SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Hilang


__ADS_3

Malam ini, Ketiga sahabat Boy nampak berkumpul diklinik namun mereka tertidur pulas setelah seharian sibuk mengurus Boy dan juga menghadapi drama dirumah Babeh Jali.


Mereka yang bermaksud menemani dan menjaga Boy malah terlelap ke alam mimpi dan tak memperhatikan Boy yang sempat terbangun.


Saat Kumandang adzan subuh mencubit telinga, Boy mengkerjapkan mata seraya menatap sekeliling ruangan dan mendapati Ricco tengah terbaring pulas diatas soffa, sementara Andre dan Tonny nampak tertelungkup diatas karpet.


"Ternyata Kalian masih disini ? Thanks Bro..


Boy beringsut turun dari atas kasur seraya menyambar kunci motor yang tergeletak diatas nakas lantas berjalan tertatih-tatih keluar dari ruang perawatan meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih terlelap dialam mimpi.


"Heh...? "Ricco terusik dan terbangun saat mendengar suara obrolan pasien disebelah ruang rawat.


"Astaga ? "Seketika Ricco mendadak terkejut saat melihat Boy menghilang dari dihadapannya.


Ricco mendadak panik lantas bergegas mencari kedalam toilet namun masih saja tidak menemukan Boy.


"Woy, Bangun ! Bangun !


Ricco langsung membangunkan kedua sahabatnya dengan cara kasar menendang bahkan menginjak mereka yang tertidur diatas karpet.


"Apa sih ? Rese banget..


"Gua masih ngantuk Setan..."


"Si Kunyuk hilang, Bro !


"Biarin aja sih, APA ? Hilang ?


Andre terbelalak saat menyadari penjelasan Ricco dan langsung bergegas bangkit berdiri.

__ADS_1


"jangan asal ngomong Lu, Setan..."


"Justru Gua bingung..."Ricco menyadari sekeliling ruangan tidak menunjukan keberadaan Boy.


"Ayo cari diluar.."Tonny lantas berhambur keluar ruangan disusul Ricco dan Andre yang berlarian mengejarnya.


"Gua tanya ke recepsionist..."Ricco lantas berbelok arah.


"Gua ke tempat security..."Andre berlarian menuju pos security.


"Gua nyari disekitar sini dulu..."Tonny mengedarkan pandangannya kesegala arah.


Seketika mereka berhamburan mencari keberadaan Boy.


"lu kemana sih, Nyuk ? "Ricco mendengus kesal setelah tidak berhasil mendapat informasi dari Recepsionist.


Sementara Tonny masih berputar disekitar ruangan Klinik mencari ditiap sudut ruangan hingga kebagian belakang Klinik itu.


"Baiklah, Kalau begitu kita coba cek rekaman satu jam kebelakang...."Seorang Security yang lebih tua lantas menggerakan tangannya berselancar diatas keyboard memutar rekaman cctv dilayar laptop.


"Good idea.."


Andre dan sang security nampak begitu serius menatap layar laptop mencari keberadaan sahabatnya.


"Aataga, itu Pak ! itu.."Andre sontak terkejut saat melihat rekaman video cctv yang menunjukan kepergian Boy mengendarai motor dengan keadaan yang masih pucat dan terlihat lemah bahkan masih mengenakan pakaian khusus pasien.


Ricco dan Tonny yang baru saja tiba dipos Security langsung melihat rekaman itu dengan ekspresi bingung sekaligus terkejut.


"Dia mau kemana dengan keadaan seperti itu ? Ricco menghela napas kasar begitu mengetahui sahabatnya pergi membawa motor.

__ADS_1


"Apa dia mau kerumah Siti ? "Andre mencoba menebak-nebak.


"Bisa jadi, Bro..." Tonny lantas meminta Sang Security menghapus rekaman tersebut.


"Kunyuk Sialan.."


"Kita urus Administrasi dulu, sebelum nyusul Si Kunyuk..."Tonny nampak terkekeh setelah sang security menghapus rekaman dengan raut wajah jengkel.


"Ayo ! "Andre lantas mendorong tubuh Ricco dan Tonny keluar dari pos security setelah menaruh selembar uang dimeja.


"Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya, Pak ! Cukupkan buat beli Rokok ? "Andre terkekeh sambil terus melangkah meninggalkan pos security.


Sementara security itu nampak tersenyum melihat selembar uang diatas meja, namun sesaat security itu teetegun karena merasa mengenal mereka.


"Mereka itu kan personil Band yang Posternya ada dikamar anak saya..."Pak Security baru menyadari identitas ketiga pemuda serampangan itu.


"Aihh, Padahal kalau bisa Fhoto sama mereka, Anak Ku bakal kejang-kejang pengen difhoto juga..hehe." Pak Security terkekeh melihat mereka pergi begitu cepat bahkan tak sempat berbicara lebih lama lagi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2