SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Uhss..?


__ADS_3

.


.


"Siti ?


"emm..


"Gua gak bisa janji apa-apa , tapi satu hal yang gua pastikan dan bakal selalu gua usahakan adalah membuat senyuman elu tetap terpampang diwajah manis itu..


Kedua mata Boy menatap tajam wajah Siti yang hanya bisa menundukan kepala menutupi rona merah akibat debaran perasaan yang perlahan tapi pasti menyeretnya dalam buaian kebahagiaan.


"Huuuhfh...Kalau pun dimasa depan nanti ada tangisan ? "Helaan napas Boy begitu dalam.


"insyaAllah , Gua akan berusaha sebisa mungkin merubah tangisan itu menjadi senyuman meskipun sudah pasti kita gak bakal bisa mengelak...


"Ternyata Abang sudah berpikir sejauh itu ? Aye makin yakin sama Abang.." Kembali senyuman menawan terbit menghiasi wajah manis Siti.


"Kita gak pernah tau perihal masa depan ? Tapi setidaknya kita bisa mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan !


"Teruslah ingetin gua ! Karna Calon suami lu ini selalu saja bertindak bodoh tanpa berpikir panjang ! Bahkan tanpa sengaja membuat Air mata Bidadari mengalir tanpa ada yang bisa menghapusnya..MAAF ! "


"Bang ? " Siti berusaha tetap tersenyum meski kedua matanya bertentangan seakan ingin segera meluapkan air mata yang saat ini masih tertahan tembok aturan.


Baginya saat ini Diam dan menjadi pendengar adalah lebih baik , daripada harus berbicara namun meruntuhkan keyakinan yang saat ini dimiliki lelaki dihadapannya.


"Gua sadar dengan segala kekurangan yang gua miliki pasti bakal merepotkan kita...


Tapi , Gua amat sangat yakin Elu bisa meredam dan menutupi kekurangan gua ! "


"I hope that...and Im always Prays for...


"Bang ?


"Hemm..

__ADS_1


"Perjalanan hidup emang gak selalu mulus Tapi bukankah dengan Berjama'ah akan lebih mudah menghadapinya ? "Seulas senyuman berhasil merobek kegelisahan Boy.


"Hemm..Kita harus tetep berjama'ah ! supaya segalanya berjalan mulus kayak pipi manis lu yang mulus itu..."Boy menampilkan senyuman genitnya melirik wajah Siti.


"Abang iihh..."Siti memutar kepala membuang pandangannya dari tatapan Boy yang mencoba menggodanya.


"Rasanya gak sabar pengen kecup pipi mulus itu...hihihi.."Ceplos Boy terkekeh.


"Abang iihh.. ! "Siti mendadak ketus.


"sorry sorry...hihihi "Boy makin terkekeh melihat Siti kesal dengan pembahasan yang menjurus kearah itu namun ekspresi Siti malah semakin menggemaskan dimata Boy.


"oh kayak gini kalo lu lagi marah ? akhirnya gua bisa liat ekspresi menggemaskan ini..." Boy malah tersenyum kecil memperhatikan raut wajah Siti yang sedang menghindari tatapan nakalnya.


"Yakin mau kayak gitu terus ? Soalnya gua malah makin kepengen kecup pipi merah itu.."Semangat Boy menggoda dan menjahili Siti malah semakin antusias.


"Abang iihh... Aye gak suka bahas begituan !


Mending pulang aja ! "Ketus Siti menyadari situasi mulai membuat jantungnya mulai terasa tidak sehat akibat godaan Boy.


"isshh.."Cibir Siti jengah lantas bangkit dan bergegas.


"Hahahaha..."Boy tergelak melihat Siti melipat bibirnya kesal.


"Jangan mancing-mancing deh ! Gua makin gak tahan liat bibir lu itu...


"isshh..."Siti langsung berjalan cepat menghindari ucapan frontal yang meluncur dari mulut Boy karna Dia sangat takut dengan situasi yang bisa merusak akal sehatnya.


"ehh tunggu ! hihihi..."Boy bergegas menyusul dan menyamai langkah Siti.


"Udah jangan marah ! Maaf kalo omongan gua terlalu terbuka..tapi itu kan emang fitrah lelaki normal ? hihihi...


"Tapi Aye gak suka ! "Ketus Siti penuh penekanan.


"tapi gua SUKA ! hahahaha...

__ADS_1


"uhss...!


"hihihi..


Perjalanan menuju pulang menjadi sedikit cepat karna Siti berusaha untuk semakin menghindari godaan Boy yang menyulut kerapuhan akal sehat manusia.


"Ciee...ngambek..hihihi..


"Abang iiihh...


"hihihi...


Langkah mereka semakin lebar hingga akhirnya tiba dirumah Siti , namun mata mereka cukup dibuat terkejut melihat keberadaan keluarga Boy dirumah Siti.


"Heh ? Ada apa ? Apa mereka tau gua pulang?" Boy mendelik curiga melihat semua orang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman mencurigakan.


"Tumbenan Mama sama Papa dateng pagi-pagi?" Siti merasakan ada keanehan dengan kedatangan mereka.


"Dasar bocah nakal ! Bukan nya pulang dulu malah mampir disini..."Gerutuan Mama Shoffie menyambut Boy.


"Assalamu alaikum..."Salam Siti membuyarkan kemarahan Mama Shoffie.


"alaikum salam..."Semua menjawab, dan Mama Shoffie langsung berhambur membawa Siti dalam dekapannya.


"Haiisshh..bikin iri aja sih ? "Ketus Boy melihat Shoffie memeluk Siti. Seketika semua orang memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Boy.


"Ada apa nih ? "Boy mengecup punggung tangan Papa Petter.


"Semprul...Pagi-pagi udah bawa kabur perawan orang aja !"Ketus Petter sengit.Sementara Boy hanya terkekeh dengan wajah tanpa dosa.


"Rindu itu berat ,Pah ! Mending diajak adu jotos daripada nahan kangen..."Ceplos Boy tanpa peduli tatapan sinis semua orang.


"Bocah tengik ! "Ketus Petter semakin kesal.


"Heh ? "Boy terperangah melihat kedatangan Mobil Sonia dan Mobil Andre datang bersama 2 buah mobil yang tidak dikenalnya.

__ADS_1


__ADS_2