SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Kenapa ?


__ADS_3

"KENAPA ? " Satu kata yang menuntut penjelasan itu membuat otak cerdas Boy mendadak tak bisa berpikir akibat perasaan gugup dan bingung yang lebih mendominasi pikirannya.


"Shitt..Kenapa ? kenapa? gua mesti jawab apa? "Boy semakin tenggelam dalam pemikirannya sendiri mencoba mencari jawaban terbaik memaksa otak kecilnya untuk terus bekerja.


"Apa harus gua jelasin ? "Sebuah pertanyaan bodoh malah keluar dari mulut Boy dan membuat kedua mata Siti mendelik sinis seakan merendahkan Boy.


"Pliisss jangan kayak gitu ! Gua takut liat ekspresi lu hari ini..."Boy semakin salah tingkah melihat ekspresi datar gadis dihadapannya.


"KENAPA ? "Lagi-lagi Siti mengulangi pertanyaannya dengan penuh penekanan membuat Boy kembali menghela napas.


"fine..


"Gua salah , Gua Bodoh , Gua egois , Gua emang gak pantes lu maafin dan gua juga terima kemarahan lu..Tapi..


"Pliiss lu liat gua ! Gua nyesel..meskipun penyesalan gua gak bisa menghapus kekecewaan lu bahkan sebenernya gua emang gak pantes tunjukin muka pecundang ini didepan lu...


"Gua nyerah ! "Boy mengangkat kedua tangannya dengan kepala tertunduk.


"MAKSUDNYA ? " Siti semakin menekan.


"Gua bingung mesti gimana , Gua cuma tau kalo saat ini GUA KANGEN BERAT SAMA ELU..


"Mending lu tampar gua atau tonjokin muka gua daripada lu ngasih ekspresi muka kayak gitu..Sumpah gua takut...


Siti masih tak mau banyak bicara dan hanya terlihat menarik sudut bibirnya seakan meremehkan lelaki dihadapannya.


"Apa lu gak kangen sama gua ? "Lagi-lagi pertanyaan bodoh meluncur dari mulut Boy.


"apa ada kerinduan diantara kekecewaan ?

__ADS_1


"Deg..


Ucapan Siti semakin pedas dan tajam merobek harapan Boy yang semakin pupus.


"Apa gak ada secuil pun rasa kangen ? "Boy mendadak lesu seakan kerinduan nya yang selama ini membuncah sama sekali tak terbalaskan dan itu berarti gadis dihadapannya sudah tak peduli lagi padanya.


"Huuuhfh..Fine , gua terima apapun keputusan lu , Gua gak berani berharap lagi meskipun pasti menyakitkan..tapi seenggaknya gua udah berusaha jujur sama elu.."


Boy kembali menghela napas lantas bangkit berdiri tanpa mau menunggu keputusan Siti.


"MAU PERGI LAGI ? APA PERGI BISA MENYELESAIKAN MASALAH ?


"Deg..."Boy yang baru saja berdiri mendadak mematung mendengar ucapan Siti yang begitu menohok.


"yaahh.. lelaki dihadapan lu emang bodoh dan egois cuma bisa pergi menghindar membawa rasa sakit dan kerinduan yang menyiksa tanpa peduli kekecewaan yang diakibatkan oleh keputusan bodohnya..."


"Maaf udah bikin elu kecewa..


Pada akhirnya Boy hanya bisa pasrah dan menyerah tak mampu berharap lebih mencoba menerima keputusan terbaik meskipun terasa menyakitkan.


"KENAPA SELALU AMBIL KEPUTUSAN SENDIRI ?


Lagi-lagi pertanyaan Siti mematahkan semua ucapan yang keluar dari mulut Boy.


"Yaa Rhoobb...Help Me ! Boy menghela napas kasar lantas menghempaskan tubuhnya kembali duduk dihadapan Siti.


"Gua gak bisa ngomong apa-apa lagi...


Pliiisss Siti , Jangan siksa gua dengan sikap lu ini ! "Boy semakin frustasi mengacak-ngacak rambutnya sendiri merutuki kebodohannya.

__ADS_1


"AYE JUGA KANGEN SAMA ABANG...


"Heh ? "Seketika Boy menengadahkan wajahnya ketika kalimat ajaib itu keluar dari mulut Siti.


"elu ? "Boy terkesiap melihat senyum manis yang begitu dirindukannya terpampang jelas dihadapannya.


"CIIIEEE...KANGEEENNNN...HAHAHAHA...


Boy semakin terperangah melihat Sonia dan ketiga sahabatnya sudah berdiri dibelakangnya tergelak tertawa lepas mengejek kebodohannya hari ini.


"Muka nya si kunyuk udah kayak bokong ayam...hahahaha.."Andre begitu puas melihat raut wajah pucat sahabatnya.


"Dasar Chicken.. Mamam tuh mata pencarian lu..Hahahahha.. " Tonny tak kalah keras menertawakan Boy.


"Cih..Pecundang ! "Sungut Ricco sinis.


"kalian ? aahh Shitt.."Boy baru menyadari dirinya sedang dijebak oleh mereka.


"gimana rasa nya ? enak gak ? kasian sekaleee kaka ku yang tampan ini mendadak kisut tak berdaya...hihihihi.."Sonia terkekeh melihat Boy masih saja pucat.


"Jangan bilang lu juga sekongkol sama mereka ? "Boy menatap curiga pada Siti yang terlihat hanya mengulum senyumannya.


"Astagaaaa..."Boy merasa sangat bodoh mendapati Siti semakin tersenyum seolah menjawab kecurigaannya.


"Tega lu ..tega lu Siti..Lu bikin jantung gua ampir copot..Huuuuhfh..


"MAMAM TUH...HAHAHA..."Sonia semakin tergelak menikmati raut wajah pucat kakanya.


"Pasti ide kalian ? Boy langsung bangkit dan menyambar sebuah pot bunga seketika siap melemparkannya kearah sahabat gila nya itu.

__ADS_1


"Santuuuyy Bro..hihihi..gak usah marah ! anggap aja balesan buat kelakuan konyol lu itu..hihihi.."Tonny masih saja terkekeh sambil bersiap menghindari amukan Boy.


"Bangsaaaaadddd..."Akhirnya Boy melemparkan Pot bunga itu kearah mereka namun dengan sigap mereka menghindar dan terus menertawakan kebodohan Boy.


__ADS_2