
Suasana Caffe siang ini mendadak hening ketika Boy datang dengan raut wajah garang bahkan tanpa tegur sapa pada karyawannya.
Semua karyawan yang sudah berkumpul hanya bisa diam tak berani berbicara ketika Boy menatap sengit wajah mereka satu-persatu.
"Sebenernya gua pengen marah..Huuhfh.."Sejenak Boy menghela napas panjang.
"Tapi..Gua gak bisa marah sama opini orang lain, Gua gak punya hak buat menghakimi pemikiran orang lain.."
"Orang lain ? Huuhfh..Bukan keluarga gua !
"Apa kalian masih jadi keluarga gua ? "Kedua mata Boy semakin menatap sengit seluruh karyawannya.
"Kita disini tetep satu keluarga, Bos ! "Hanya Leon yang berani menjawab pertanyaan Boy.
"Good ! "Ketus Boy sengit.
"Apa sesama anggota keluarga akan saling mengintimidasi dan semena-mena ?
Ucapan Boy kali ini seketika membuat semua orang semakin tak berani menjawab.
"Gua selalu menekankan asas kekeluargaan di Caffe ini semata-mata untuk meminimalisir kesenjangan diantara kita.."
"Gua gak peduli sama latar belakang kalian, Gua juga gak peduli sama masa lalu kalian..Gua cuma butuh kalian kerja sebaik mungkin tanpa harus saling sikut, karna kalian dipekerjakan sesuai kemampuan masing-masing.."
"Satu hal yang harus kalian tahu, Halimah dan Bagas itu bukan karyawan di Caffe ini, mereka itu pemilik Caffe yang sedang beroperasi ini..Apa pantas kalian meremehkan mereka sementara hak kalian selalu dipenuhi oleh mereka ?
"Damn ! Apa gua salah merekrut kalian bekerja disini ? Shitt !
"Dan elu, Halimah ! Gua gak mau lihat elu terlalu lembek sama karyawan ! Jangan ragu-ragu bersikap tegas sama mereka !
"i iya, Ka..." Halimah hanya bisa menganggukan kepala dan tak berani berargumen karna raut wajah Boy yang tak bersahabat itu benar-benar membuat nyalinya menciut.
"Dan elu, Leon ! Apa perlu kita adu jotos supaya lu inget rasanya "disakiti" ?
__ADS_1
"Sorry Bos, Gua faham kok ! Lu tenang aja, kedepannya gak bakal ada lagi celotehan gak bermutu yang keluar dari mulut-mulut licin dan gak berotak..trust me !
"Good ! i hope like that..
"So ? Ada yang mau kalian tanyakan ? Apa ada keluhan ? ngomong sekarang, jangan ngoceh dibelakang !
"Jadi gak ada keluhan ? "Senyum sinis Boy malah semakin membuat suasana menjadi canggung.
"Okay ! Nevemind !
Point utamanya adalah, Caffe ini bisa menerima siapa saja tapi juga bisa melepas siapa saja..Semua orang akan mendapat haknya sesuai dengan kewajibannya..bahkan bisa lebih.."
"So ? Apa kalian masih mau bergabung dikeluarga kecil ini ?
"Masih Bos..masih..masih..
"Ok Fine, but..Gua gak mau denger lagi ada ocehan gak bermutu yang bisa mengganggu kinerja kalian !
"Aiihh...
-
-
-
-
"Sayaaaang..."Suara Mamah Shoffie seketika membuyarkan obrolan Siti dan Putry.
"Nah, aplusan udah dateng tuh.."Putry malah terkekeh melihat Mamah Shoffie melangkah cepat menghampiri mereka.
"Apa kabar sayang ? kamu sehatkan ? cucu Mamah gimana, sehat juga kan ? eh, kok muka kamu pucet sih ? Jangan-jangan si Boy gak becus jagain kamu ?
__ADS_1
Sambil meraup pipi menantunya itu, Mamah Shoffie langsung membrondong pertanyaan yang membuat Siti dan Putry terkekeh melihat tingkahnya.
"Ehemm...Mantunya doang yang diperhatiin, Saya cuma dianggap patung kali ya ? hehehe
"Ehh..Maaf Sayang ! Tante gak engeuh sama kamu.."
"Aiihh..apa aku tak kasat mata, Tan ?
"hihihi.."Mamah Shoffie malah terkekeh melihat Putry mencebik.
"Mamah sendirian kesini ?
"biasa deh sama sopir, tau sendiri Papamu itu sibuk teroooss.."
"Aish..kacian tante cantik jelong-jelong sendirian, Si Om gak takut kali ya kalo Tante cantik ini keciduk Om ganteng dijalanan..hihihi
"ney..ney..eik gak bakal kecantol Om lain, udah poooll sam Om yang dirumah..hehehe..
"Jiaahh..
"udah-udah ! Duduk dulu, Mah ! Sebentar ya Aye bikin minum dulu..
"no no no..gak usah sayang !
Mamah cuma pengen peluk kamu.."
"Aiisshh..lebay deh Tante !
"Makanya buruan nikah sama Bocah Jabrik itu biar kamu bisa manja-manja sama Mamahnya..hihihi..
"Uhss..menantu sama mertua klop amat ngomporin aku..Aiihh..
"hihihi.." Siti dan Mamah Shoffie malah terkikik geli melihat Putri mendengus kesal.
__ADS_1