SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Lepas Peluru


__ADS_3

Matahari bersinar semakin terang dan mulai terasa hangat, Sehangat obrolan tiga anak muda yang semakin larut dalam canda dan tawa.


"By the way, Kak Boy serius mau nikah sama Kak Siti ?


"Uhuk..Uhuk.." Seketika Siti mendadak terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan Sonia.


"Gua sih tergantung keputusan Siti, Kalau Dia setuju ? Gua sih kapan saja siap.." Boy malah terkekeh menimpali Sonia demi menggoda Siti yang terlihat salah tingkah.


"iyuuh, Kak Boy Sok keren ! Memangnya sudah punya modal buat nikah ?


"Haish, Kamu meremehkan isi Dompet Kakak ? Heh ?


"ye lah, ye lah, Aku percaya..."Sonia hanya mencebik sambil menirukan nada bicara Upin dan Ipin.


"Tapi, Aku masih merasa ragu, Kak ! Babehnya Kak Siti kayaknya gak suka sama Kakak ?


"Bhahaha, Santuy ! itu bisa diatur.."Boy malah tertawa lepas mendengar ucapan Sonia.


"Nape Bang Boy sama Sonia enteng banget ngomongin urusan nikah ? Entu kan perkara serius ? "Siti merasa heran dengan sikap Boy dan Sonia yang begitu terbuka bahkan Boy terkesan tidak memperdulikan kebencian Babehnya.

__ADS_1


"Sebenarnya, Gua belum nembak Siti ,Dek ! "Mendadak Boy terkekeh sambil garuk kepala berusaha menjelaskan hubungan sebenarnya demi mengakhiri kesalahfahaman Adiknya sekaligus mengalihkan kecemasan Siti.


"What ? Seriously ? Are you Crazy, Bro ?


Seketika Siti menghela napas lega saat Boy menjelaskan perihal hubungan mereka.


"Belum Saatnya Dek, Ada masalah yang harus Kakak tuntaskan dulu..."Raut wajah Boy mendadak terlihat sangat serius.


"Elu bisa sabar nunggu Gua kan, Babe ? " Boy beralih pandang seraya tersenyum menatap penuh harap dihadapan Siti.


"Ehh ? Aye ? Apa sih Bang, iihh.." Sudah pasti Siti semakin gugup hingga wajahnya terlihat begitu merona menahan rasa malu berada dalam suasana yang terasa canggung.


Aye gak mau ngedenger Abang ngumbar omongan yang gak sesuai sama kenyataan.."


Sejenak Siti menghela napas berusaha menetralisir gemuruh perasaan yang tak karuan.


"Maksudnya gimana ? "Boy berusaha mencerna maksud ucapan Siti, Namun otaknya tak mampu membaca isyarat tegas dari gadis dihadapannya.


"Apa Elu butuh bukti ? Atau Elu gak yakin kalau Gua ini cowok yang serius dan bisa menepati Janji ?

__ADS_1


"Tenang aja, Babe ! Secepatnya Gua bakal buktiin, Tapi gua minta waktu buat jinakin Aki-Aki gesrek sama Macan Ompong itu.."


Detak jantung Siti semakin terpompa cepat meski tubuhnya mematung saat mendengar permintaan dan Janji Boy yang terdengar begitu meyakinkan.


"Gua pasti bisa, kalau sampe gua ingkar janji, Gua enggak bakal nikah sama cewek manapun sepanjang hidup gua.."


Siti terbelalak kaget sekaligus cemas saat mendengar Boy berjanji dan bersumpah dihadapannya. Namun jauh dilubuk hatinya, Siti juga merasa senang mendengar pengakuan Boy saat mengutarakan perasaannya.


"Aye gak tau mesti ngomong apa ? Aye cuma bisa lihat kalo Bang Boy bener-bener serius Demen Sama Aye.." Siti masih saja terdiam seolah tak menanggapi semua ucapan Boy.


"Huuhfh, Rasanya lega banget ! Ternyata langsung bicara itu rasanya lebih plong daripada dipendam terus-terusan.." Sekilas Boy menghela napas seraya menatap serius wajah cantik dihadapannya.


"Aye juga ngerasa lega, Bang ! Sekarang Aye makin yakin kalo kita punya perasaan yang sama, Tapi keadaannye belum memungkinkan.."


Sonia hanya menyimak ikrar janji sang Kakak sambil memperhatikan ekspresi wajah Siti yang terlihat lebih tenang setelah mendengar pengakuan Kakaknya.


"Haih, Gua gak pernah nyangka, Gua ngelepas peluru tanpa harus Kokang senjata..." Boy terkekeh senang seraya menatap intens wajah cantik Siti.


Siti hanya tersenyum kecil mendengar ucapan pemuda tampan dihadapannya,Karena saat ini Siti masih tak mau mengakui perasaan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Amazing, Kayaknya Kak Boy benar-benar jatuh cinta sama Ka Siti, Tapi kenapa Dia menunda dan meminta waktu ? Ada masalah apa yang ditutupin sama Kakak ?..Haissh, Padahal Aku yakin 100% Kalau Kak Siti juga punya perasaan yang sama.."


__ADS_2