
Hari ini Boy datang terlambat ke Caffe karena memilih istirahat dulu setelah perjalanan 2 hari yang menguras tenaganya.
Sementara di Caffe mendadak diselimuti ketegangan karena seorang Leon yang notabene ''Badboy Biang rusuh " tanpa ada konfirmasi apapun langsung masuk dan bekerja melayani pengunjung ditable Bar.
Ayu dan Imah yang terlihat paling tegang karena mereka tak terbiasa bergaul dengan lelaki seperti Leon , bahkan Angga dan Made tak sedikitpun terlihat keluar dari kitchen seperti biasanya.
Bagas yang memang sangat mengenal siapa Leon semakin frustasi dan kebingungan karna tak ada pemberitahuan apapun dari Boy.Bahkan Kartika adik sekaligus orang yang sangat membenci kaka nya itu pun semakin khawatir melihat Leon tiba-tiba saja masuk kedalam table bar.
"Apa maksudnya sih ? apa Si Bos gak bilang apa-apa sama lu ,Gas ? "Bisik Tika melirik Kakanya yang sedang meracik minuman.
"Si Willy gak ngomong apa-apa sama gua , Semalem dia pulang langsung tidur..."Bagas pun masih bingung menghadapi situasi ini.
"gua cuma takut Kaka gua maksa atau ngancam Si Bos ! belum lagi kalo temen-temennya tau dia kerja disini..Uhs bisa kusut Caffe ini didatengin prajurit setan.."Kartika semakin ketus tak sedikitpun merasa senang melihat kaka nya bekerja bersamanya.
"itu juga yang gua khawatirin,Tik ! Temen abang lu kan ngaco semua...huuuhf.."Bagas hanya bisa menghela napas pasrah.
"Dia punya rencana apa sih ? kenapa mendadak kerja disini ? gua makin malu sama si Willy kalo dia bikin ulah disini.." Kartika masih berusaha menekan kegelisahan nya meskipun kecemasan itu semakin menggelayuti pikirannya.
"kerja kerja kerja ! kenapa malah ngobrol disitu? "Boy yang baru saja tiba langsung mengejek Bagas dan Tika yang mendadak bernapas lega melihat kedatangannya.
''lama amat sih Will ! mentang-mentang Bos dateng jam segini.."Ketus Bagas.
"Sorry..hehe ! Badan gua lemes banget kecapean.."Boy malah terkekeh melihat raut wajah sengitnya Bagas.
"Kenapa lu gak bilang nerima si Leon jadi karyawan kita ? "Cecar Bagas penasaran hingga melupakan kiriman bunga untuk Boy yang kembali diterimanya siang tadi.
"Heh ? Dia dateng ? "Boy melirik kearah table Bar dan tersenyum kecil dengan penampakan Leon.
"Apa dia maksa kerja disini ? dia ngancem lu Bos ? "Tika ikut mencecar Boy.
__ADS_1
"Hahahaha.."Boy malah tergelak sambil meninggalkan mereka menghampiri Leon membuat Bagas dan Kartika terbelalak kesal dengan tingkahnya.
"Gua kira lu masih betah jadi gembel ,Bro ? "Boy langsung duduk didepan table menghadap Leon.
"Kopi ?
Leon malah menawarkan kopi tanpa peduli celotehan Boy.
"Boleh juga... "Senyum kecil Boy terpampang jelas melihat Leon menawarkan segelas kopi dan tak butuh waktu lama secangkir Moccachino disodorkan dihadapan Boy.
"Kalo lu mau pake seragam minta aja sama si Bagas ! enggak juga gak apa-apa sih ..Lu lebih keliatan keren kalo pake pakaian kayak gitu.."Boy menyecap Moccachino racikan Leon sambil melirik penampilan Leon yang tetap dengan identitas BadBoy nya.
"Hemm..."Leon hanya berdehem menanggapi ucapan Boy.
"Thanks buat kopinya ,Bro ! Kalo ada keluhan soal kerjaan bilang aja sama gua atau Bagas ! "Boy lantas bangkit berdiri berjalan menuju kitchen.
Boy seketika menghentikan langkahnya memutar kepalanya tersenyum tipis menatap Leon.
"Hemm..Showed your Act ,Bro ! "Boy kembali meneruskan langkahnya masuk kedalam Kitchen.
Sementara diujung meja kasir Bagas dan Tika terperangah dengan isi kepala yang dipenuhi banyak pertanyaan melihat kedekatan Boy dan Leon.
đź’•Flashback ;
Kepulan asap rokok yang tersapu oleh angin pantai dipagi hari menampakan raut wajah gamang Leon yang tertegun memikirkan ajakan Boy semalam.
Secangkir kopi pahit dan pekat menemani keresahan hatinya setelah mengenal Boy yang behasil meremehkannya dan membuat dia merasa kecil dengan panggilan "Gembel " yang selalu keluar dari mulutnya.
"Gua bukan GEMBEL ! " Leon bergumam kesal menghembuskan asap rokonya dengan kasar.
__ADS_1
"Bocah Sialan itu kenapa berani nawarin kerjaan sama gua ? apa dia gak takut kalo gua bikin masalah ? " Leon semakin dalam menghisap tembakaunya.
"Tapi gua gak bisa ngebiarin keluarga gua menanggung beban akibat kelakuan gua sendiri...Si Tika pasti makin pusing waktu tau rumah gua jadiin jaminan.." Leon nampak menghela napas begitu dalam semakin larut dalam pikirannya yang berkecamuk.
"Apa mungkin ini saatnya gua bisa lebih berguna ? seenggak nya gua bisa belajar menebus kesalahan gua ?
Leon bangkit berdiri menatap hamparan pantai dari kejauhan tenggelam dalam kegamangan dibawah matahari yang mulai terasa panas seperti suasana panas didalam hatinya.
đź’•Flashback Of ;
đź’”
Akhirnya suasana tegang dan rasa canggung serta kecemasan para karyawan Caffe itu sedikit berkurang setelah lepas jam kerja Boy mengumpulkan mereka semua dan memperkenalkan sekaligus meresmikan Leon sebagai karyawan baru yang bertugas di table bar menggantikan posisinya.
"Thanks atas kepercayaan lu ,Will ! kayaknya gua mulai suka sama bocah tengik ini " Leon.
Sementara Boy melangkah pulang dengan rasa penasaran membawa seikat bunga dan selembar kertas berisi pesan yang romantis.
"May the Miracle of love will be with us forever and ever ! Until the day...God give me His blessing for me through the time with you.."
"Semoga keajaiban Cinta akan terus bersama seterusnya dan selamanya ! Sampai tiba harinya...Tuhan memberiku RestuNya untuk ku bisa mengarungi waktu bersama mu.."
"Stay Healthy ! jaga kesehatan !"
Isi pesan yang teselip pada seikat bunga itu membuat Boy tak bisa beristirahat semalaman karna gelisah dan penasaran memikirkan siapa pengirim bunga itu yang berhasil membuat nya tak bisa tidur dengan nyenyak.
"Stay healthy ? Maksudnya apa ? orang ini perhatian atau nganggap gua sakit ?
"Waiting ?" dan "Stay healthy?" Siapa sih ?
__ADS_1