
Siti dan Boy akhirnya berhasil dibujuk untuk kembali ke rumahsakit dan hanya ditemani oleh Sonia serta Mamah Shoffie.
Sesampainya dirumah sakit Boy terus saja terdiam dan termenung tak sedikitpun bersuara bahkan saat Siti mencoba menghiburnya Boy tetap saja diam tak bereaksi.
"Kenapa Kakak jadi kayak orang stress, Mah ? "Celetukan polosnya Sonia hanya membuat Mamah Shoffie menghela napas panjang.
"Kakak mu masih tidak bisa menerima kepergian Kong Mail sama Nyak Mumun, apalagi kemarin itu mereka baru saja bertemu dan bercanda.."
"iya juga sih, setahu aku, Kakak itu dekat sekali sama mereka, terutama Nyak Mumun.." Sonia pun menghela napas panjang saat melihat Siti tengah berusaha menghibur Boy.
"Kalau di ingat-ingat, Mamah saja pernah cemburu tiap kali melihat Kakakmu itu manja-manja didepan Nyak Mumun..Haish"
"Ehh ? Mamah pernah cemburu ?
"Emm.."Mamah Shoffie hanya menganggukan kepala dan beralih menghampiri Boy dan Siti.
"Kamu sebaiknya istirahat dulu, Nak ! Jangan terlalu dipikirkan ! Kita semua merasakan kesedihan yang sama, tapi kita harus bisa menerimanya.."Mamah Shoffie mengusap lembut bahu putranya yang masih saja terdiam dan tertegun.
"iye, Bang ! Abang tidur dulu ye ! Ngaso dulu biar pikiran rada adem.." Untuk kesekian kalinya Siti mencoba membujuk Boy yang hanya melirik sekilas tiap kali dia berbicara.
"Sepertinya kita harus keluar dulu sebentar deh, Mah ! "Sonia tiba-tiba saja memiliki ide yang ingin dicobanya.
"Ckk, Kamu ini ? Ngapain diluar ?
"Tenang saja, Mah ! Aku punya ide..."Sonia lantas beringsut dan berbisik pada Siti.
__ADS_1
"Ehh ? "Siti mendadak terlihat malu-malu setelah mendengar bisikan Sonia.
"Trust me ! "Sonia terkekeh kecil seraya membawa Mamahnya keluar dari ruangan itu.
"Anak ini punya ide apa ? kenapa Kita harus keluar ruangan ?" Mamah Shoffie masih saja tak rela meninggalkan anak dan menantunya.
Dan hanya butuh waktu 10 menit saja, Boy akhirnya tertidur setelah Siti beraksi menenangkan suaminya dengan cara yang tak pernah terpikirkan oleh dirinya sendiri.
"Nape Sonia tau-tauan nyang kayak beginian ? Kalo bukan lantaran kepepet mah Aye malu banget..." Siti mencebik gemas menyadari dirinya bertingkah aktif pada suaminya.
"Abang ini ? isshh..."Siti tersenyum simpul sambil tetap berbaring memeluk suaminya yang kini tertidur dalam dekapannya.
"Heh ? Hihihi "Sonia terkikik geli saat mengintip dibalik pintu dan mendapati Kakaknya sudah tertidur dalam pelukan istrinya.
"Kamu kenapa cengengesan aja ? "Mamah Shoffie sudah pasti merasa penasaran dengan tingkah Sonia.
"Ehh, iyakah ? "Mamah Shoffie lantas mencoba melihat dari balik pintu.
"Kok bisa ?
"Aku hebatkan, Mah ? Hihihi.."
"Ckk, Kamu jangan rese ya ! "Mamah Shoffie merasa curiga melihat pasangan muda itu malah tertidur sambil berpelukan, padahal Dia tahu bahwa menantunya itu sangat pemalu.
"Hihihi..."Sonia malah terkekeh dan merasa bangga karena berhasil memberikan saran yang tepat.
__ADS_1
"Haiisshh..Sepertinya kamu harus segera menyusul mereka ? Sudah waktunya Mamah mengeksekusi Si Ricco.." Mamah Shoffie mendengus sebal saat mencoba menerka-nerka ide aneh putrinya itu.
"Cie eksekusi ? Kapan Mom ? "Sonia malah kegirangan mendengar celetukan Mamahnya.
"Haiihh..."Sudah pasti Mamah Shoffie hanya bisa geleng kepala menyadari putrinya itu memang sudah menunggu keputusan dari orangtuanya.
"So ? Kapan kita ke Bandung ?
"Dasar murahan ! Seharusnya mereka yang datang ke Jakarta.."
"Kelamaan Mah, Keluarga kita saja yang datang duluan ke Bandung, ya ya yaa ?
"Haiissh...Mimpi apa Mamah punya anak kayak kamu ? Bukannya cowok yang maju, malah cewenya yang enggak sabaran ?
"Siapa cepat dia dapet, Mah..Hahaha
"Auu Aahh...
"Hihihi..
.
.
.
__ADS_1
.
Othor tidak bisa menjelaskan ide Sonia seperti apa, enggak usah dibayangin ya !