
Boy yang masih bersimpuh dihadapan Babeh Jali hanya bisa menundukan kepalanya tak memiliki keberanian untuk menatap wajah Siti.
Sementara Siti terlihat begitu tenang melangkah keluar melewati semua orang yang berkumpul diruangan itu seakan mereka semua tak nampak dimata Siti.
"Sstt..Susulin ! "Bisik Mama Shoffie menepuk bahu putranya yang hanya mematung melirik langkah Siti yang menjauh.
Dengan sisa keberanian dan minimnya keyakinan ,Boy bergegas bangkit melangkah cepat menyusul Siti yang terus berjalan menuju taman.
Sebuah kursi batu diantara koleksi bunga Mama Shoffie yang kini menjadi tempat Siti duduk tanpa suara.
Boy menghampiri dengan langkah gontai seraya duduk diatas kursi batu menghadap Siti yang masih terdiam dengan raut wajah tenangnya.
Hening tanpa suara tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun hingga suasana canggung itu membuat Boy semakin tegang dan Nyali nya semakin menciut.
"Shitt..im looser.."Butiran keringat dikening Boy seakan mengisyaratkan ketegangan nya yang semakin nyata hingga debaran jantungnya mendadak berolahraga tanpa aturan.
"Damn ! Gak bisa kayak gini ? Gua harus bisa.."Boy masih saja tertunduk tak berani menatap wajah Siti.
"Damn..Baru kali ini gua ngerasa tegang banget didepan Siti.." Huuuuhhfh..."Boy menghela napas begitu dalam mencoba menetralisir kegugupannya.
__ADS_1
Perlahan Boy menengadahkan wajah nya mencoba menatap wajah gadis yang begitu dirindukannya namun saat ini raut wajah tenang itu malah seperti belati yang siap menusuk dirinya.
"Glek..Maaf " Satu kata yang meluncur dari mulut Boy terdengar begitu lirih dan berat seakan lidah dan lehernya tercekat bahkan terikat.
"Shiitt..im nervous.." Boy semakin lemah ketika kedua matanya beradu tatapan dengan bola mata Siti yang begitu tenang namun mengisyaratkan kekecewaan yang begitu dalam.
"Maafin gua Siti ! "Boy kembali tertunduk dengan kedua tangan yang mengepal seakan merutuki kebodohannya.
"Maaf..."Tubuh Boy seketika merosot berbarengan dengan air mata yang yang juga terjun bebas disela kedua matanya.
"Forgive Me ! "Untuk saat ini Boy membuang harga dirinya bersimpuh dihadapan Siti demi mendapat Kata Maaf dan ampunan dari gadis yang sudah berhasil membuat perasaan dan hidupnya semakin jungkir balik.
Kalimat pedas akhirnya keluar dari mulut Siti dan berhasil membuat Boy semakin bungkam dengan tubuh yang gemetar.
"Baiklah ! "Boy menghela napas begitu dalam mencerna ucapan Siti seraya mencoba bangkit dan duduk kembali meski masih belum berani menelisik tatapan Siti yang begitu tenang.
"Bukankah ini sebuah kesempatan yang diberikan Siti ? Seperti halnya ucapan Putry yang menganggap permohonan maaf itu tak berguna lagi.." DAMN !!! Boy merasa begitu kecil dihadapan Siti ketika penyesalannya seolah tak berguna dihadapan sebuah kekecewaan.
"SO ??? " Boy menengadahkan wajahnya menatap lurus kedua mata Siti dengan memaksakan keberanian dan keyakinannya yang hampir pupus.
__ADS_1
Siti masih saja terlihat tenang padahal biasanya dia akan menundukan kepala ketika Boy menatap wajahnya seakan hari ini gadis itu benar-benar menunjukan ketegasannya.
"KENAPA ? "Satu kata seakan menuntut banyak jawaban keluar dari mulut Siti dan berhasil menusuk keyakinan Boy.
"glek..." Meski hanya satu kata tetapi begitu tajam mencekik leher Boy yang mulai tercekat tak kuasa menjawab.
"Sebentar Siti...Huuuhf..."Kata yang tak penting bahkan tekesan bodoh keluar dari mulut Boy seraya mengangkat telapak tangannya kembali menghela napas mencoba mengurai ketegangannya.
Entah kenapa penyesalan yang membebani Boy membuatnya semakin ciut seperti kelinci yang hanya bisa pasrah dihadapan Srigala.
"KENAPA ? " Siti kembali mengulang pertanyaannya namun kali ini penuh penekanan.
"Oh Shitt..Im So crazy.." Boy semakin takut dan bingung seolah tak ada kata-kata yang bisa dihasilkan oleh lidahnya.
.
.
."Kasian amat lu , Boy 😆😅
__ADS_1