SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Rocker Cengeng


__ADS_3

Sudah lebih dari 2 jam, Ricco tetap setia menemani sahabat sekaligus calon kakak iparnya yang terbaring lemah dan tak sadarkan diri hingga akhirnya Sonia tiba bersama Andre dan Tonny.


"Ka Boy...? hiks hiks..."Sonia terisak sedih saat melihat Kakaknya terbaring dengan selang infus dan oksigen.


"Sudahlah ! Jangan nangis ! Dia cuma lagi istirahat memulihkan kondisi badannya.."Ricco lantas merangkul bahu Sonia memboyongnya duduk dikursi.


" Kenapa jadi begini ?


Andre dan Tonny hanya terdiam mematung melihat kondisi sahabatnya seakan begitu banyak pertanyaan dan rasa penasaran berputar dikepala mereka.


" Siti ? Siti ? "Tiba-tiba saja terdengar suara rintihan Boy.


"Dia sadar apa ngigo..? "Andre lantas mendekat menelisik wajah Boy.


"Bangun Nyuk ! Jangan bikin kita khawatir.." Tonny lantas berhambur duduk disebelah tubuh Boy yang terbaring lemah.


"Uhuk..Uhuk.."Boy mendadak terbatuk dan terlihat perlahan membuka mata.


"Siti ? Siti Mana ? "Boy langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.


"Haiisssh baru sadar aja langsung nyariin gacoan nya...."Andre malah terkekeh melihat Boy mencari-cari keberadaan Siti.


"Kak Boy "Sonia lantas berhambur memeluk Boy yang masih terlihat kebingungan.


"Gua dimana ? Siti mana ?


Andre ,Tonny dan Sonia hanya terdiam lantas mengalihkan pandangannya kearah Ricco.


"Bokin Lu baik-baik aja, Boy..."Ricco lantas berdiri dan menghampiri seraya menjelaskan kondisi Siti.


"Elu enggak usah khawatir sama kondisi Siti, Dia baik-baik saja, Justru Elu yang harus khawatir sama kondisi Lu !


Boy hanya terdiam dengan napas tersengal menatap langit-langit ruangan itu hingga terlihat kedua matanya nampak berkaca-kaca seakan menahan tangis.


"Gua tahu Apa yang Lu rasain, Bro ! " Perasaan Ricco mendadak terasa tak karuan saat melihat raut wajah sedih sahabatnya.

__ADS_1


"Gua baru tahu, Ternyata Si kunyuk itu Rocker cengeng..."Andre malah terkekeh sambil berbisik ditelinga Tonny.


"Haish, Diem aja lu Nyet, jangan banyak bacot..." Tonny langsung mentoyor kepala Andre.


"Aku mau manggil Dokter dulu..."Ricco lantas meminta Sonia menjaga Boy.


"Sebenarnya Ada apa ? Kakak kenapa ? Ada masalah apa ? "Sonia hanya bisa menatap tanpa berani bertanya pada Kakaknya yang terlihat begitu bersedih hingga tak memperdulikan keberadaannya.


"Jangan diem aja dong ! Cerita sama kita !


Siapa yang berani cari masalah sama Elu ?


Biar gua yang bantai.."Andre mendengus kesal saat melirik lebam biru diwajah Boy.


"Ssstt...Jangan banyak tanya dulu !" Tonny lantas memcegah Andre berceloteh demi menjaga suasana kondusif.


"Haish, Gua Geregetan, Bro..


"Ceklek.."Seorang Dokter masuk bersama seorang perawat dan langsung lmemeriksa kondisi Boy.


"Loh infusnya gak sekalian dicopot, Dok ?


"Pasien masih butuh cairan selama masa penyembuhan...." Dokter hanya tersenyum seraya melirik Andre yang berpenampilan seperti preman.


"Saya merasa enggak asing sama muka kalian ?


"Ya iyalah, Dok ! Muka kita-kita kan sering wara-wiri di TV sama medsos..."


"Ah iya, Kamu benar, Saya pernah lihat kalian perfom di youtub.."


"Kalau begitu saya permisi dulu ya ! Tolong biarkan pasien istirahat dan jangan diganggu dulu..!"


"Haih, Siapa juga yang mau ganggu sih, Dok ?


Dokter itu hanya tersenyum seraya bergegas keluar meninggalkan mereka.

__ADS_1


Sonia nampak menghela napas saat melihat Boy sudah kembali tertidur lelap namun airmatanya masih terlihat disudut matanya yang terpejam.


"Sebaiknya kamu pulang dulu ! Besok pagi kamu datang kesini lagi.."Ricco berusaha menghibur dan mengalihkan kesedihan Sonia.


"Aku pengen jagain ka Boy..."


"Kamu harus pulang ! Om sama Tante pasti khawatir, Biar Boy dijaga sama Tonny dan Andre..." Ricco lantas merangkul Sonia memboyongnya keluar dari ruang perawatan.


"tapi ?


"Tenang saja, Sayang ! Aku pasti jagain calon Kakak iparku itu..."Ricco berbisik pelan dan sulses membuat wajah Sonia mendadak tersipu dan merona.


"Tolong jagain Ka Boy yah ! Aku harus pulang dulu..."


Andre dan Tonny hanya menjawab dengan mengacungkan jempol kearah Sonia.


"Haissh, Ternyata Si Ricvo agresif banget sama Si Cabe ?" Andre terkekeh melihat Ricco dan Sonia pergi sambil bergandengan tangan.


"ho'oh, Gua juga enggak nyangka...hihihi "Tonny ikut terkekeh menimpali.


"Haish, Jangan berisik Nyet ! Kasian Si Kunyuk lagi istirahat.."Andre menginterupsi Tonny yang hampir tergelak lepas.


"Eh iya, Gua lupa..."Tonny lantas menarik Andre berpindah ke kursi tunggu.


"Kita harus introgasi Si Ricco, Bro ! Gua penasaran sama orang yang bikin Si Kunyuk jadi babak belur...."


"Hem, Sekalian Kita lapor polisi, Kita kandangin aja tuh orang.."


"Haish, Kalau dikirim ke penjara, Gua gak bisa balas dendam dong ? Gua ngebet nih pengen nabokin orang itu.."Andre mendengus kesal sambil memukul tembok.


"Lu ikut aja masuk ke penjara..."


"Anjir, Ngomong asal ceplos aja Lu ?


"Hehehe..."

__ADS_1


__ADS_2