SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Menekan Rindu


__ADS_3

Ba'da sholat subuh dan sarapan ,Boy berpamitan pada kong Mail dan Nyak Mumun karna harus bergegas pergi sebelum orangtua angkatnya itu menyadari masalah yang sedang dihadapinya.


Dalam waktu 1jam Taksi online yang di charter Boy tiba dikompleks perumahan yang sudah dua minggu ini tak pernah dia kunjungi.


"Tunggu sebentar disini ya Mas ! "Boy melangkah keluar dari dalam taksi yang sengaja diparkir disebrang gerbang pagar rumahnya.


Boy melangkah cepat sembunyi dibalik tembok luar ketika melihat mobil Sonia keluar dari rumahnya.


"Shitt..untung dia gak liat gua.."Boy menghela napas lega melihat adiknya langsung keluar dan berlawanan arah.


"Mama ? " Boy menatap sendu Mama nya yang sedang sibuk menyiram koleksi bunga-bunga ditaman depan rumahnya.


"Maafin aku Mah..Aku kangen sama Mamah.."Boy hanya bisa memandang dari kejauhan tanpa berani menghampiri Mama Shoffie.


Seakan ada ikatan batin antara anak dan ibunya , Mama Shoffie mendadak mengedarkan pandangannya karena merasakan ada sesuatu yang mengusik perasaannya.


"Mama pasti bisa merasakan keberadaanku.." Boy tersenyum getir melihat Mama Shoffie mengedarkan pandangannya seakan sedang mencari sesuatu.


Boy merogoh sebuah kertas dan pena dari dalam tas nya lantas menulis sebuah pesan kemudian kembali masuk kedalam mobil taksi.


"Mas tolong kasihin surat ini sama ibu-ibu yang lagi nyiram bunga itu.."Boy meminta bantuan sopir taksi sambil menunjuk kearah Mama Shoffie.


"tenang aja saya kasih Tips..tapi jangan bilang saya nunggu disini ! Bilang aja ada yang nitip surat ,dan Mas nya harus buru-buru balik lagi kesini..


"eh Siyap Mas..."Sang Sopir pun antusias menjalankan tugas nya mendengar Boy akan memberinya uang Tips.


Tanpa basa-basi Sopir taksi itu langsung melangkah cepat menyerahkan surat itu dan bergegas kembali masuk kedalam mobil langsung meluncur cepat tancap gas pergi dari situ.


sementara Mama Shoffie mendadak histeris setelah membaca surat yang diberikan oleh sopir taksi itu hingga membuat Papa Petter berlarian menghampirinya.


"Ada apa Mah ?


"Boy pah ? Boy ? Boy kasih surat .."Mama Shoffie berlarian keluar menuju gerbang rumahnya dan terus saja menangis.

__ADS_1


"surat apa ? "Papa Petter mencoba menenangkan dengan memeluknya.


Mama Shoffie menyerahkan selembar kertas itu namun kedua matanya masih saja mengedarkan pandangannya.


"Apa kabar Mah ? sehat selalu yah ! jangan sedih ! Maafin aku Mah..Maaf aku gak bisa mampir ! Mama gak usah khawatirin aku yah ! aku baik-baik aja kok..salam buat Papa dan Sonia..I miss you all.. Aku bakal pulang kalo situasinya sudah memungkinkan.."BOY.


Papa Petter menghela napas panjang setelah membaca isi surat itu.lantas membawa istrinya masuk kedalam rumah.


"Bocah tengik itu pasti datang kesini..Papa tau sejauh apapun kamu pergi pasti gak akan sanggup kalo gak liat muka Mama mu..." Papa Petter sedikit tersenyum mengetahui putranya dalam keadaan baik-baik saja.


💔💕


.


Seperti biasanya sepulang pengajian mingguan Siti mampir dirumah Enyak Mumun dan seketika sumringah ketika Kong Mail dan Enyak Mumun menceritakan kedatangan Boy.


"Kasian banget anak gua badannya kurusan, kayaknya cape bener ngurusin kerjaannye.."Enyak Mumun masih saja antusias menceritakan keadaan Boy.


"Kurusan ? "Siti terdiam menahan gejolak bathin nya.


"Pepes Tahu ? "Seketika sudut mata Siti pun meneteskan air mata nya.


"eh lu kenapa Neng ? kenapa malah mewek ? "Nyak Mumun berhambur memeluk Siti.


"Kayaknya ada masalah antara si Boy sama si Siti.." Kong Mail mulai berasumsi setelah melihat reaksi Siti.


"Gak apa-apa Nyak ! "Siti berusaha tersenyum sambil menyeka sudut matanya.


"lu jangan bohongin kite,Neng ! ada apa ? jangan bikin gua penasaran ! "Kong Mail mendadak ketus.


"iye Siti..Cerita in sama kita ! enyak pasti bantu kalo lu ada masalah.."Nyak Mumun semakin mempererat pelukannya.


Akhirnya Siti pun tak kuasa menghindar dan menceritakan rentetan kejadian yang dialaminya dan semakin terisak pilu dalam pelukan Enyak Mumun.

__ADS_1


"Astagfirulloh..."Kong Mail menghela napas begitu dalam setelah mendengar pengakuan Siti.


"Sabar ya Neng ! Si Boy pasti bakal sadar sama kesalahannya , Dia pasti pulang ! "Enyak Mumun berusaha menenangkan Siti meskipun dirinya juga berusaha menahan kesedihannya mengingat anak kesayangan nya tengah lari menghindar.


"Pantes aja mukanya si Boy kusut banget gak kayak biasanya , Matanya juga kayak orang yang kebanyakan nangis..huuuhfh.."Kong Mail kembali menghela napas.


"Badan Si Boy jadi kurusan pasti karena kepikiran sama elu Neng ! hiks..hikss.."Enyak Mumun sudah tak bisa lagi membendung air matanya menangis terisak berpelukan dengan Siti yang juga semakin histeris mengetahui Sang Pejuang nya sedang menyerah dalam kesepian dan kesedihan.


"Gua gak nyangka bocah tengik itu berhasil ngibulin kita ! Dia masih bisa becanda sebelum pergi.."Ketus Kong Mail kesal.


"Aye emang yakin abang pasti pulang..Tapi jangan bikin aye sedih dengan menunjukan kesedihan abang ! baik-baik disana Bang ! jaga kesehatan ! "Siti semakin larut dalam pelukan Enyak Mumun.


💔


Sonia yang mendapat kabar dari Tania langsung menemui sahabatnya itu tanpa menyadari bahwa kakanya mengetahui kepergiannya.


"jadi beneran ka Boy kesini ? "Cecar Sonia semakin penasaran.


"Hemm..Dia minta bantuan abang gua buat jualin rumahnya.."


"Jual rumah ? ka Boy punya rumah ?


"emang lu gak tau ?


Sonia hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Tania.


"ka Boy pasti lagi butuh uang makanya dia jual rumah .."Tegas Tania


"tapi buat apa ? Tabungan dia pasti cukup kalo buat kebutuhan sehari-hari..apa dia punya masalah ya ? atau dia jual rumah disini supaya bisa beli rumah lagi ditempat tinggalnya sekarang ? "Sonia mulai berspekulasi.


"Huuhfh...sayangnya dia gak nyebutin dimana tempat tinggalnya sekarang.."Tania nampak menghela napas kasar.


"aku kangen sama kaka..."Lirih Sonia menyadari Boy semakin menjauh dan menghindar.

__ADS_1


💔


"Jangan lupa kirim Kopi nya ya ! 😆😆


__ADS_2