
Boy yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan kondisi kong Mamat kini bisa bernapas lega setelah mengetahui Sang guru pembimbingnya itu sudah bisa bersikap ketus seperti biasanya yang menandakan lelaki senja itu sudah berangsur pulih.
Pemuda yang tengah kelelahan itu akhirnya memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumahnya demi memupuk asupan energi agar bisa kembali menjenguk Kong Mamat.
"Kamu darimana aja sih, Boy ? "Shoffie yang mendapati anaknya nampak lesu dan tak bersemangat lantas bertanya dengan begitu penasaran.
"Aku menginap dirumah Si Engkong, Mah ! "Boy lantas duduk dan bersandar nyaman pada punggung Soffa.
"Bagaimana kondisiya ? Tadi Si Romlah kasih kabar kalau Babeh Mamat pingsan..."Shoffie terlihat sangat cemas.
"Enggak apa-apa Kok, Mah ! Si Peot sudah sadar, Malahan sudah bisa ngomelin aku lagi..Hihihi "
"Haish..
"Baguslah.."Petter menghampiri saat mendengar suara anaknya.
"Kebetulan nih ada Papah..
"Heh ? Tumben kamu butuh sama Papah ?
"Haih, Aku hanya tidak habis pikir saja, Kenapa Papah bisa menyimpan surat sepenting itu tanpa memberitahu Si Peot ?
"Kondisinya sangat sulit, Boy ! Papah sama Mamah sudah berusaha..."Shoffie menyelak ucapan Boy.
"Sulit ? Kenapa ?
"Papah bisa mati Boy kalo bertindak tanpa lihat situasi..."Petter mendadak menghela napas panjang.
"Heh ? Maksudnya Bagaimana, Pah ?
"Babeh Mamat itu sadis, Boy ! Dia malah lebih sadis daripada si Jali..."
"Sadis...? "Boy semakin merasa heran.
"Iya Nak, Babeh Mamat itu mantan jawara yang paling ditakutin sama jawara-jawara Betawi lainnya karena sikapnya yang tegas dan brutal setiap berhadapan sama musuhnya..."Soffie mencoba menjelaskan latar belakang Kong Mamat.
"Kalau Papah enggak punya sedikit ilmu bela diri, Mungkin sudah lama Papah mati.."
"Heh ? Sadis amat ?
Tapi kok enggak keliatan bengisnya ? Si Peot itu malah keliatan lucu kalo lagi ngobrol berdua sama Aku ?
"Mungkin karena faktor usia, Boy !
__ADS_1
Babeh Mamat sudah mulai bisa meredam emosinya dan bisa lebih bijaksana menghadapi kamu.."
"Mama juga sebenarnya heran, Boy ?
Kenapa Babeh Mamat bisa seakrab itu sama kamu ? Padahal dia itu sangat dingin, enggak jauh berbeda sama Si Ricco temen kamu itu..."
"What ? Seriously ?
Masa sih mirip Si Kulkas Butut ? Si Peot itu malah gacor banget loh ?
"Makanya kamu harus bersyukur Boy...
"Bersyukur ?
"Kamu beruntung enggak pernah dihajar sama Babeh Mamat, Haish, Kalau sampai kamu kena tebasan tangannya Babeh Mamat, Kamu pasti berakhir tragis.."Petter bergidik ngeri mengingat kebrutalan Kong Mamat dimasa mudanya.
"Itu benar Boy, Mamah bisa kehilangan putra Mamah yang paling ganteng ini...
"Apa benar sesadis itu..?
"Hemm, malah bisa lebih dari itu Boy..."
"Ah bodo amat, Pah ! Aku enggak peduli sama kebrutalan Si Engkong ataupun amarahnya Si Macan Ompong, Aku cuma peduli sama Siti...hihihi..." Boy malah terkekeh dan terlihat acuh pada semua cerita Petter dan Shoffie.
"Haish, Dasar sembrono..
"Santay saja Mah...hihihi"
"Haish..Ckk "Petter dan Shoffie hanya bisa geleng kepala melihat putranya menyepelekan Kong Mamat.
"Holla Everybodies !"Teriakan Sonia seketika membuyarkan obrolan mereka.
"Biang rusuh pulang."Petter terkekeh geli saat melihat Sonia pulang berdua dengan Ricco.
"Sore Om ? Tan ? "Ricco lantas duduk disebelah Boy.
"Elu enggak mau nyapa gua ?
"Ckk.."Ricco malah melirik sinis menggeser posisi duduk Boy.
"Lagi ngobrolin apa nih ? jangan-jangan kalian lagi rencanain resepsi pernikahan Aku sama Kak Ricco ya ? hihihi.." Sonia mendadak antusias meledek keluarganya.
"kalo ngomong tuh di filter dulu, Babe.."
__ADS_1
"Heh ? Kak Ricco enggak mau nikah sama aku ? "Sonia mendadak cemberut mendelik sinis menatap Ricco.
"Haish, Dasar Bocil.."
"Ternyata mereka lumayan cocok, Lucu sekali perbedaan karakternya ?
"Masuk yuk, Pah ! Mamah males dengar ocehan incess lebay itu..."Shoffie lantas menggandeng tangan Petter.
"Mamah isshh...
"Byeee...."Shoffie melenggang pergi bersama Petter tanpa peduli rengekan putri manjanya.
"Mama jahattt..."Sonia cemberut kesal saat menatap sinis kepergian pasangan tak sadar usia itu.
"Bersik amat sih Dek ?
"Au ahh..
"Elu kemana aja, Nyuk ? Sampai lupa sama jadwal latihan kita ?
"Sorry Bro ! Gua masih sibuk mengejar cinta ilahi plus cintanya Siti, Hehehe
"tapi jangan lupa sama tanggung jawab dong !
"Woles Bro ! Gua tetap latihan Vocal Kok biarpun tanpa iringan music..."
"Baguslah, Semoga saja semuanya bisa berjalan lancar sesuai rencana kita..''
"Wait ? Kenapa Elu semangat banget keejar single sama album baru ? Jangan-jangan Elu lagi ngumpulin dana buat biaya nikah ?
"What ? are you serious ?
Aku bangga sama kamu, Babe..hihihi."Sonia lantas merangkul bahu Ricco saat mendengar celotehan Kakaknya.
"Jangan ngada-ngada deh !
"sialan...gua jadi kangen sama siti gara-gara liat mereka berduaan...."
.
.
.
__ADS_1
Dont Forget..!!
👍Like💬Comment💜Love🎁Vote