
"Engghh..."Setelah tertidur selama 2 jam, Siti terlihat lebih segar dan sudah tidak pucat lagi.
"Hmm..Eh, Enyak sama Babeh ada disini ? "Siti tersenyum canggung ketika dirinya membuka mata, Orang tua dan mertuanya mengelilingi dengan raut wajah panik.
"Kamu masih pusing ? "Boy yang setia duduk menemani disebelah istrinya langsung menahan tubuh istrinya agar tetap berbaring dan beristirahat.
"Udeh gak pusing lagi kok.."
"Beneran ?
"iye Bang ! "Siti malah terkekeh melihat raut wajah panik suaminya.
"Beneran Lu gak nape-nape ? "Nyak Romlah tak bisa menyembunyikan kecemasannya meskipun Babeh Jali sudah mengingatkan dirinya sebelum mereka tiba dirumah besannya itu.
"iye,Nyak !
"Minum obatnya dulu yah ! Tadi Dokter bilang sama kita kalo kamu kecapean, Maafin Mamah ya Sayang ! Kalo tau jadi begini, Mamah gak bakal ngajak kamu ke Butik.."
"Ehh, Gak nape-nape, Mah ! Panan Aye nyang ngajak jalan-jalan, Lagian cuma pusing doangan.."Siti malah tersenyum tipis melihat mertuanya merasa bersalah.
"Tadi Abang manggil Dokter ?
"iya..
"issh, Abang lebay iihh, Liat tuh ! semuanya jadi khawatir.."
"Heh ? Kamu jangan menyepelekan penyakit loh ! Kamu gak tau aja gimana takutnya Abang waktu liat muka kamu pucet banget.."
"Hihihi..SuamiKu punya rasa takut juga ?
"Aiihh.."Boy hanya bisa mendengus sebal melihat istrinya terkekeh mengejek dirinya.
"Sudah, sudah, sudah ! Kamu makan dulu ya,terus minum obat sama Vitaminnya ! Papah sama para orang kolot ini gak mau ganggu kalian deh.."Petter malah terkekeh dan memboyong istri beserta besannya agar memberi mereka waktu untuk berduaan.
"Beneran udah gak pusing lagi ?
"issh, Abang bawel ihh.."
"Sayaaang ?
"Hihihi.."
"Aye gak nape-nape, Bang ! Dokter juga cuma bilang kecapean Kan ? hihihi.."Siti malah semakin terkekeh lantas mengalungkan kedua tangannya dileher Boy.
"Tapi, Abang masih takut "
"Emuaahh..Biar Abang gak takut lagi hihihi
"Aiissh.."Akhirnya Boy tersenyum ketika istrinya berinisiatif mencium pipinya.
"Gak mempan, Hari ini Abang gak bakal tergoda, Pokoknya kamu harus nurut ! Kamu harus makan dulu terus minum obat.."
"issh.."Siti hanya bisa mencebik sebal ketika suaminya masih saja berlebihan mencemaskannya.
"Mau makan bubur apa Roti bakar ?
"Abang isshh..Aye gak laper "
"Kalo gitu makan Roti bakarnya aja, Gak apa-apa sepotong juga supaya bisa langsung minum obat.."
"iissh, Ya udeh, Suapin !
"Siap tuan putri..."Boy sedikit terkekeh melihat istrinya mencebik dan hanya bisa pasrah.
"Enak ?
"Eemm..
"Lagi ?
"Eemm..
"Tadi katanya gak laper..hehehe " Sudah pasti Boy terkekeh ketika istrinya terlihat begitu lahap menikmati Roti bakar buatannya.
__ADS_1
"Abisnye enak, Aye jadi doyan..hehehe
"Dasar gembul..
"hehehe.."
.
.
.
.
"Heh ? Siapa nih cewe ? "Sonia yang sedang asyik berselancar dimedia sosial seketika merasa penasaran saat melihat notifikasi Tag pada profil kakaknya.
"Kayaknya salah satu korban Ka Boy nih ? Aiih, masih aja ada yang kepo sama Kakak.."
Sonia lantas melihat profil wanita itu demi menjawab rasa penasarannya.
"Evelyn Swarez ? Hah, Swarez ?
Kedua alis Sonia semakin mengkerut karna merasa penasaran dengan nama Swarez itu.
"Liat apa sih ? Serius amat ? "Ricco malah ikut penasaran saat ekspresi Sonia mendadak mencebik sebal.
"Liat nih ! Kamu kenal gak sama cewek ini ? Kenapa pake nama Swarez ?
"Heh ? "Ricco malah ikut mendengus heran saat melihat profil dan postingan wanita itu.
"Hadeeuuhh..."
"Kamu kenal, Beib ? "Sonia malah semakin penasaran ketika Ricco malah geleng kepala.
"Eve, Temen kuliahnya Si Kunyuk..Kalo gak salah, Dia masih tinggal di Los Angeles.."
"Kamu kok bisa tau ? Jangan-jangan..?
"Ohh, Waktu Si Jabrik perang sama Papahnya?
"Hemm.."
"Terus ? Cewek ini pasti suka sama Kakak ?
"Yaps, Tapi Si Kunyuk gak nge'respon.."
"issh, Dasar Ka Boy ! tebar pesona dimana-mana ? Uhss ! Menyebalkan..Kenapa nama belakangnya bisa pake nama Swarez ?
"Entahlah ! Setahu aku namanya itu Evelyn Louise..Kita biasa manggil dia Eve.."
"Berarti gak ada hubungan sama sekali dong sama Swarez ?
"Enggaklah ! Mungkin, Cuma Obsesi.."Ricco malah terkekeh dan terkesan mengejek.
"Wah, Harus disomasi nih ! Sembarangan aja pake nama Swarez ?
"Heh ? Lebay ah !
"Songong nih cewek.."
"Aiihh.."Ricco hanya melenguh malas ketika Sonia semakin mengejek wanita itu.
.
.
.
.
Dibalik kaca mobilnya, Thonny menatap tegang seorang anak kecil yang sedang bermanja dengan ibunya.
Kedua mata Thonny tak pernah lepas dari segala kegiatan mereka, karena selama seharian ini Dia terus mengikuti mereka namun masih saja tak berani untuk menghampiri.
__ADS_1
"Aku malah semakin takut ?" Huuuhfh "
Lagi-lagi hanya helaan napas panjang yang keluar dari mulut Thonny seakan mengisyaratkan ketidak berdayaannya.
.
.
.
.
Semenjak Putry mengetahui masalah antara Thonny dan Tini, Gadis itu semakin membenci sahabat dari calon suaminya itu dan berkali-kali memaki dihadapan Andre.
"Haissh.." Andre tak bisa berkomentar apapun karena menyadari bahwa Tini merupakan teman yang cukup dekat dengan calon istrinya itu.
"Laknaaatt, Temen lu Jahanam ! Rasanya pengen gua pepes tuh Si Thonny.." Lagi-lagi Putry mendengus kesal sambil memaki-maki Thonny.
"Bukannya dapet solusi, Eh malah makin keruh..Shitt, Dugaan gua salah..Kalo tau bakal begini, Gua gak bakal cerita sama Dia.." Andre hanya bisa menghela napas panjang ketika Putry masih saja mendengus dan marah-marah sendiri.
.
.
.
.
Siti yang dipaksa suaminya untuk beristirahat dan tidak boleh turun dari ranjang kini hanya bisa pasrah dan memilih memainkan ponsel suaminya karena Handphone miliknya sedang dicharges oleh Boy.
"Jangan lama-lama main HP nya ! Mending kamu tidur lagi !
"issh, Aye gak ngantuk Bang ! Lagian Aye bosen rebahan mulu dikamar.."
"Ya udah, Tapi jangan kelamaan main HPnya !
"Iye iihh, Abang mangkinan bawel aje sih ?
"Haiihh.."Boy hanya terkekeh ketika Siti mencebik sebal tiap kali mendengar nasehatnya.
"Ehh ? Romantis banget sih ? Kayaknye, Kasih tak sampai ?
"Ngomong apa sih, kamu ? "Boy sudah pasti terkekeh saat istrinya tersenyum sendirian sambil menatap layar ponselnya.
"Korban PHP Abang nih ?
"Heh ? "Boy mendadak gelisah saat mendengar celotehan ibu hamil disampingnya.
"Tuh Liat ! Hehehe..
"Walah ? Haissh, Ckk ! "Sudah pasti Boy berdecak sebal ketika melihat kiriman Postingan dari Sonia.
"Pas banget Handphone lagi dipegang sama Siti, Ah dasar Sonia Rese ! " Boy hanya bisa pasrah ketika Siti mencibir dan mengejek dirinya akibat postingan yang dikirim oleh adiknya.
"ini contoh saingan cinta yang bisa sabar dan menerima keadaan..hihihi, Tapi Aye gak suka kalo ada cewek yang mikirin Abang terus-terusan.."
"Aiihh.."Boy kembali menghela napas panjang saat mendengar ucapan istrinya, Namun Dia cukup merasa tenang karena sikap istrinya itu terlihat begitu mempercayai dirinya.
"itu hak mereka, Abang gak bisa larang "
"iye juga sih, Hihihi "
"Eh, Mereka ? Berarti banyak dong ? Uhss, Laki Aye laku amat ye ?
"Gitu deh, Maklumlah ! Suami mu ini punya pesona diatas rata-rata..hehehe"
"Jangan-jangan pesona Abang itu bertebaran dimana-mana ?
"Aiih, Gak gitu juga kali.."
"Hihihi.." Siti malah terkikik geli ketika suaminya mendengus sebal mendengar ejekannya.
"Apa Siti bener-bener gak cemburu ? Padahal gua suka tiap kali lihat ekspresi cemburunya..Aah, kurang Hot nih postingannya.." Boy malah ikut terkekeh mengingat kecemburuan Siti pada Ayu dan gadis pembuat Tatto ditubuhnya.
__ADS_1