
Diluar rumah nampak Nyak Romlah, Mamah Shoffie dan Sonia menganga heran sekaligus khawatir setelah mendengar penjelasan dari Petter dan Rojali yang menceritakan profesi sekaligus tugas yang dijalankan oleh Boy.
"Kenapa rasanya kayak mimpi yah ? "Sonia berceloteh tanpa peduli raut wajah khawatir Shoffie dan Nyak Romlah.
"Kakak ku jadi Polisi ? Astaga ! Mimpi apa Kakak nakalku itu ?
"Haissh.."Petter hanya mendengus sebal mendengar argument putrinya.
"Jadi, kasus yang ditangani anak kita berhubungan sama keluarga Swares dan Petterson ? "Raut wajah Shoffie terlihat sangat khawatir karena Dia sangat mengetahui kekuatan pengaruh dari kedua keluarga itu.
"Keluarga Petterson entu sape sih ? "Nyak Romlah semakin penasaran dengan hal itu.
"Huuhf.."Petter menghela napas kecil seraya mencoba menjelaskan.
"Sudah 20 tahun berlalu, Dulu keluarga kami berhubungan dekat dengan keluarga Petterson, Tapi semenjak kepala keluarga mereka meninggal sewaktu insiden kebakaran, kami hanya berhubungan dengan Putra tunggalnya yang sudah kami anggap menjadi bagian dari keluarga Swarez.."
"Kebakaran ? "
__ADS_1
''Babeh Rojali, Nyak Romlah dan Sonia semakin penasaran perihal cerita lampau itu.
"Ya, Yang tersisa dari keluarga Petterson hanya Patrick dan Pamannya yang tinggal di Belanda.."
"Jadi Ka Boy dikasih tugas itu karena Dia berhubungan sama keluarga Petterson ?
"Bukan hanya itu, Keluarga kita juga menjadi kunci utama yang menyimpan data lama berupa wasiat dari Petterson, Boy adalah orang yang tepat untuk menjadi penghubung sekaligus mengawal keamanan Patrick, Makanya Kakakmu itu terpaksa merahasiakannya dari semua orang karena kasus ini sangat sensitif sekaligus berbahaya mengingat sepak terjang Pamannya Patrick yang sangat berpengaruh.."
"Kita semua patut bersyukur, Boy berhasil selamat meskipun terjebak insident kecil, karena Aku sangat mengenal bagaimana kejamnya Si Tua itu.."Mendadak Petter bergemuruh kesal mengingat masa lalunya.
"Romannye serem amat kelakuan entu orang ? "Nyak Romlah yang menyimak ulasan Petter nampak semakin penasaran.
"Ya, Dan Si Tua itu termasuk salah satu dari tiga kekuatan yang berpengaruh dinegara itu..Tapi, beruntungnya Papahku juga memiliki kekuatan pengaruh yang sebanding dengan Dia.."
"Pegimane ceritanye ? keluarga Lu juga punya hubungan sama Mafia ?
"Haishh..Ya tidaklah ! Keluarga Swarez memiliki relasi dipemerintahan dan koneksi dari para pengusaha, sehingga kekuatan pengaruh kami bisa menekan hal-hal yang tidak inginkan.."
__ADS_1
"Nape gue berasa denger cerita felem india ye ? "Nyak Romlah malah tersenyum kecil mengingat tokoh Tuan Takur yang dibencinya.
"Ckk, Elu mah kebanyakan nonton inspektur Vijay sama Tuan Takur, Romm.."Babeh Jali hanya mendengus sebal mengingat kebiasaan istrinya itu.
"Hahaha..."Petter, Shoffie dan Sonia tertawa lepas melihat Nyak Romlah mencebik sebal mendengar ejekan Babeh Rojali.
.
.
.
.
Sementara diruang tamu, Siti hanya bisa menghela napas saat menyadari Boy sudah tertidur pulas dan bersandar nyaman dibahunya.
"Bang Boy kayaknye kecapean banget, Abang beneran langsung balik ye ? Kagak sempet ngaso ? " Seketika Siti tersenyum saat menatap guratan lelah diwajah suaminya yang menandakan perjuangan Boy berusaha secepat mungkin untuk pulang dan meminta maaf padanya
__ADS_1
"Tapi, Abang masih punya hutang penjelasan sama Aye ! " Lagi-lagi Siti tersenyum dan sejenak mengecup kening suaminya itu.
"Dasar suami begajulan..Hihihi.."Siti terkekeh pelan mencoba menahan diri agar tak mengganggu suaminya yang duduk tertidur menyandar dibahunya meskipun sedikit merasa pegal akibat posisi tubuhnya tak bisa bergerak bebas.