aku ? "Sonia mengedipkan sebelah matanya menggoda Boy.


"Boleh..." Boy hanya mengulum senyum nya melihat Sonia begitu antusias berada ditable bar.


"wait me just seccond.."Sonia langsung beraksi menunjukan kemampuannya meracik kopi.


''sekalian buat gua dong ! "Leon sedikit terkejut melihat Sonia begitu cekatan dan terampil meracik kopi.


"Siyap Ka..hihihi.."Sonia terkekeh senang sambil menyambar dua cangkir dihadapannya.


"Fans lu ngirim bunga lagi ,Will.."Bagas menghampiri sambil meletakan Mini Papper box dan seikat bunga.


"Wow ? Kaka ku punya Fans ? "Sonia sedikit terkejut melihat bunga dan kotak makanan yang dibawa Bagas.

__ADS_1


"Kaka ? "Bagas dan Leon saling beradu pandang terkejut mendengar Sonia menyebut Boy dengan panggilan KaKa.


"Jangan bilang Kaka PHP in cewe lagi disini ? "Sonia merengut mendelik sinis mengintimidasi Kaka nya.


"Haissh..."Boy hanya berdesis malas sambil membuka Box Papper itu.


"Heh ? Vanilla Cake ?


"What ?


Boy dan Sonia terperangah saling beradu tatapan seakan saling bertanya siapa orang yang tahu makanan favourite nya Boy.


"Astaga ! Fans Kaka kali ini kayaknya bener-bener tau siapa kaka ? "Sonia mengulum senyumnya mengejek Boy sambil menyodorkan secangkir Moccachinno.


"Entahlah...ini kiriman yang ketiga kali nya.."


"What ? 3 kali ?


"Hemmm..


"Resiko punya muka ganteng Will.."Bagas terkekeh mengejek Boy sambil berlalu dari hadapannya. "Sialan..ternyata Sonia itu adiknya si Willy.."


"Kopi special buat cowo keren..hihihi .."Sonia menyodorkan secangkir Coffee latte untuk Leon.


"Thanks..


"Anything for you Badboy..hihihi .."Sonia terkekeh menggoda Leon.


"jangan genit ! Si Ricco bisa ngancurin Caffe kaka kalo dia tau kamu genit sama karyawan kaka.."Boy mendengus sinis melihat adiknya menggoda Leon.


"Upss..hihihi


"Haissh..."Boy hanya mendengus sambil membaca pesan yang menempel pada Papper Boxs itu.


"Bukankah seperti Vanilla Cake ini ? rasa manis atau pahit yang dihasilkan tergantung pembuatnya ? apa bisa kita menikmati sepotong kue yang tawar tanpa ada rasa apapun hanya karna sang Koki merubah proses pembuatannya ?


"Huuuhfh...apa sih maksudnya ? "Boy menghela napas dalam membuat Sonia penasaran dan ikut membaca pesan itu.


"Wow ? Kayaknya Fans kaka lagi patah hati..hihihi.."Sonia tertawa renyah setelah membaca isi pesan itu.


"Patah hati ?


"Hemm.. Apa ada pesan juga dikiriman sebelumnya ? "Sonia mendadak jadi penasaran.


"Hemm..."Waiting" and "Stay healthy" ..


"Heh ? "Sonia nampak mengangguk-angkuk kan kepalanya seolah memikirkan sesuatu.


"Apa dia lebih dulu tau dibanding semua orang? " Sonia nampak mengulum senyuman dan membuat Boy merasa heran melihat ekspresi Sonia.


"Apa kamu bisa nebak siapa yang kirim ini semua ? "Boy melahap sepotong Cake itu sambil melirik ke arah Sonia.


"Shitt..ini bener-bener Cake Favorite gua.." Boy merasa sangat terkejut ketika mulai mengunyah Potongan Cake itu.


"Sepertinya Ka Boy belum sadar ? " Sonia kembali mengulum senyumannya.

__ADS_1


"Adik sama kaka ini kayak menyembunyikan sesuatu ?" Leon sekilas melirik ekspresi Boy dan Sonia.


"Cewe itu masih aja liatin kaka ? " Sonia melirik kearah Ayu yang sedang berada dimeja kasir.


__ADS_2