SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Air Mata


__ADS_3

Setelah mendapat penanganan intensif dari pihak rumah sakit , Kini Boy tengah beristirahat dengan nyaman meski selang infus dan selang oksigen masih melilit ditubuhnya dan hingga saat ini Boy masih terbaring lemah dan tak sadarkan diri.


"Gimana keadaan anak saya Dok ? "Petter menghampiri Dokter yang masih saja terlihat kesal melirik wajah Ricco.


"Maaf Dok atas sikap anak saya yang satu itu.."Petter yang mengerti ekspresi kesal Dokter itu berusaha menenangkan kekesalannya.


"Eh gak apa-apa Kok Pak..Saya bisa memaklumi nya.. "Dokter itu berusaha tetap profesional meski hatinya masih merasa jengkel dengan kelakuan Ricco.


"Pasien mengalami dehidrasi akibat kelelahan dan sepertinya sedikit stress memikirkan sesuatu..? Asam lambungnya naik dan tensi darahnya sangat rendah sampai-sampai tubuhnya tak bisa bertahan dan pingsan.."


sang Dokter berusaha menjelaskan keadaan Boy dengan sedetail mungkin.


"Bapak tenang saja yah ! pasien sudah mendapat penanganan yang baik dan tinggal menunggu dia sadar aja..mungkin dua atau tiga jam lagi pasien akan sadar.."


"terimakasih Dok !


sekali lagi saya minta maaf atas sikap kurang sopan anak saya tadi.."Papa Petter kembali meminta Maaf karena menyadari Dokter itu masih saja melirik kearah Ricco.


"ah sudahlah Pak..gak apa-apa Kok..


kalo begitu saya permisi dulu..Dan tolong biarkan Pasien beristirahat dulu supaya pemulihan nya bisa berjalan cepat..!


"iya Dok..terimakasih !


Selepas kepergian Dokter dan dua orang perawat itu ,Semua orang berkumpul mengelilingi Boy yang terbaring lemah diatas ranjang brankar.


Mama Shoffie dan Sonia masih saja terisak menatap sendu wajah pucat Boy yang masih saja terlihat begitu memilukan dimata mereka


"Jangaann..! Jangan terima..!


Suara lirih Boy yang mengigau membuat semua orang yang berada disekelilingnya mendadak terperangah berusaha memahami maksud ucapan Boy yang mengigau tanpa sadar.


"ada apa nak ? kamu sebenarnya kenapa Nak ? Mama Shoffie sudah tak bisa lagi membendung airmata kesedihannya hingga semakin terisak memeluk tubuh lemah Boy yang tengah terbaring.


"Apa ? apa maksudnya ? jangan terima apa ? kenapa si Boy ngigo kayak gitu ? .."Batin Ricco cemas.

__ADS_1


"Sudahlah Mah !


Biarkan dia istirahat dulu ! mungkin 2 atau 3 jam lagi dia bisa sadar..Nanti kita coba tanya sama dia.."


Petter berusaha menenangkan istrinya yang masih saja terisak memeluk putra kesayangannya.


Tak kalah dengan Petter , Ricco langsung merangkul bahu Sonia membawa nya perlahan menuju Shoffa dan mencoba menenangkan Sonia yang masih terseguk dan terisak sedih.


"Udah dong Sayy..!


Jangan terlalu lama nangis ! muka kamu jadi jelek kalo lagi nangis.." Ceplos Ricco tersenyum hangat merangkul bahu Sonia.


"iissh Ka Ricco ? "Sonia hanya mendengus sambil mencubit pinggang Ricco meski sebenarnya hati nya sangat bahagia karena bisa melihat senyuman Ricco yang jarang sekali dia lihat.


"Dasar bocah tengik..Dia emang selalu bisa diandalkan buat mencairkan suasana..."Batin Petter senang.


"Ceklek..


Pintu ruang rawat terbuka dan terlihat Andre beserta Tonny melangkah cepat dengan raut wajah cemasnya.


Andre menatap gusar kearah Boy yang terbaring lemah dengan lilitan selang ditubuhnya.


Sementara Tonny hanya terdiam dan terpaku menatap sahabatnya yang pucat tak berdaya diatas ranjang.


"Lu pasti tau ?


Andre langsung menarik kasar kerah baju Ricco meminta penjelasan.


"Sabar Bro..!


Tonny berusaha menenangkan amarah Andre dengan merangkul bahunya.


"BUGH..


Ricco menendang perut Andre hingga tubuhnya terhuyung kebelakang menubruk Tonny yang sedang merangkulnya.

__ADS_1


"Jangan pernah lu coba-coba menguji kesabaran gua..! "Ketus Ricco bangkit dari Shoffa dan siap menghajar Andre.


"Hey sudah ! ini rumahsakit jangan berkelahi disini.. !


Papa Petter memekik dan langsung menghampiri melerai perdebatan dan menenangkan mereka yang makin meradang


"Astaga..! Kalian bukannya saling peduli malah saling berkelahi..?


Papa petter hanya bisa geleng kepala menyaksikan kelakuan kasar mereka


"iya Bro..Sabar !


Si Kulkas juga belum tentu tau masalah nya Si Boy sekarang ini.." Tonny kembali berusaha menenangkan Andre yang masih meringis memegangi perutnya.


"Huuhfh..."Andre hanya menghela napas kasar melirik Ricco yang masih berdiri tegak siap menghajarnya.


"otak lu pake Nyet ! "Pekik Ricco dengan tatapan menghunus menahan amarahnya.


"Hemm..Sorry Bro gua kebawa emosi.."Lirih Andre berlalu menghampiri Boy dan langsung duduk diatas kasur brankar disebelah tubuh Boy yang terbaring.


"Heh ? dia nangis ?


Andre terperangah melihat air mata menetes disudut mata Boy yang masih terpejam.


Sontak semua orang menghampiri dan melihat keadaan Boy karena mendengar ucapan Andre yang membuat mereka kaget.


"anak kita sebenernya kenapa sih Pah ? "Mama Shoffie semakin terisak dalam pelukan Petter setelah melihat sudut mata Boy yang basah.


"Entahlah Mah !


Semoga aja ini bukan masalah berat.."Petter berusaha menenangkan istrinya sambil menepuk-nepuk bahunya.


"Astaga ! Baru kali ini gua liat orang pingsan bisa nangis.."Ceplos Tonny dan sontak mendapat toyoran kencang dikepala nya akibat ucapannya yang memancing amarah Andre.


"*Kayaknya masala*h dia sekarang ini beneran berhubungan sama Siti...Tapi apa ?

__ADS_1


Ricco tertegun dengan tatapan tajam melihat sudut mata Boy yang kembali meneteskan air mata.


__ADS_2