
Tak butuh waktu lama, Siti sudah selesai dengan urusannya di Apotik lantas segera bergegas untuk pulang, Sementara Boy nampak tetap setia mengawal dan menemani gadis cantik yang menjadi incarannya.
"Kita cari sarapan dulu yuk !
"Aye udeh sarapan, Bang..." Siti nampak berusaha menolak secara halus.
"Tapi gua laper banget, Gua belum sempat sarapan gara-gara dengerin ceramahnya Aki-Aki Peot.." Boy menampilkan wajah memelas sambil mengusap-usap perutnya.
"Ya udeh, Kite nyari sarapan dulu..." Siti terpaksa menyetujui ajakan Boy saat melihat ekspresi Boy yang memelas.
"Nice, Eh itu disebrang jalan ada Caffe yang sudah buka, Kita sarapan disana saja ya ?"
Boy lantas bergegas menarik dan menggenggam tangan Siti untuk menyebrangi jalan raya tanpa menyadari bahwa sang pemilik tangan tengah gelagapan dan gugup.
Mereka pun masuk kedalam Caffe dengan bergenggaman tangan layak nya sepasang kekasih.
"Bang ? Lepasin Bang !
" Eh, Astaga ! So Sorry, Gua gak sengaja, sumpah Reflek gitu aja..." Boy mendadak salah tingkah dan hanya bisa meringis tak enak hati menyadari kesalahannya.
Sementara Siti sudah pasti semakin gugup dan canggung hingga lidahnya terasa kelu tak sanggup berkata apa-apa karena tersadar bahwa untuk pertama kalinya dia bergandengan tangan dengan seorang lelaki.
"Eh, kok bengong ? Ayo duduk dulu !
"Lu mau makan apa ? " Boy berusaha mengalihkan suasana yang terasa sangat canggung.
"Gak usah Bang ! Aye udeh sarapan.."Siti nampak enggan berbicara dan masih saja terlihat gugup.
"Elu gak usah bohong deh ! Gua yakin Elu juga belum sempat sarapan..?"
Siti hanya tertunduk dan enggan untuk menjawab ocehan Boy.
"Mau pesan apa Mas ? "Seorang gadis pelayan menghampiri dan bertanya dengan begitu ramah.
"Emm Ada sandwich ?
"Ada Mas, tapi hanya Tuna and Beef saja.."
"Oh, Kalau begitu saya minta Satu Tuna Sandwich sama ice vanilla !
"Kamu mau makan apa, Babe ? "Mendadak Boy terkekeh dan mulai menggoda Siti lagi.
"Sama in aje, Bang ! " Sudah pasti Siti kembali merasa gugup saat mendengar Boy kembali memanggilnya Babe.
"Ya sudah Mba, itu aja...."
"Baik Mas ! " Gadis pelayan itu lantas berlalu cepat dari hadapan mereka.
"Brother ? "Suara teriakan seorang gadis dari kejauhan terdengar lantang hingga membuat Boy dan Siti menoleh.
"Heh ,Sonia ?
__ADS_1
Gadis muda berwajah manis itu berlarian berhambur menubruk tubuh Boy memeluknya erat seraya mengecup gemas pipi Boy.
"I miss you.."ucap gadis itu dengan mimik manja.
"Miss you, Too ! My Sweety ! "Boy nampak terlihat begitu senang sambil mencubit gemas kedua pipi gadis itu.
Siti tak bergeming, mematung memperhatikan Boy yang sedang dipeluk mesra oleh seorang gadis cantik tepat dihadapannya.
Seketika itu pula Jantung Siti merasa terpompa lebih cepat seolah meronta menahan rasa cemburu yang membabi buta.
"Sape Cewe eni ? Nape langsung nyosor sama Bang Boy ? Romannye Bang Boy juga seneng banget disosor sama Dia.."
"You kemana aja sih ? Aku tuh kangen banget, Sekalinya pulang cuma sebentar doang, issh.." Gadis itu semakin bertingkah manja menggerutu dan mencebik.
"Sorry Sweety, You are Know ! Gua terlalu malas buat pulang, Ah ya, Kamu ngapain disini ? Kok engak sekolah ?"
"Haish, Dasar Kakak gak bertanggung jawab.." Gadis manis itu mendadak bersidekap dada merajuk manja memarahi Boy.
"lho kok marah ?
"Aku kan sudah lulus, Kak ! issh..
"Heh, Sorry Sweety, Forgive me ! Gak nyangka kamu makin gede aja..Hahaha
"Oh ya, Kenalin nih calon Kakak ipar kamu.."Boy terkekeh menunjuk ke arah Siti yang mendadak terbatuk-batuk mendengar dirinya disebut sebagai Kakak Ipar.
Gadis manja itu terbelalak lantas menatap Siti dengan ekspresi bahagia seolah mendapat Jackpot Lotre milyaran.
"Haiyaah, Kakak ipar Ku..." Teriaknya manja lantas memeluk mendekap Siti dengan manja.
Meski merasa canggung, Siti hanya bisa membalas pelukan gadis itu dengan gugup karena merasa sedikit heran dengan tingkah gadis manja itu yang terlihat begitu antusias.
"Pantas saja Kak Boy makin jarang pulang ? Ternyata calon Kakak iparku cantik sekali..."
"Nama Kakak siapa ? Kakak bisa panggil aku Sonia, Calon adik iparmu yang paling manis dan imut..Hihihi :
"Eh ? Aye Siti, Kamu memang cantik ."
"iya dong ! Aku memang paling Cantik diantara Kakak sama Papah Hihihi, Aku panggil Kak Siti Kakak ipar aja yah, yah yah ? Hihihi
"Aku seneng banget, akhirnya Kak Boy mau menikah juga, Jadi gak bisa PHP'in Cewek-Cewek lagi Hehehe.."
Siti mengernyitkan dahi mendengar ucapan Sonia yang menjabarkan kelakuan Boy sering memberi harapan palsu pada banyak gadis.
"Silahkan Mas ! " Pelayan yang mengantarkan makanan pesanan Boy nampak melirik kagum melihat wajah tampan dihadapannya.
"Matanya dijaga Mba ! Kakak saya sudah ada yang punya..."ketus Sonia seraya mendekap manja lengan Siti.
"Eh, Maaf Mbak, Saya gak maksud..?
Pelayan pun lantas bergegas pergi karena merasa seperti maling yang dihakimi oleh Sonia.
__ADS_1
"Dasar Playboy cap Badak, selalu aja tebar pesona dimana-mana..."Sonia menggerutu memarahi kakaknya.
"Haish, Apa sih Dek ? Kakakmu memang terlanjur ganteng, Mau gimana lagi ? Kakak cuma diam aja cewe-cewe pada nyamperin.."
Siti hanya tersenyum melihat Sonia yang menggerutu seolah menjaga perasaan dan membela dirinya.
"Kakak Kamu emang ganteng, Nia ! Fansnye aje banyak banget, Wajarlah kalo banyak cewe yang ngelirik.."
"Heh ? Jadi Elu juga mengakui kalo gua itu memang ganteng ? Hehehe "
Seketika Siti melengos menyadari ucapannya yang tak sengaja sudah memuji Boy.
"ish, Kakak iparku yang cantik ini pengertian sekali..."Sonia terkekeh manja seraya mengelus dagu Siti.
"Awas aja yah kalo Kakak berani kecewain Kakak iparku yang paling cantik ini, Aku gak bakal maafin Ka Boy.."
"Sudah sudah ! Jangan nyerocos melulu ! Kakak mau makan dulu.."
"Ayo dimakan dulu, Babe ! Apa mau Gua suapin ? Hihihi "
"Eh, Iye Bang !
"So Sweet, Jarang-jarang Aku lihat Kakak perhatian begini sama Cewek.."
"Kakak iparKu ini sudah Cantik, Ramah, Lembut, Sopan pula ! Uhs, Pokoknya The Best.."
Lagi-lagi Siti hanya tersenyum dan mulai menyentuh sepotong Sandwich dihadapannya.
"Oh iya, Dek ! Gimana kabar Mamah ?
"ish, Kasihan Mamah Kak ! Sekarang sering melamun sendirian.."
"Haihh, Ckk..Forgive me, Mom ! "Sekilas Boy bergumam pelan mengingat kondisi ibunya.
"By the way, Sekarang kamu sudah Lulus, Terus mau kuliah dimana ? "
"Aku mau kuliah jurusan Ekonomi dan Bisnis, Kak..."Seketika Sonia melirik sinis ke arah Boy.
"Haih, Apa Papah maksa kamu...?" Boy bertanya dengan dengan raut wajah tegas bahkan terlihat menahan amarahnya.
"Papah memang sempat Rekomendasiin Aku, Tapi aku juga setuju kok, Lagian siapa lagi yang bakal ngurusin Perusahaan kalau bukan Aku ?
"Maafin Gua ! Sorry yah, Gara-gara Gua, Elu jadi tumbal Papah.."
"Hahaha, Santuy aja Kalee..."Sonia malah tertawa lepas melihat Boy mendadak sendu dan merasa bersalah.
"Biasa aja kali Kak ! Gak usah nangis Bombay kayak gitu ! Enggak pantes tau...Hihihi, Lagian aku juga suka sama dunia bisnis.."
"Makasih Dek ! Thanks For.."Boy hanya bisa menghela napas panjang menyadari ketidakberdayaannya.
"Romannye Bang Boy enggak behubungan Bae sama Papahnye ? " Siti hanya bisa terdiam menyimak obrolan sepasang Kakak beradik itu tanpa sedikitpun berniat mencampuri urusan mereka.
__ADS_1